Anak Sering Merasa Cemas? Ketahui 7 Cara Berikut untuk Mengatasinya

Fimela Reporter diperbarui 31 Agu 2023, 10:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Ketika anak-anak semakin bertumbuh dewasa, mereka akan mempelajari banyak hal baru. Maka dari itu, rasa cemas yang dimiliki oleh anak-anak merupakan hal yang wajar terjadi. Namun, perasaan itu menjadi sesuatu yang sulit untuk dikendalikan karena adanya rasa takut dan bingung ketika sedang menghadapinya.

Pengendalian emosi menjadi salah satu pelajaran baru yang harus ditanamkan pada anak sejak kecil.  Sebagai orang tua, maka penting untuk memahami dan mengatasi rasa cemas tersebut agar bisa membantu mereka. Cara sederhananya yaitu dengan menenangkan dan mengajarkan mereka secara perlahan-lahan.

Rasa cemas pada anak bisa muncul dalam berbagai situasi,apalagi saat sedang beradaptasi dengan lingkungan baru. Perasaan tersebut merupakan respons alami terhadap peristiwa, perubahan, atau tantangan besar. Bahkan, bagi orang dewasa pun rasa cemas sesekali dapat dengan mudah muncul begitu saja. Seorang anak bisa merasa gugup ketika bertemu dengan sesuatu yang baru, ditinggalkan sebentar oleh orang tua atau pengasuh, takut gagal, atau takut dengan hal yang ada di sekitar mereka. 

Oleh karena itu, saat anak merasa cemas, Mom bisa membantu mengatasi dan membantu mereka untuk menunjukkan rasa cemas tersebut melalui cara-cara berikut ini : 

What's On Fimela
2 dari 8 halaman

1. Bantu Anak untuk Mengungkapkan Perasaannya

Ilustrasi ibu dan anak/copyright freepik/racool-studio

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah membantu anak untuk mengidentifikasi dan menyebutkan perasaannya. Dengan cara ini, Mom bisa bekerja sama dengan anak agar bisa mencari tahu apa yang sedang dirasakan. Dimulai dengan berempati, bantulah mereka untuk memahami apa yang sedang dicemaskan. Selanjutnya, dukung mereka agar bisa menghadapi rasa cemasnya. Mom bisa sampaikan pesan atau kata-kata yang membuat mereka tenang.

Dilansir dari laman pbskids, Mom juga bisa membantu mereka dengan mengatakan sesuatu melalui pernyataan "kamu", contohnya "kamu sulit tidur" atau "kamu merasa takut" supaya anak bisa menyebutkan perasaannya dengan baik. Terlebih lagi, rasa cemas bisa muncul bersama dengan perasaan lainnya, seperti kesedihan, ketakutan, bahkan kemarahan. Dengan membicarakan bagaimana rasa khawatir muncul pada diri mereka, maka Mom bisa memahami perasaannya.

3 dari 8 halaman

2. Mengetahui penyebab dari rasa cemas

Rasa cemas pada anak/copyright freepik

Semua rasa cemas pasti ada penyebabnya. Maka, perlu untuk tahu dari mana asalnya rasa cemas tersebut bermula. Tidak boleh melalui asumsi semata, tetapi harus melalui pertanyaan sederhana yang diberikan pada anak. Bisa saja kecemasan mereka tidak masuk akal atau mungkin sesuatu yang baru, tetapi tetap ajak anak untuk berdiskusi dan mengingatkan pada mereka bahwa mereka aman dan tidak apa-apa untuk merasa cemas sejenak. 

4 dari 8 halaman

3. Dengarkan mereka dengan sabar

Ilustrasi ibu dan anak/copyright freepik/jcomp

Agar dapat mengetahui penyebab dan apa yang dirasakan oleh anak, ada baiknya untuk mendengarkannya dengan penuh perhatian. Berikan mereka waktu untuk menuangkan semua pikiran dan perasaannya ke dalam kata - kata. Lalu, ajukan banyak pertanyaan agar bisa memberikan kesempatan mereka untuk mengeluarkannya lebih banyak lagi. 

