Anakmu Punya Media Sosial? Ini Usia Ideal dan Tips Bijak Pengawasan Orangtua

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 29 November 2025, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, sosial media seperti Instagram dan TikTok sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang, termasuk anak-anak. Akses informasi yang semakin mudah di akses membuat banyak orangtua menjadi was-was. Tapi, sebenarnya anak di umur berapa diperbolehkan untuk bermain sosial media?

Dilansir dari berbagai sumber termasuk salah satunya adalah Child Mind Institute, anak-anak cenderung cepat beradaptasi dengan teknologi digital. Mereka dengan mudah mengakses game, musik, video, hingga media sosial. Namun, para ahli menyarankan agar orangtua tidak tergesa-gesa dalam memberikan akses sosial media kepada anak.

Melihat berbagai temuan penelitian dan kebijakan platform, sebaiknya orangtua menunda penggunaan sosial media hingga anak berusia setidaknya 13 tahun. Langkah ini bisa membantu mereka lebih siap secara mental dan mengurangi risiko paparan konten negatif

Apabila anak diberikan akses terlalu dini, hal ini dapat membuat anak menjadi lebih rentan terhadap komentar negatif yang dapat berujung pada rusaknya kepercayaan dirinya. Selain itu, ia juga akan mudah terpapar konten yang sebenarnya belum sesuai dengan umurnya dan dapat berakibat pada kecanduan layar atau bahkan kesulitan dalam mengatur waktu.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Tips Pengawasan Orangtua

Dengan mengikuti tips pengawasan ini, diharapkan anak nantinya dampak terhindari dari efek negatif bermedia sosial. [Dok/freepik.com

Sahabat Fimela, apabila kamu memutuskan untuk memperkenalkan media sosial kepada anak, penting untuk melakukan pengawasan secara aktif. Dibawah ini beberapa tips pengawasannya:

1. Buat Aturan yang Jelas

Jelaskan sejak awal apa saja perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan di media sosial. Misalnya, tidak membagikan informasi pribadi, tidak berinteraksi dengan orang asing, dan tidak memposting hal yang bersifat sensitif. 

2. Mulai dengan Satu Platform

Alih-alih langsung memberikan akses ke semua aplikasi, perkenalkan satu platform terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu bisa memantau perilaku anak secara lebih mudah.

3. Pantau Aktivitas Bersama

Luangkan waktu untuk melihat feed atau konten yang mereka akses. Diskusikan bersama apa yang pantas dan tidak pantas. Hal ini bukan hanya membangun kebiasaan yang sehat, tapi juga mendekatkan hubungan orangtua dan anak.

 

3 dari 3 halaman

4. Gunakan Fitur Parental Control

Dengan mengikuti tips menggunakan fitur parental control, mengajarkan keseimbangan dan menegaskan konsekuensi diharapkan anak dapat terhindar dari efek negatif bersosial media. [Dok/freepik.com]

Platform seperti TikTok dan Instagram kini memiliki pengaturan Family Pairing yang memungkinkan orangtua membatasi screen time, mematikan komentar, hingga memblokir pesan langsung.

5. Ajarkan Keseimbangan

Bantu anak memahami bahwa media sosial hanyalah salah satu bagian dari kehidupan mereka. Tetap dorong aktivitas offline seperti berolahraga, bertemu teman secara langsung, dan mengerjakan hobi kreatif.

6. Tegaskan Konsekuensi

Buat kesepakatan sejak awal bahwa jika aturan dilanggar, akses akan dibatasi atau aplikasi dihapus. Ini akan mengajarkan anak untuk bertanggung jawab atas perilakunya di dunia digital.