Tanda Masalah Kesehatan yang Muncul Saat Bangun Tidur dan Perlu Diwaspadai

Siti Nur ArishaDiterbitkan 16 Januari 2026, 21:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, bangun tidur seharusnya menjadi momen ketika tubuh terasa segar dan siap menjalani hari. Namun, banyak orang justru merasakan hal sebaliknya yaitu tubuh terasa lemas, kepala berat, hingga sulit berkonsentrasi. Kondisi ini memang dapat terjadi sesekali, tetapi jika berlangsung terus-menerus, bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang memberi sinyal tertentu.

Rasa lelah saat bangun tidur tidak hanya disebabkan oleh kurang tidur. Faktor gaya hidup, kualitas tidur yang buruk, gangguan tidur, hingga kondisi kesehatan tertentu dapat memengaruhi bagaimana tubuh memulihkan energi saat malam hari. Ketika proses ini terganggu, pagi hari dapat terasa berat meskipun seseorang sudah tidur cukup lama.

Dilansir dari Medical News Today, bangun tidur dalam keadaan lelah bisa berkaitan dengan gangguan tidur, kurangnya kebiasaan tidur yang baik, hingga adanya kondisi medis yang mempengaruhi kualitas istirahat. Memahami penyebabnya sangat penting agar langkah penanganan bisa dilakukan sejak dini.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Apa Saja Penyebab Rasa Lelah Setelah Bangun Tidur?

Bangun tidur dalam keadaan tidak bertenaga bisa dipicu oleh banyak hal. Penyebabnya dapat berasal dari kebiasaan sehari-hari, lingkungan tidur yang kurang ideal, atau kondisi medis yang memerlukan perhatian lebih. (foto/dok: freepik)

Bangun tidur dalam keadaan tidak bertenaga bisa dipicu oleh banyak hal. Penyebabnya dapat berasal dari kebiasaan sehari-hari, lingkungan tidur yang kurang ideal, atau kondisi medis yang memerlukan perhatian lebih. Mengenali sumber masalahnya menjadi langkah pertama untuk memperbaiki kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.

Sleep Inertia (Rasa Linglung Setelah Bangun Tidur)

Sleep inertia adalah kondisi ketika tubuh dan otak masih “setengah tidur” saat baru terbangun, terutama jika seseorang bangun mendadak dari fase tidur yang dalam. Gejalanya meliputi rasa pusing, bingung, sulit fokus, hingga lambat dalam mengambil keputusan. Kondisi ini bisa berlangsung sekitar 15–30 menit sampai kewaspadaan kembali normal.

Fenomena ini terjadi karena bagian otak yang mengatur pengambilan keputusan dan kontrol diri membutuhkan waktu lebih lama untuk aktif sepenuhnya setelah tidur.

Kebiasaan Tidur yang Buruk

Pola tidur yang berantakan dapat membuat tubuh sulit beristirahat dengan baik. Tidak memiliki jadwal tidur yang konsisten, sering tidur siang terlalu lama, atau terbiasa menatap layar ponsel sebelum tidur bisa menurunkan kualitas tidur.

Lingkungan kamar yang terlalu terang, bising, atau suhu yang tidak nyaman juga berdampak besar. Bahkan pemilihan kasur dan bantal yang tidak sesuai dapat memengaruhi kondisi tubuh saat terbangun.

Faktor Gaya Hidup dan Pola Makan

Gaya hidup ternyata memiliki pengaruh besar terhadap energi saat bangun tidur. Kurang berolahraga membuat tubuh tidak cukup lelah untuk tidur nyenyak, sementara olahraga yang terlalu dekat dengan waktu tidur justru membuat tubuh tetap terjaga.

Asupan makanan juga berperan. Makan makanan berlemak atau pedas menjelang tidur dapat mengganggu pencernaan dan membuat tidur tidak nyaman. Begitu pula konsumsi kafein atau alkohol yang dapat mengurangi kualitas tidur dan membuat seseorang merasa lelah keesokan paginya.

