Traveling Makin Stylish dengan Batik Lasem yang Melegenda

Vinsensia Dianawanti diperbarui 01 Mar 2020, 12:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Siapa bilang susah tampil stylish selama traveling? Koleksi kedua yang dihadirkan desainer muda Patricia Andriani bukan hanya sekadar membuat tampilan liburanmu makin stylish, namun juga menjadi salah satu cara melestarikan budaya Indonesia.

Mengangkat motif batik Lasem yang melegenda, Patricia Andriani mengaplikasikannya pada siluet kekinian yang bisa digunakan oleh generasi muda. Batik Lasem sendiri menggambarkan keragaman budaya yang begitu kental dari segi bangunan, seni, hingga tekstil.

Perpaduan budaya Jawa, Cina, dan Belanda menjadikan Lasem sarat akan kekayaan budaya yang bisa dieksplorasi. Hal inilah yang membuat Patricia memilih batik Lasem sebagai motif utama dalam koleksinya.

"Bukan batiknya. Tapi budayanya. Yang jualan batik di sana itu rata-rata orang Chinese. Mereka yang menggambar batik. Lasem itu tidak hanya batiknya yang perlu dikenal tapi juga budayanya. Banyak motif batik yang bagus dan tidak ada yang cap, semua tulis," ungkap Patricia Andriani.

Ini bukan kali pertama Patricia Andriani menggunakan batik Lasem dalam koleksinya. Di koleksi pertama, Patricia mengaplikasikan batik lasem dengan warna-warna yang lebih netral sebagai bentuk pengenalan batik Lasem pada siluet kekinian.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Menghadirkan koleksi yang nyaman bagi traveler

Batik Lasem kini diangkat dengan siluet yang kekinian oleh desainer muda Indonesia (Foto: Vinsensia Dianawanti)

Kali ini, Patricia lebih menggunakan warna-warna yang lebih vibrant untuk koleksinya. Ia pun mengambil beberapa tekstur khas Eropa seperti plaids untuk dipadukan dengan batik Lasem. Patricia mengambil warna paling dominan dari kain batik yang hendak digunakan untuk dicarikan perpaduan yang khas dengan warna dan gaya Eropa.

Dengan tema "New Age of Lasem", Patricia Andriani mengaplikasikan batik Lasem pada bahan katun, lurik, dan semi wool untuk memberi kesan hangat. Menggunakan siluet loose fitting, koleksi kedua dari Patricia Andriani didedikasikan bagi para traveler untuk tetap tampil stylish namun nyaman.

Sentuhan desain asimetris dan tabrak motif yang menjadi andalan Patricia memberikan kesan modern pada batik Lasem yang klasik. Kehadiran New Age of Lasem membuat batik Lasem tidak hanya bisa digunakan untuk acara-acara formal. Melainkan juga bisa digunakan untuk sehari-hari, terutama ketika travelling.

Ingin memperkenalkan batik Lasem, Patricia Andriani akan menghadirkan koleksinya dalam sebuah pameran budaya Indonesische Culturele Maand yang berlangsung di kota Best, Belanda pada awal April 2020.

Pameran ini sendiri diselenggarakan oleh Stichting Hibiscus dengan tema "Lasem The Forgotten Heritage". Pameran budaya ini akan diisi oleh beragam kegiatan seperti pameran kerajinan Indonesia, fashion show, talkshow, hingga lomba membatik.

3 dari 3 halaman

Simak video berikut ini

#changemaker