Manfaat dan Efek Samping Daun Kelor yang Sedikit Orang Tahu

Fimela Reporter diperbarui 23 Mei 2023, 19:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Daun kelor, daun yang berasal dari pohon Moringa oleifera, pohon yang terkenal dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasinya memberikan dampak positif untuk kesehatan tubuh. Disebut juga dengan sebutan pohon paha, pohon ajaib, pohon minyak ben, atau pohon lobak, daun kelor sudah dipercaya sejak berabad-abad tahun yang lalu sebagai pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai permasalahan kesehatan. Disebut dengan pohon ajaib karena pada dasarnya dimulai dari akar, daun, buah, hingga getah dari pohon kelor memiliki khasiatnya masing-masing. 

Tak heran mengapa daun kelor digunakan sebagai pengobatan tradisional selama bertahun-tahun. Kandungan dari daun kelor yang kaya akan nutrisi, tidak kalah dari sayuran lainnya seperti wortel, jeruk bahkan susu dalam hal nilai gizi. Kulit kayu, daun, bunga, buah, biji dan minyak pohon ini dapat digunakan. Umumnya, daun kelor banyak digunakan sebagai bahan masakan India dan digunakan dalam berbagai cara. Untuk mengonsumsinya dengan mudah bisa dicampurkan ke dalam jus harian atau membuatnya menjadi sayuran tumis. Namun, jika dikonsumsi dalam bentuk apa adanya juga tidak memunculkan masalah. 

Dikutip dari Medical News Today, manfaat dari penggunaan daun kelor untuk kesehatan termasuk mengobati dan mencegah penyakit seperti anemia, radang sendi, penyakit hati dan jantung, serta gangguan pernapasan, kulit dan pencernaan. Tak hanya itu, daun kelor juga bisa mempercepat penyembuhan luka hingga menjaga kadar glukosa darah. Lebih lengkapnya simak dibawah ini untuk efek daun kelor pada kesehatan tubuh. 

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Menjaga kolesterol

Makanan berlemak penyebab kolesterol tinggi. (unsplash.com/@freestocks)

Daun kelor bisa melindungi seseorang yang memiliki kolesterol tinggi. Penyakit ini cenderung disebabkan karena konsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak, seperti daging merah, fast food, dan makanan goreng-gorengan. Kandungan quercetin pada daun kelor dapat membantu melindungi kesehatan jantung, mencegah pembentukan dan peradangan lipid, yang keduanya dapat menyebabkan penyakit jantung. Ini terbukti bahwa seseorang yang mengonsumsi daun kelor lebih banyak memiliki kadar kolesterol dan trigliserida yang lebih rendah dan lebih sedikit peradangan di hati mereka.

Mencegah dan mengobati kanker

Selain menjaga kolesterol, daun kelor juga memiliki kandungan yang bisa membantu mencegah datangnya penyakit berbahaya, seperti kanker. Kandungan tersebut adalah niazimicin, senyawa yang menghambat sel kanker untuk berkembang. Ini juga menunjukkan sifat antitumor pada sel kanker, seperti kanker payudara, prostat, hati, dan usus. Meskipun ada potensi untuk menghambat dan digunakan sebagai pengobatan tradisional alternatif penyakit kanker, tetap harus mendapatkan pengobatan lebih intensif lagi dari medis. 

3 dari 4 halaman

Menurunkan kadar Gula Darah

Ilustrasi cek gula darah. (pexels.com/@wdnet)

Diabetes adalah salah satu penyakit populer yang diderita banyak orang, disebabkan karena kadar gula darah yang tinggi. Ini bisa memicu banyak masalah kesehatan lainnya yang lebih serius, termasuk penyakit jantung. Dilansir dari Healthline, daun kelor bisa menurunkan kadar gula darah. Dari beberapa penelitian yang dilakukan, terbukti seseorang yang mengonsumsi daun kelor setiap hari menunjukkan penurunan kadar gula darah yang signifikan. 

Mengatasi gangguan pencernaan

Selain bermanfaat untuk pengobatan berbagai penyakit seperti diabetes, kanker, ataupun penyakit jantung, daun kelor juga bisa untuk mengobati beberapa gangguan lambung. Kelor dapat membantu mencegah kolitis ulserativa karena efek anti-inflamasinya dapat melindungi sistem pencernaan dari kerusakan. Pada dasarnya, daun kelor memiliki efek pencahar, yaitu obat untuk mengatasi perut sembelit yang susah BAB, sehingga menjadikannya sebagai pilihan untuk melancarkan pencernaan. 

4 dari 4 halaman

Meningkatkan kesehatan otak

Efek samping dari daun kelor. (unsplash.com/@sasun1990)

Kandungan antioksidan pada daun kelor mampu mengurangi degenerasi neuron dan meningkatkan fungsi otak. Ini bisa memberikan perlindungan terhadap gejala penyakit demensia dan alzheimer untuk meningkatkan fungsi kognitif dan memori, umum diderita oleh seseorang yang telah berumur. Anti-inflamasi dalam daun kelor juga mampu melindungi otak dari kerusakan sel dan memperbaiki fungsi otak yang terganggu. 

Efek samping daun kelor

Disamping semua manfaatnya yang beragam, namun perlu berhati-hati sebelum mengonsumsinya. Seperti yang sudah diketahui, daun kelor memiliki efek pencahar yang bisa membuat BAB lancar, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak bisa menyebabkan diare, sakit perut berkepanjangan, dan mulas. Selain itu, bagi yang belum pernah merasakan daun kelor mungkin akan merasa mual dan refleks muntah karena belum terbiasa dengan rasanya. 

Ibu hamil sebaiknya menghindari konsumsi daun kelor, bahan kimia yang ditemukan di akar, bunga, dan kulit kayu dapat menyebabkan kontraksi rahim pada ibu hamil. Ini dapat meningkatkan risiko keguguran.

 

*Penulis: Balqis Dhia.

 

 

#Breaking Boundaries