Penyebab Tinggi Badan Anak Tidak Bertambah

Anisya FandiniDiterbitkan 26 Januari 2026, 15:35 WIB

Fimela.com, Jakarta - Pertumbuhan tinggi badan anak merupakan salah satu indikator penting dalam memantau kesehatan dan tumbuh kembangnya. Ketika orang tua merasa tinggi badan anak tidak bertambah dalam waktu yang cukup lama, kekhawatiran pun sering muncul. Apalagi jika anak terlihat lebih pendek dibandingkan teman sebayanya, hal ini kerap menimbulkan rasa cemas dan pertanyaan apakah pertumbuhan anak berjalan normal.

Perlu dipahami bahwa setiap anak memiliki pola pertumbuhan yang berbeda. Ada masa di mana pertumbuhan tinggi badan anak berlangsung cepat, dan ada pula fase di mana pertumbuhan terlihat lebih lambat. Namun, jika pertambahan tinggi badan anak tidak sesuai dengan grafik pertumbuhan usianya, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menandakan adanya faktor tertentu yang menghambat pertumbuhan.

Berbagai faktor dapat memengaruhi tinggi badan anak, mulai dari faktor keturunan hingga kebiasaan sehari-hari. Dengan memahami penyebabnya, orang tua dapat mengambil langkah yang tepat untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan anak sejak dini.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

1. Faktor Genetik

Meski genetik jadi "kerangka utama", jangan lupakan peran faktor eksternal yang bisa sangat berpengaruh. (Foto/Dok: freepik.com)

Genetik merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi tinggi badan anak. Tinggi badan orang tua sering menjadi gambaran potensi tinggi badan anak di masa depan. Jika ayah dan ibu memiliki postur tubuh yang relatif pendek, maka anak cenderung memiliki tinggi badan yang tidak jauh berbeda. Meski demikian, faktor genetik bukan satu-satunya penentu dan tidak bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan faktor lainnya.

Lingkungan yang mendukung, pola makan bergizi, dan gaya hidup sehat tetap dapat membantu anak mencapai potensi tinggi badannya secara maksimal sesuai dengan faktor keturunannya.

3 dari 5 halaman

2. Asupan Nutrisi yang Tidak Seimbang

Asupan nutrisi menjadi faktor penting dalam perkembangan tinggi anak. (foto: jcomp/freepik)

Nutrisi memegang peranan penting dalam proses pertumbuhan anak. Kekurangan asupan protein, kalsium, vitamin D, zat besi, dan nutrisi penting lainnya dapat menghambat pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh. Anak yang sulit makan atau memiliki kebiasaan memilih-milih makanan berisiko mengalami pertumbuhan tinggi badan yang kurang optimal.

Selain jenis makanan, keteraturan waktu makan juga berpengaruh. Pola makan yang tidak teratur dapat menyebabkan kebutuhan nutrisi harian anak tidak terpenuhi dengan baik.

4 dari 5 halaman

3. Kurangnya Aktivitas Fisik

Tips mengatasi anak yang suka malas-malasan/Shutterstock.com/MIA Studi

Aktivitas fisik membantu merangsang pertumbuhan tulang dan otot anak. Anak yang aktif bergerak cenderung memiliki postur tubuh yang lebih baik dan pertumbuhan yang lebih optimal. Sebaliknya, anak yang terlalu banyak duduk, menonton televisi, atau bermain gawai dalam waktu lama dapat mengalami pertumbuhan yang lebih lambat.

Olahraga ringan seperti berlari, berenang, melompat, atau bermain di luar rumah dapat membantu mendukung pertumbuhan tinggi badan anak secara ala

5 dari 5 halaman

4. Gangguan Pola dan Kualitas Tidur

Rutinitas bercerita sebelum tidur memberi sinyal pada tubuh bahwa waktu istirahat telah tiba, sehingga anak lebih disiplin dengan pola tidur. (Foto: ddimitrova/Pixabay)

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi pertumbuhan anak. Hormon pertumbuhan diproduksi secara optimal saat anak tidur nyenyak, terutama pada malam hari. Jika anak sering tidur larut, sulit tidur, atau memiliki waktu tidur yang kurang, produksi hormon pertumbuhan dapat terganggu.

Kebiasaan tidur yang tidak teratur dalam jangka panjang dapat berdampak pada tinggi badan dan kesehatan anak secara keseluruhan.

Tinggi badan anak yang tidak bertambah dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Dengan memperhatikan asupan nutrisi, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta kondisi kesehatan anak, orang tua dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan anak secara alami. Pemantauan rutin dan perhatian sejak dini akan sangat membantu anak tumbuh sehat dan percaya diri di masa depan