Gangguan Tidur yang Menyebabkan Lelah Saat Bangun

Jika kebiasaan tidur dan gaya hidup sudah cukup baik namun rasa lelah tetap muncul setiap pagi, gangguan tidur mungkin menjadi penyebabnya. Beberapa gangguan ini membutuhkan penanganan medis.

  • Sleep apnea menyebabkan pernapasan terhenti sejenak saat tidur dan dapat memicu mendengkur, terbangun dengan rasa tercekik, hingga sakit kepala di pagi hari.
  • Insomnia membuat seseorang sulit tidur atau mudah terbangun sehingga waktu tidur tidak terpenuhi.
  • Restless legs syndrome menimbulkan sensasi tidak nyaman pada kaki yang memicu keinginan kuat untuk menggerakkannya, mengganggu kualitas tidur.
  • Periodic limb movements disorder (PLMD) membuat anggota tubuh bergerak tanpa sadar saat tidur, menyebabkan tidur tidak pulih dengan baik.
  • Bruxism, yaitu kebiasaan menggeretakkan gigi, juga dapat mengakibatkan sakit kepala, nyeri rahang, dan gangguan tidur lainnya.
3 dari 3 halaman

Kondisi Kesehatan yang Menyebabkan Bangun dengan Lelah

Dalam beberapa kasus, rasa lelah saat bangun bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu. Kondisi ini sering disertai gejala tambahan yang mendukung diagnosis. (foto/dok: freepik)

Dalam beberapa kasus, rasa lelah saat bangun bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu. Kondisi ini sering disertai gejala tambahan yang mendukung diagnosis.

  • Anemia dapat menyebabkan tubuh terasa lemah, pusing, dan tampak pucat, serta membuat seseorang merasa kehabisan energi meskipun baru bangun tidur.
  • Kecemasan dapat mengacaukan pola tidur dan membuat otot tetap tegang sepanjang malam sehingga kualitas tidur menurun.
  • Chronic fatigue syndrome (CFS) membuat penderitanya tetap merasa sangat lelah bahkan setelah tidur panjang, disertai gangguan konsentrasi dan nyeri otot.
  • Depresi juga dapat membuat tidur menjadi tidak nyenyak, memengaruhi energi dan suasana hati.
  • Diabetes dan hipotiroidisme sering kali menyebabkan kelelahan, naiknya frekuensi buang air kecil di malam hari, serta perubahan metabolisme yang memengaruhi kualitas istirahat.

Cara Mengatasi Rasa Lelah Saat Bangun Tidur

Mengatasi rasa lelah membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Memperbaiki kebiasaan tidur adalah langkah pertama yaitu batasi tidur siang, hindari layar sebelum tidur, dan buat suasana kamar lebih nyaman. Menjaga jadwal tidur yang konsisten juga membantu tubuh menyesuaikan ritme biologisnya.

Mengurangi kafein dan alkohol, memperhatikan pola makan malam, serta rutin berolahraga di siang atau sore hari dapat meningkatkan kualitas tidur secara signifikan. Jika masalah disebabkan oleh kondisi medis tertentu, menangani penyakit dasarnya akan membantu memperbaiki kualitas tidur dan rasa segar di pagi hari.

Tips Bangun Lebih Segar di Pagi Hari

Beberapa cara sederhana dapat membantu membuat proses bangun lebih mudah. Cobalah bangun di jam yang sama setiap hari, membuka jendela untuk mendapatkan cahaya terang, mencuci wajah, atau melakukan peregangan ringan. Minum segelas air setelah bangun juga membantu mengembalikan hidrasi dan meningkatkan energi.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Sahabat Fimela, jika rasa lelah masih muncul setiap pagi setelah melakukan perubahan gaya hidup, saatnya berkonsultasi dengan dokter. Terlebih jika keluhan disertai gejala lain seperti sesak, sakit kepala berat, perubahan mood ekstrem, atau gangguan tidur yang terus berulang. Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu menemukan penyebab pasti dan menentukan penanganan yang tepat.

Penulis: Siti Nur Arisha