Fimela.com, Jakarta - Masa menyusui adalah periode penting yang membutuhkan perhatian ekstra, baik untuk kesehatan bayi maupun kondisi tubuh ibu. Di tengah fokus merawat si kecil, banyak ibu mulai memikirkan metode kontrasepsi yang aman agar kehamilan dapat direncanakan dengan lebih baik. Suntik KB pun sering menjadi pilihan karena praktis dan tidak memerlukan konsumsi harian seperti pil KB.
Meski tergolong mudah digunakan, suntik KB tidak bisa dipilih sembarangan oleh ibu menyusui. Kandungan hormon, waktu pemberian, hingga reaksi tubuh setiap ibu bisa berbeda-beda. Tanpa pemahaman yang tepat, penggunaan kontrasepsi hormonal berisiko memengaruhi produksi ASI maupun kenyamanan ibu dalam menjalani masa nifas dan menyusui.
Karena itu, penting bagi ibu menyusui untuk memahami aturan aman penggunaan suntik KB sebelum menjalaninya. Informasi ini menjadi semakin relevan karena, dilansir dari Fed Health, kontrasepsi berbasis hormon progestin terbukti aman untuk ibu menyusui apabila digunakan sesuai rekomendasi medis dan tidak mengandung estrogen yang berisiko menurunkan produksi ASI.
Apakah Suntik KB Aman Digunakan Saat Menyusui?
Suntik KB pada dasarnya aman untuk ibu menyusui, asalkan jenis yang digunakan adalah suntik KB yang hanya mengandung hormon progestin. Hormon ini bekerja dengan cara menghambat ovulasi, menebalkan lendir serviks, serta menipiskan lapisan rahim sehingga kehamilan dapat dicegah secara efektif.
Berbeda dengan kontrasepsi kombinasi yang mengandung estrogen, suntik KB progestin tidak terbukti mengganggu kualitas maupun kuantitas ASI. Itulah sebabnya metode ini sering direkomendasikan oleh tenaga medis bagi ibu yang menyusui secara eksklusif, terutama pada bulan-bulan awal setelah melahirkan.
Jenis Suntik KB yang Dianjurkan untuk Ibu Menyusui
Jenis suntik KB yang paling dianjurkan bagi ibu menyusui adalah suntik KB progestin (Depo-Provera). Suntikan ini diberikan setiap 12 minggu atau sekitar tiga bulan sekali dan memiliki tingkat efektivitas yang sangat tinggi, yakni lebih dari 99% jika digunakan sesuai jadwal.
Selain tidak mengandung estrogen, suntik KB progestin juga dinilai praktis karena ibu tidak perlu mengingat konsumsi harian. Metode ini cocok bagi ibu yang memiliki rutinitas padat dalam mengurus bayi dan ingin kontrasepsi jangka menengah tanpa prosedur invasif seperti pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim.
Kapan Waktu Aman Memulai Suntik KB Setelah Melahirkan?
Waktu pemberian suntik KB menjadi salah satu aturan penting yang tidak boleh diabaikan. Umumnya, suntik KB progestin dapat mulai diberikan sekitar 6 minggu setelah melahirkan, terutama bagi ibu yang menyusui. Pada fase ini, produksi ASI biasanya sudah lebih stabil dan tubuh ibu mulai beradaptasi dengan perubahan hormon pascapersalinan.
Pemberian suntik KB terlalu dini tanpa pengawasan medis dapat meningkatkan risiko gangguan hormonal. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan agar waktu pemberian KB disesuaikan dengan kondisi tubuh dan pola menyusui masing-masing.
Efek Samping Suntik KB yang Perlu Diketahui Ibu Menyusui
Meskipun relatif aman, suntik KB tetap memiliki kemungkinan efek samping yang perlu dipahami sejak awal. Beberapa ibu melaporkan perubahan pola menstruasi, seperti haid tidak teratur atau bahkan tidak mengalami menstruasi sama sekali selama penggunaan suntik KB.
Selain itu, efek lain yang mungkin muncul adalah kenaikan berat badan, sakit kepala, atau perubahan suasana hati. Efek ini umumnya bersifat sementara dan berbeda pada setiap individu. Namun, jika keluhan dirasa mengganggu atau berlangsung lama, ibu disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Tips Aman Menggunakan Suntik KB agar ASI Tetap Lancar
Agar penggunaan suntik KB tetap aman dan tidak mengganggu proses menyusui, ibu disarankan untuk memastikan jenis KB yang digunakan adalah progestin-only. Selain itu, jadwal suntikan harus dilakukan secara teratur setiap tiga bulan agar efektivitasnya tetap optimal.
Ibu juga perlu memantau kondisi tubuh setelah suntikan, termasuk memperhatikan produksi ASI dan respons bayi saat menyusu. Konsultasi rutin dengan dokter atau bidan sangat dianjurkan untuk memastikan bahwa metode kontrasepsi yang digunakan tetap sesuai dengan kebutuhan ibu dan bayi.
Sahabat Fimela, suntik KB bisa menjadi pilihan kontrasepsi yang aman, efektif, dan praktis bagi ibu menyusui apabila digunakan sesuai aturan. Dengan memilih jenis suntik KB yang tepat, memperhatikan waktu pemberian, serta memahami kemungkinan efek samping, ibu dapat tetap memberikan ASI secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan diri sendiri. Konsultasi dengan tenaga medis tetap menjadi langkah terbaik sebelum menentukan metode KB yang paling sesuai.
Penulis: Siti Nur Arisha