Tidur dengan Selimut Tebal, Sudah Tahu Manfaatnya?

Endah Wijayanti diperbarui 21 Jun 2020, 16:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Tidur yang cukup dan nyenyak adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Dengan mendapat istirahat yang cukup, tubuh akan terasa lebih bugar dan bersemangat dalam beraktivitas seharian. Selain itu, kesehatan bisa terjaga dengan lebih baik. Sayangnya, bagi sebagian orang mendapat tidur yang nyenyak sulit dilakukan.

Saat mengalami insomnia, jangankan untuk mendapatkan tidur yang nyenyak, berusaha menutup mata untuk rileks agar cepat tidur pun rasanya bagai siksaan. Hanya bisa berguling kesana kemari di atas kasur. Tak kunjung bisa tidur meski sebenarnya tubuh terasa letih luar biasa.

2 dari 2 halaman

Tidur dengan Selimut Tebal

Tidur nyaman./Copyright shutterstock.com/g/deniskomarov

Untuk mengatasi insomnia ada banyak cara yang bisa dilakukan. Mulai dari mengatur pola makan dan pola minum hingga mengatur kondisi kamar tidur. Melansir self.com, salah satu cara yang cukup efektif untuk mengatasi insomnia adalah tidur dengan selimut tebal. Courtney Bancroft, Psy.D., seorang psikolog kesehatan klinis berlisensi dengan spesialisasi insomnia dan kesehatan tidur mengungkapkan bahwa memberi beban pada tubuh mengirimkan sinyal ke otak bahwa kita tak perlu terjaga menghadapi hal-hal berbahaya di sekitar kita. Selimut yang tebal dan berat sangat membantu orang-orang yang mengalami sindrom kaki gelisah karena beban dari selimut tersebut membantu kaki untuk diam dan tidak bergerak.

Selimut yang tebal dan berat bisa memberi kenyamanan dan keamanan tersendiri pada kita. Bagi yang sering mengalami insomnia, bisa coba memilih dan menggunakan selimut yang lebih tebal atau berat untuk bisa lebih cepat terlelap tidur. Hanya saja bila memiliki masalah medis seperti gangguan pernapasan atau memiliki sirkulasi darah yang buruk, perlu berkonsultasi dulu ke dokter.

Beberapa tips tambahan lain yang bisa dicoba untuk mengatasi insomnia dan mendapat tidur yang lebih nyenyak, antara lain mandi air hangat sebelum tidur, menonaktifkan semua gawai setidaknya satu jam sebelum jadwal tidur, mendapatkan sinar matahari pagi yang cukup, dan menghindari makanan serta minuman berkafein. Jika masalah insomnia tak kunjung sembuh, periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang lebih tepat.

#ChangeMaker