IDI Papua Suarakan dan Meminta Keamanan-Keselamatan Tenaga Kesehatan di Papua

Annissa Wulan diperbarui 20 Sep 2021, 09:32 WIB

Fimela.com, Jakarta Terkait dengan kejadian pembakaran fasilitas kesehatan oleh kelompok kriminal bersenjata di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua pada awal pekan lalu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua mengecam tindakan tersebut. Kejadian yang mengakibatkan sejumlah tenaga kesehatan terluka, bahkan ada yang meninggal dunia, membuat IDI Papua menyerukan pernyataan sikap meminta jaminan keamanan dan keselamatan bagi tenaga kesehatan medis, demi kelancaran pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Papua.

Lewat pernyataan tertulis yang ditujukan kepada Gubernur Papua, Ketua IDI Wilayah Papua dr Donald Aronggear, SpB(K) meminta kepada pemerintah daerah provinsi Papua, beserta TNI-POLRI mejamin keamanan dan keselamatan tenaga kesehatan yang bertugas di seluruh wilayah Papua. Pihak IDI Papua juga meminta koordinasi dengan pemerintah kotamadya/kabupaten, para tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk ikut terlibat dalam menjaga keamanan para tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas.

Mereka berharap agar kejadian serupa tidak lagi berulang, sehingga tenaga kesehatan bisa memberikan pelayanan dengan tenang, tanpa ada tekanan, maupun rasa takut. Dalam jumpa pers virtual yang diadakan Tim Mitigasi IDI dan IDI Wilayah Papua, dr Donald juga menjelaskan bahwa berkurangnya tenaga kesehatan medis di wilayah manapun di Papua, terutama di wilayah pedalaman akan sangat berdampak terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan, terutama di tengah situasi pandemi.

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

IDI Papua serukan dan meminta jaminan akan keamanan dan keselamatan para tenaga kesehatan di wilayah Papua

IDI Papua serukan dan meminta jaminan akan keamanan dan keselamatan para tenaga kesehatan di wilayah Papua, selama mereka menjalankan tugas di sana.

IDI Papua bersama 250 tenaga kesehatan juga sempat menggelar aksi berjalan kaki damai (long march) mengelilingi jalan protokol di Oksibil, Ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Acara ini adalah ungkapan rasa dukacita dan penghormatan bagi Gabriella Meilani, perawat Puskesmas Kiwirok yang menjadi korban serangan kelompok kriminal bersenjata.

Para tenaga kesehatan memasang pita hitam dan menyalakan 1.000 lilin di sepanjang jalan sebagai tanda duka. Saat ini, seluruh tenaga kesehatan yang selamat dari fasilitas kesehatan tersebut dievakuasi ke Jayapura.

IDI Papua serukan dan meminta jaminan akan keamanan dan keselamatan para tenaga kesehatan di wilayah Papua, selama mereka menjalankan tugas di sana.

#Elevate Women