Disarankan agar tidak terlalu cepat untuk memberikan saran sampai mereka telah selesai untuk menceritakan segala perasaannya. Biarkan mereka tau bahwa Mom juga memahaminya. Oleh karenanya, perlu untuk mendengarkan dengan tenang dan sabar mengenai apa pun yang mereka katakan sepenuhnya. 

5 dari 8 halaman

4. Membantu mereka untuk mengendalikannya

Rasa cemas perlu untuk dikendalikan/copyright freepik/tirachardz

Ada baiknya untuk tidak langsung menyelesaikan masalah, tetapi bantu anak untuk bisa dan mampu mengendalikan rasa cemasnya. Cobalah untuk menerapkan berbagai strategi sampai anak bisa menyebutkan dan membicarakan rasa cemasnya. Ajak anak untuk memikirkan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Jika mereka sudah menyampaikannya, maka dukung ide yang yang telah disampaikan, bicarakan bersama secara perlahan-lahan, dan cobalah untuk mulai melakukannya.

Lebih baik untuk selalu menyampaikan pada mereka bahwa mereka akan baik-baik saja dan mereka mampu mengatasi segala kecemasan dan ketakutan itu dengan baik. Selalu ingatkan mereka untuk mengendalikan pernapasan dan menenangkan pikiran mereka.

6 dari 8 halaman

5. Menghabiskan waktu bersama

Ilustrasi bermain bersama anak/copyright freepik

Kebersamaan menjadi kunci penting agar anak tidak merasa sendirian. Cobalah untuk habiskan waktu bersama setiap harinya, walaupun hanya dalam beberapa menit. Bisa dengan melakukan hal-hal kecil yang disukai, mulai dari berjalan-jalan, memasak,makan bersama, dan bermain. Hal ini bisa dilakukan untuk mengurangi rasa cemas pada anak dan membuat hubungan di antara orang tua dan anak agar tetap kuat dan positif. Ketika anak sudah merasakan kepercayaan dan kebersamaan tersebut, maka anak dapat terbuka secara alami dan langsung mengungkapkan apa yang sedang dirasakan.

7 dari 8 halaman

6. Fokus pada Hal - Hal yang Baik

Fokus pada hal baik/copyright freepik

Tidak ada salahnya ketika membicarakan rasa cemas, tetapi Mom juga bisa membantu anak dengan fokus pada hal-hal baik yang dapat terjadi. Dengan membantu mereka mengharapkan sesuatu yang baik, maka mereka juga akan merasa tenang.

Dilansir dari kidshealth, Mom bisa meminta anak untuk menceritakan apa yang berjalan dengan baik dan apa yang sedang mereka nantikan. Cobalah untuk saling bercerita mengenai pengalaman baik yang pernah terjadi dengan mereka.

8 dari 8 halaman

7. Berikan Mereka Semangat

Berikan pujian untuk anak/copyright freepik

Rasa cemas memang terasa begitu membebani. Pada saat seperti itu, cobalah untuk memberikan semangat, berupa pujian dari usaha dan perkembangan yang telah dilakukan oleh anak. Tak hanya itu, Mom juga bisa memberikan sesuatu supaya mereka  merasa rileks dan tidak lagi merasakan kekhawatiran yang berlebihan. Pencapaian apa pun, walaupun berbentuk hal kecil sedikit pun tidak ada salahnya untuk tetap dirayakan. 

Dengan cara tersebut, maka Mom bisa membantu anak untuk mengatasi rasa cemasnya agar tidak berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Peran orang tua untuk melatih emosi, terutama di usianya yang masih muda tentunya penting agar anak bisa berkembang menjadi lebih baik lagi. 

 

 

Penulis : Syifa Azzahra