5 Tipe MBTI yang Paling Susah Bilang “Enggak”

Vallerie Angelique EffendiDiterbitkan 01 Januari 2026, 11:15 WIB

Fimela.com, Malang Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan mengatakan “tidak” merupakan keterampilan penting untuk menjaga batasan diri. Namun, tidak semua orang merasa mudah untuk melakukannya. Sebagian tipe kepribadian cenderung mempertimbangkan perasaan orang lain terlebih dahulu, sehingga menolak permintaan dapat terasa seperti beban emosional.

Keinginan untuk membantu, kebutuhan akan harmoni, maupun rasa tanggung jawab yang besar membuat beberapa MBTI lebih rentan mengorbankan kenyamanan pribadinya. Mereka sering merasa bersalah ketika harus menolak, meskipun sebenarnya permintaan tersebut melampaui kapasitas mereka. Hal ini dapat menyebabkan stres atau kelelahan jika berlangsung terus-menerus.

Artikel ini membahas lima tipe MBTI yang paling sulit mengatakan “enggak”. Bukan karena mereka tidak memiliki pendirian, tetapi karena mereka sangat menghargai hubungan interpersonal dan ingin memastikan semua pihak merasa nyaman. Memahami kecenderungan ini dapat membantu membangun interaksi yang lebih sehat dan saling menghargai batasan pribadi.

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

ISFJ

ISFJ dikenal sebagai tipe yang penuh empati./Copyright depositphotos.com/bongkarngraphic

ISFJ dikenal sebagai tipe yang penuh empati dan memiliki kecenderungan untuk mengutamakan orang lain. Mereka sering merasa bertanggung jawab atas kenyamanan lingkungan sekitar, sehingga menolak permintaan dapat menimbulkan rasa bersalah. Ketika dimintai bantuan, ISFJ cenderung langsung mengiyakan meskipun sebenarnya sedang kelelahan. Mereka takut mengecewakan atau terlihat tidak peduli. Keinginan untuk menjaga harmoni membuat mereka sulit berkata “tidak” secara tegas.

3 dari 6 halaman

ESFJ

ESFJ sosok yang sangat peduli pada hubungan sosial./Copyright depositphotos.com/snowing

Sebagai sosok yang sangat peduli pada hubungan sosial, ESFJ berusaha memastikan semua orang merasa diterima dan didukung. Mereka sering mengambil peran sebagai penolong, baik dalam keluarga, pertemanan, maupun pekerjaan. 

Menolak permintaan terasa seperti mengganggu keseimbangan sosial yang ingin mereka jaga. ESFJ juga memiliki sensitivitas tinggi terhadap emosi orang lain, sehingga mereka menghindari potensi konflik sekecil apa pun. Akibatnya, mereka mudah kewalahan karena memikul terlalu banyak tanggung jawab.

4 dari 6 halaman

INFP

INFP memiliki hati yang lembut dan nilai personal yang kuat./Copyright depositphotos.com/oatawa

INFP memiliki hati yang lembut dan nilai personal yang kuat, terutama terkait empati dan kebaikan. Mereka sulit menolak karena tidak ingin melukai perasaan orang lain atau membuat seseorang merasa ditinggalkan. 

Bahkan ketika tidak sanggup, INFP sering mencari cara untuk tetap membantu, meskipun harus mengorbankan diri sendiri. Mereka cenderung menyerap emosi orang lain sehingga menolak terasa berat secara emosional. Sikap ini membuat mereka rentan merasa terbebani tanpa disadari.

5 dari 6 halaman

ENFP

ENFP adalah tipe yang hangat dan antusias./Copyright depositphotos.com/newafrica

ENFP adalah tipe yang hangat, antusias, dan suka membuat orang lain merasa didukung. Mereka mudah terbawa suasana dan sering mengiyakan sesuatu karena spontan ingin menolong. Baru setelahnya mereka menyadari bahwa permintaan tersebut melebihi kapasitas. 

ENFP sering merasa tidak enak jika harus mengecewakan orang lain, terutama yang mereka sayangi. Mereka membutuhkan waktu untuk belajar menetapkan batas agar energi mereka tidak habis secara emosional.

6 dari 6 halaman

INFJ

INFJ dikenal intuitif dan sangat peka./Copyright Fimela/Adrian Putra

INFJ dikenal intuitif dan sangat peka terhadap kebutuhan orang lain. Mereka memiliki kecenderungan untuk memahami situasi secara mendalam, sehingga menolak permintaan terasa sulit karena mereka bisa membayangkan dampak emosionalnya. 

INFJ sering mengambil peran sebagai penyokong, bahkan ketika hal itu menguras tenaga. Mereka ingin menjaga hubungan tetap harmonis, namun sering melupakan kebutuhan pribadi. Ketika batas terlampaui, INFJ dapat merasa sangat lelah secara mental maupun emosional.

Kesulitan mengatakan “enggak” bukan berarti seseorang lemah, tetapi menunjukkan besarnya empati dan keinginan menjaga hubungan yang baik. Lima tipe MBTI di atas memiliki kecenderungan kuat untuk mengutamakan orang lain, yang pada satu sisi merupakan kelebihan, namun pada sisi lain perlu diimbangi dengan pengelolaan batasan diri. Dengan memahami pola ini, kita bisa lebih menghargai kebutuhan emosional mereka sekaligus mendorong interaksi yang lebih sehat dan saling mendukung.