Begini Proses Penyimpanan Darah Tali Pusat yang Baik Untuk Kesehatan Masa Depan

Anisha Saktian Putri diperbarui 22 Mei 2019, 13:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Penyimpanan darah tali pusat atau stem cell merupakan bagian penting dari perencanaan kehamilan dan persalinan karena dapat memberikan pilihan pengobatan di masa depan untuk anak dan keluarga.

Darah tali pusat dan tali pusat sendiri ialah sel punca (stem cell) yang dapat dikembangbiakkan dan digunakan untuk pengobatan anak atau individu si pemilik darah tali pusat dan tali pusat tersebut. Bermanfaat untuk mengobati kanker darah, tumor, meregenerasi darah, sistem kekebalan tubuh setelah terjadi kerusakan akibat penyakit atau pengobatan medis, seperti kemoterapi atau terapi radiasi.

dr.Li Ming Ming dari Cordlife mengatakan hanya ada satu kali kesempatan untuk mengambil darah tali pusat, yaitu pada saat persalinan. Prosedur pengambilan darah tali pusat sangat aman, cepat, dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Berikut beberapa prosedur hingga penyimpanan darah tali pusat yang wajib diketahui.

1. Sebelum persalinan

Jauh sebelum proses persalinan berlangsung, sebuah kotak perlengkapan akan diberikan ke keluarga yang bersangkutan . Kotak tersebut terdiri dari kantong darah, tabung untuk sample darah, dan batang usap beryodium.

2. Prosedur pengambilan

Segera setelah bayi lahir, tali pusat akan dijepit pada dua tempat dan digunting diantaranya. Kemudian dalam hitungan menit, dokter kandungan akan mengalirkan darah tali pusat ke dalam kantong darah yang memiliki barcode khusus.

Setelah prosedur pengambilan, Cordlife sebagai bank darah tali pusat akan mengambil darah tali pusat dalam waktu 24 jam.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

3. Prosedur pemrosesan

Ilustrasi Darah Emas

Sewaktu kotak perlengkapan tiba di laboratorium, indentitas darah tali pusat akan diverifikasi oleh teknisi laboratorium. Setelah itu, unit darah tali pusat dipindahkan ke tempat penyimpanan biohazard.

Setelah stem cell diekstraksi disimpan dalam cryobog dengan kompartemen ganda yang didesain khusus sehingga tahan pada cryopreservation dalam jangka panjang.

4. Prosedur penyimpanan

Setelah itu, cryobag akan dibekukan secara bertahap dalam freezer dengan tingkatan temperatur terkontrol, di mana temperatur diturunkan sebanyak 1-2 derajat celcius permenit untuk mempertahankan kelayakan stem cells.

Untuk menyimpan darah tali pusat, PT.Cordlife Indonesia membuka fasilitas penyimpanan darah tali pusat dan tali pusat terbesar di Indonesia. Bank darah tali pusat dan tali pusat (ari-ari) atau disebut sel punca ini memiliki kapasitas sebanyak 70 ribu unit.

“Sebelumnya, di Indonesia kami menyimpan 10 ribu unit darah tali pusat dan tali pusat bayi baru lahir, namun seiring meningkatnya kesadaran orang tua untuk menyimpan darah tali pusat dan tali pusat anaknya, kami memperbesar kapasitas penyimpanan hingga 70 ribu unit,” papar CEO Cordlife Group dan Direktur Ekesekutif Ms.Tan Poh Lan saat peresmian kantor baru Cordlife Indonesia, saat ditemui di Jakarta.

Selain penambahan kapasitas penyimpanan darah tali pusat, Cordlife Indonesia, tambah CEO PT.Cordlife Persada dr. Retno Suprihatin, juga menyediakan layanan penyimpanan membran tali pusat dan pemeriksaan pra-persalinan non invasif ibu hamil.

"Biayanya pun tidak mahal, dalam sebulan biayanya tidak lebih dari tiga gelas kopi yang dibeli di kafe,” tutupnya.

3 dari 3 halaman

Simak video berikut

#Growfearless with FIMELA