Siklus Tidur Pendek Bikin Rewel? Apa yang Harus Dilakukan Saat Bayi Anda Bangun Setiap Jam

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 19 November 2025, 21:35 WIB

ringkasan

  • Bayi sering terbangun setiap jam karena kelaparan, kelelahan, siklus tidur pendek, asosiasi tidur, atau ketidaknyamanan seperti tumbuh gigi dan penyakit.
  • Strategi efektif meliputi optimasi pemberian makan, rutinitas tidur konsisten, lingkungan tidur ideal, serta mendorong keterampilan tidur mandiri.
  • Penting untuk mengatasi ketidaknyamanan, menyesuaikan jadwal tidur siang, memperkuat koneksi dengan bayi, dan berkonsultasi dengan dokter jika pola tidur tidak membaik.

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, apakah si Kecil sering terbangun setiap jam di malam hari? Kondisi ini tentu sangat menguras energi orang tua, menciptakan kelelahan yang luar biasa. Memahami penyebabnya adalah langkah awal untuk menemukan solusi terbaik.

Bayi yang sering terbangun ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kebutuhan dasar hingga perkembangan alami. Hal ini umum terjadi, terutama pada bayi baru lahir dengan siklus tidur yang masih pendek. Jangan khawatir, ada banyak strategi efektif yang bisa diterapkan.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengapa bayi Anda mungkin terbangun setiap jam. Kami juga akan memberikan panduan langkah demi langkah tentang apa yang harus dilakukan saat bayi Anda bangun setiap jam agar si kecil dan orangtua bisa istirahat. Tujuannya agar tidur si Kecil lebih nyenyak dan Anda pun bisa beristirahat optimal.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Mengapa Si Kecil Sering Terbangun Setiap Jam?

Siklus tidur bayi yang masih pendek, sekitar kurang dari 60 menit, membuat mereka mudah terbangun. (Photo by Gustavo Cultivo on Unsplash)

Kelaparan menjadi alasan utama bayi sering terbangun, terutama bagi bayi baru lahir yang memiliki perut kecil. Mereka tidak bisa makan cukup untuk kenyang lebih dari beberapa jam. Bayi yang diberi ASI biasanya menyusu setiap 2-3 jam, sementara bayi formula setiap 3-4 jam, dan ini bisa lebih sering saat masa percepatan pertumbuhan.

Kondisi kelelahan juga bisa menjadi pemicu. Bayi yang terlalu lelah cenderung tidak tidur nyenyak karena respons fight-or-flight memicu pelepasan kortisol, hormon yang membuat mereka tetap waspada. Sebaliknya, bayi yang kurang lelah karena terlalu banyak tidur siang juga bisa kesulitan tidur malam.

Siklus tidur bayi yang masih pendek, sekitar kurang dari 60 menit, membuat mereka mudah terbangun. Sekitar usia 4 bulan, banyak bayi mengalami regresi tidur di mana mereka kembali terbangun setiap 1-2 jam karena siklus tidur mereka mulai matang. Pada usia ini, bayi juga lebih sensitif terhadap gangguan lingkungan.

Asosiasi tidur, seperti membutuhkan makan atau diayun untuk tertidur, juga berperan. Jika bayi terbiasa dengan metode eksternal ini saat akan tidur, mereka akan kesulitan kembali tidur secara mandiri di antara siklus tidur.

3 dari 4 halaman

Mengoptimalkan Lingkungan dan Rutinitas Tidur Bayi

Salah satu langkah penting adalah mengoptimalkan pemberian makan. Jika bayi Anda sering terbangun setiap jam, tingkatkan frekuensi dan porsi makan di siang hari. Pastikan si Kecil mendapatkan asupan cukup setiap 2-3 jam di siang hari. Anda juga bisa mencoba dream feed, yaitu menyusui bayi antara pukul 10 malam dan tengah malam sebelum Anda tidur.

Membangun rutinitas tidur yang konsisten sangat membantu. Sebagian besar bayi merespons baik rutinitas sekitar usia 6-8 minggu. Mulailah rutinitas menenangkan sekitar 20-30 menit sebelum tidur, seperti mandi air hangat, pijatan lembut, membaca cerita, atau menyanyikan lagu pengantar tidur. Konsistensi akan menenangkan si Kecil.

Optimalkan lingkungan tidur bayi untuk mendukung tidur nyenyak. Pastikan kamar gelap gulita, karena ini membantu bayi kembali tidur di antara siklus. Suhu ruangan juga krusial; jaga suhu antara 20-22 derajat Celcius. Selain itu, gunakan white noise sepanjang malam untuk menutupi suara-suara yang mengganggu dan menciptakan suasana tenang.

4 dari 4 halaman

Strategi Mengatasi Ketidaknyamanan dan Mendorong Tidur Mandiri

Ketidaknyamanan fisik seringkali menjadi penyebab bayi terbangun. Jika bayi tumbuh gigi, pijat gusi dengan jari bersih atau berikan cincin tumbuh gigi karet. Untuk refluks atau masalah perut, jaga bayi tetap tegak selama 20-30 menit setelah makan. Penyakit akut seperti flu atau infeksi telinga juga bisa mengganggu tidur, jadi perhatikan tanda-tandanya. Pastikan pakaian dan kasur bayi juga nyaman.

Mendorong keterampilan tidur mandiri adalah kunci. Mulailah dengan menidurkan bayi dalam keadaan mengantuk tapi terjaga di waktu tidur. Ini membantu mereka belajar untuk menenangkan diri sendiri. Jangan terburu-buru masuk saat bayi mengeluarkan suara atau bergerak di antara siklus tidur. Beri mereka waktu sebentar; kadang mereka bisa kembali tidur tanpa bantuan.

Sesuaikan tidur siang dan wake windows bayi Anda. Terlalu banyak tidur siang atau tidur pada waktu yang salah adalah alasan umum bayi sering terbangun di malam hari. Perhatikan tanda-tanda kelelahan bayi dan tidurkan mereka sebelum terlalu lelah, agar tidur malam lebih berkualitas.

Fokus pada koneksi dengan si Kecil di siang hari juga sangat penting. Jika bayi tidak mendapatkan cukup perhatian dan koneksi, mereka mungkin mencari lebih banyak di malam hari. Prioritaskan skin-to-skin, berbagi mandi, menyusui, bermain bersama, atau menari. Jika bayi Anda terus terbangun setiap jam tanpa periode tidur nyenyak yang lebih lama, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Dokter dapat membantu menyingkirkan masalah kesehatan mendasar dan memberikan panduan terbaik.