Mana yang Lebih Nyaman untuk Olahraga? Dry Fit, Polyester, atau Katun

Nazwa Putri KurniawanDiterbitkan 24 Januari 2026, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Memilih pakaian untuk olahraga tidak sekadar soal warna atau model yang menarik. Jenis kain yang dipakai memegang peran besar dalam menjaga kenyamanan, terutama saat tubuh berkeringat dan bergerak aktif. Di antara berbagai pilihan, dry fit, polyester, dan katun menjadi tiga bahan yang paling sering digunakan. Masing-masing memiliki sifat unik dalam menyerap keringat, menjaga sirkulasi udara, sehingga memengaruhi kenyamanan dan performa saat olahraga.

Berdasarkan sumber dari veetrends.com, dry fit dikenal sebagai bahan modern yang ringan, elastis, dan cepat kering, sehingga kerap menjadi favorit merek-merek pakaian olahraga. Polyester, meskipun mirip, unggul dalam hal ketahanan dan tidak mudah kusut, menjadikannya pilihan populer untuk aktivitas luar ruangan. Sementara itu, katun tetap digemari karena kelembutannya dan rasa nyaman di kulit, meski dianggap kurang efektif dalam mengatasi keringat saat latihan intens. Mengetahui perbedaan ini membantu kita menentukan bahan yang sesuai dengan jenis olahraga dan kebutuhan tubuh.

Artikel ini akan membahas kelebihan serta kekurangan ketiga bahan tersebut agar kamu dapat menemukan pilihan yang paling nyaman. Dengan memahami karakteristik dry fit, polyester, dan katun, kamu bisa olahraga dengan lebih bebas tanpa merasa gerah atau terbebani oleh kain yang berat. Memilih bahan yang tepat tidak hanya menunjang kenyamanan, tetapi juga membantu menjaga tubuh tetap sejuk dan mendukung performa optimal.

2 dari 4 halaman

Dry fit

Tahan lama, cepat kering, dan mudah dirawat, bahan ini ideal untuk aktivitas intens meski bisa kurang nyaman bagi kulit sensitif. (Foto: Jcomp/Freepik)

Dry fit merupakan jenis kain yang dirancang khusus untuk menunjang aktivitas olahraga dengan memberikan kenyamanan optimal. Terbuat dari campuran serat sintetis seperti polyester atau spandex, bahan ini memiliki kemampuan moisture-wicking, yaitu menyerap sekaligus mengalirkan keringat ke lapisan luar kain agar cepat menguap. Fitur ini membantu menjaga tubuh tetap kering dan sejuk, bahkan saat berlatih di bawah cuaca panas atau dalam durasi yang lama. Teksturnya yang ringan dan lentur membuat pakaian dry fit tidak menghambat gerakan, sehingga cocok untuk olahraga yang menuntut kelincahan dan fleksibilitas.

Keunggulan lain dari dry fit adalah ketahanannya yang baik dan perawatannya yang praktis. Bahan ini tidak mudah kusut, cepat kering setelah dicuci, serta tetap menjaga bentuk meskipun sering dipakai. Hal ini menjadikannya pilihan favorit para atlet maupun pecinta olahraga sehari-hari. Meski begitu, bagi sebagian orang dengan kulit sensitif, kain sintetis ini terkadang menimbulkan rasa panas atau sedikit iritasi jika tidak dilapisi bahan yang lebih lembut. Meski ada kekurangan tersebut, dry fit tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang mengutamakan kenyamanan dan performa saat berolahraga.

3 dari 4 halaman

Polyester

Polyester adalah bahan olahraga ringan, tahan kusut, dan awet dengan warna yang tidak mudah pudar. Meski kurang menyerap keringat, bahan ini praktis dirawat dan cocok untuk aktivitas luar ruangan. (Foto: lifeforstock/Freepik)

Polyester merupakan bahan sintetis yang dikenal karena kekuatan dan bobotnya yang ringan. Kain ini memiliki sifat tidak mudah menyerap air, sehingga pakaian tetap terasa ringan meskipun terkena keringat atau percikan air saat beraktivitas. Polyester juga tahan kusut dan tidak mudah melar, menjadikannya pilihan favorit untuk pakaian olahraga, terutama bagi mereka yang sering berlatih di luar ruangan atau memerlukan pakaian yang awet untuk pemakaian jangka panjang. Selain itu, serat polyester mampu mempertahankan warna agar tidak cepat pudar meskipun sering dicuci atau terpapar sinar matahari langsung, sehingga pakaian tetap terlihat rapi dan menarik.

Kelebihan lain dari polyester adalah mudah dirawat serta tahan terhadap kelembaban, sehingga tidak mudah berjamur atau berbau apek. Meski begitu, kemampuan menyerap keringatnya masih kalah dibandingkan dry fit, sehingga bisa terasa panas atau lengket saat digunakan untuk olahraga intens. Untuk mengatasi hal ini, banyak produsen menambahkan teknologi moisture-wicking atau memadukannya dengan bahan lain agar lebih nyaman dipakai. Berkat daya tahan, kepraktisan, dan tampilannya yang rapi, polyester menjadi pilihan tepat bagi yang menginginkan pakaian olahraga yang awet, ringan, dan mudah dirawat.

4 dari 4 halaman

Katun

Katun adalah bahan alami yang lembut, nyaman, dan menyerap keringat dengan baik, cocok untuk olahraga ringan. Namun, kain ini mudah , berat, dan lama kering saat digunakan untuk aktivitas intens. (Foto: mdjaff/Freepik)

Katun merupakan bahan alami yang terkenal karena kelembutannya dan kenyamanannya di kulit, sehingga banyak dipilih untuk pakaian sehari-hari maupun olahraga ringan. Kain ini mampu menyerap keringat dengan baik, memberikan sensasi adem dan nyaman saat dikenakan. Teksturnya yang halus juga jarang menimbulkan iritasi, menjadikannya aman untuk kulit sensitif. Karena itulah, katun sering menjadi pilihan untuk aktivitas santai seperti yoga, pilates, atau jalan kaki yang tidak memerlukan gerakan intens.

Namun, katun memiliki kelemahan dalam proses penguapan keringat. Saat dipakai untuk olahraga berat, kain ini cenderung menyimpan keringat sehingga menjadi lembab dan terasa lebih berat. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh gerah dan berpotensi menimbulkan bau tidak sedap jika dipakai terlalu lama. Katun juga mudah kusut serta membutuhkan waktu lebih lama untuk kering setelah dicuci. Meskipun demikian, bagi mereka yang mengutamakan kelembutan dan kenyamanan alami untuk aktivitas ringan, katun tetap menjadi pilihan klasik yang tidak lekang oleh waktu.