Cara Seru Ajari Anak Literasi Keuangan dengan Metode Tiga Stoples

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 02 Januari 2026, 08:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, mengajarkan anak tentang keuangan sejak dini adalah salah satu hadiah terbaik yang bisa orangtua berikan untuk masa depan mereka. Tidak perlu rumit atau penuh teori. Justru, konsep yang sederhana sering kali jauh lebih mudah dipahami anak. Salah satu metode yang paling populer dan terbukti efektif adalah metode stoples, atau yang dikenal juga sebagai three jar method.

Dilansir dari goamplify.com, metode ini membantu anak memahami konsep dasar keuangan: menabung, membelanjakan, dan berbagi. Dengan visual yang nyata, yaitu tiga stoples transparan, anak bisa melihat sendiri bagaimana uang mereka bertambah, berkurang, dan mengalir sesuai tujuan.

Menurut berbagai penelitian, anak-anak sudah dapat memahami konsep nilai uang sejak usia tiga tahun. Artinya, semakin cepat orangtua mengenalkan kebiasaan finansial yang positif, semakin kuat pula pondasi literasi keuangan mereka di masa depan.

Langkah Mudah Menerapkan Metode Stoples

1. Siapkan Tiga Stoples

Labeli masing-masing untuk saving (menabung), spending (membelanjakan), dan giving (berbagi). Setiap kali anak menerima uang, baik dari uang saku, hadiah ulang tahun, atau hasil kreativitas mereka. Lalu, ajak mereka untuk membagi uang tersebut ke dalam tiga stoples tersebut.

Misalnya, dari uang Rp20.000, anak bisa membagi 30% untuk menabung, 20% untuk berbagi, dan 50% untuk dibelanjakan. Formula ini bisa disesuaikan, tetapi pembagian yang konsisten membantu anak belajar membuat keputusan.

 

 

2 dari 3 halaman

Stoples 1: Saving — Belajar Menahan Diri untuk Mimpi yang Lebih Besar

Sahabat Fimela, yuk simak pembagian stoples untuk mengajarkan keuangan pada anak. [Dok/freepik.com/rawpixels.com]

Stoples ini digunakan untuk tujuan jangka panjang, seperti menabung untuk sepeda impian, permainan baru, atau barang yang membutuhkan waktu untuk dikumpulkan.

Sahabat Fimela, kamu dapat menempelkan gambar barang yang diinginkan di stoples. Visualisasi seperti ini membuat anak lebih semangat menabung dan memahami makna dari sebuah tujuan.

Stoples 2: Spending — Belajar Mengatur Uang Belanja Kecil

Stoples ini untuk kebutuhan kecil yang ingin segera dibeli anak, seperti permen, stiker, atau mainan kecil saat jalan-jalan. Tujuannya bukan sekadar memberi kebebasan, tetapi juga mengajarkan mereka bahwa uang itu terbatas. Dengan hanya menggunakan uang dari stoples ini, anak belajar mengambil keputusan—apakah barang itu benar-benar worth it untuk dibelanjakan? 

Stoples 3: Giving — Belajar Berbagi Sejak Dini

Stoples ketiga inilah yang membuat metode ini istimewa. Anak diajarkan bahwa uang bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bisa membawa kebaikan bagi orang lain. Isi stoples ini bisa digunakan untuk membelikan kado ulang tahun teman, berdonasi kecil ke tempat ibadah atau komunitas,membuat kejutan untuk anggota keluarga. Ini termasuk cara sederhana untuk menanamkan empati dan kepedulian.

 

 

3 dari 3 halaman

Kembangkan Lebih Lanjut: Tambah Stoples Baru Sesuai Kebutuhan

Saat anak sudah menguasai konsep dasar, Sahabat Fimela bisa mulai mengenalkan informasi penting tentang keuangan lainnya. [Dok/freepik.com/drobotdean]

Ketika anak mulai terbiasa, mereka bisa membuat stoples tambahan. Misalnya stoples “Liburan”, stoples “Mainan Besar”, atau stoples “Hobi”. Anak belajar bahwa dalam hidup, kita sering menabung untuk beberapa tujuan sekaligus, dan harus menentukan prioritas, sama seperti orang dewasa.

Saat anak sudah menguasai konsep dasar, Sahabat Fimela bisa mulai mengenalkan informasi penting tentang keuangan seperti cara kerja bank, perbedaan antara tabungan dan rekening giro, cara mengecek saldo melalui aplikasi, hingga alasan uang di bank aman dan bisa digunakan kapan saja.

Mengajarkan anak cara menabung tidak harus rumit. Dengan cara mengajari anak menabung dengan metode stoples, mereka belajar cara mengatur uang dengan cara yang menyenangkan, visual, dan mudah dipahami. Keterampilan seperti menabung, membelanjakan, dan berbagi tidak hanya membuat mereka lebih bijak secara finansial, tetapi juga membentuk karakter yang disiplin, penyayang, dan bertanggung jawab.