14 Kebiasaan Sepele yang Diam-diam Berdampak Buruk pada Kesehatan

Siti Nur ArishaDiterbitkan 03 April 2026, 12:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Di tengah ritme hidup yang semakin cepat, banyak orang merasa waktu menjadi barang mewah. Pekerjaan menumpuk, aktivitas keluarga, hingga tuntutan sosial membuat kita sering mengambil jalan pintas demi mengejar efisiensi. Sayangnya, pilihan-pilihan kecil yang tampak praktis ini kerap mengorbankan kesehatan tanpa kita sadari. Mulai dari menunda perawatan diri, memilih makanan instan, hingga mengabaikan kebiasaan keselamatan sederhana, semuanya bisa membawa dampak jangka panjang yang tidak sepele.

Padahal, kesehatan bukan hanya soal olahraga rutin atau pola makan seimbang, tetapi juga tentang kebiasaan harian yang konsisten. Tindakan kecil seperti membersihkan wajah sebelum tidur, memakai sabuk pengaman, atau meluangkan waktu untuk pemanasan sebelum berolahraga, memiliki peran besar dalam menjaga tubuh tetap optimal. Ketika kebiasaan ini diabaikan demi alasan “menghemat waktu”, risiko penyakit, cedera, hingga gangguan kesehatan serius bisa meningkat.

Faktanya, banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan-kebiasaan ini justru bisa memakan lebih banyak waktu, biaya, dan energi di masa depan akibat konsekuensi kesehatan yang muncul. Dilansir dari Today.com, sebuah survei menunjukkan bahwa 34% orang dewasa mengaku terlalu sibuk untuk melakukan kebiasaan sehat seperti makan bergizi dan berolahraga. Lalu, kebiasaan sepele apa saja yang perlu diwaspadai? Yuk, Sahabat Fimela simak ulasannya berikut ini.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

1. Malas Flossing di Malam Hari

Menyikat gigi saja tidak cukup membersihkan sela-sela gigi. Tanpa flossing, sisa makanan dan bakteri masih tertinggal hingga 40% di permukaan gigi. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat memicu gigi berlubang, bau mulut, hingga penyakit gusi yang berisiko meningkatkan penyakit jantung.(foto/dok: freepik/dcstudio)

Menyikat gigi saja tidak cukup membersihkan sela-sela gigi. Tanpa flossing, sisa makanan dan bakteri masih tertinggal hingga 40% di permukaan gigi. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat memicu gigi berlubang, bau mulut, hingga penyakit gusi yang berisiko meningkatkan penyakit jantung. Idealnya, flossing dilakukan setiap malam atau minimal selang sehari.

2. Tidur Masih Memakai Lensa Kontak

Tidur dengan lensa kontak menghambat suplai oksigen ke kornea mata. Hal ini meningkatkan risiko infeksi mata dan iritasi serius. Meski ada lensa generasi baru yang lebih aman, tetap disarankan untuk melepas lensa sebelum tidur demi menjaga kesehatan mata jangka panjang.

3. Tidak Membersihkan Makeup Sebelum Tidur

Makeup yang dibiarkan semalaman dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Bahkan, sisa maskara bisa masuk ke mata dan menyebabkan luka pada kornea. Gunakan tisu pembersih wajah atau micellar water agar proses membersihkan wajah tetap praktis.

4. Mengganti Buah dengan Jus

Meski terlihat sehat, banyak jus kemasan mengandung gula tinggi dan minim serat. Akibatnya, rasa kenyang tidak bertahan lama dan kadar gula darah bisa melonjak. Lebih baik konsumsi buah utuh atau pilih jus sayur dan jus jeruk murni tanpa tambahan gula.

5. Mengabaikan Alat Kontrasepsi

Merasa sudah tidak mungkin hamil sering membuat sebagian orang mengabaikan kontrasepsi. Padahal, kehamilan di usia matang tetap bisa terjadi dan memiliki risiko komplikasi lebih tinggi. Konsultasi dengan dokter untuk memilih metode kontrasepsi jangka panjang yang aman sangat dianjurkan.

6. Jalan Jauh Menggunakan High Heels

Sepatu hak tinggi tidak dirancang untuk berjalan jauh. Tekanan berlebih pada kaki dapat menyebabkan cedera, nyeri sendi, hingga risiko terkilir. Simpan sepatu olahraga cadangan agar tetap nyaman dan aman saat harus berjalan jauh.

7. Mengoles Sunscreen Hanya Sekali Sehari

Sunscreen perlu diaplikasikan ulang setiap 2–3 jam, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Paparan sinar UV berlebih dapat mempercepat penuaan kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit.

3 dari 3 halaman

8. Menggigit Kuku yang Patah

Kebiasaan menggigit kuku dapat memindahkan bakteri dari mulut ke jari, memicu infeksi pada kuku dan kulit sekitarnya. Solusinya, simpan gunting kuku atau kikir di beberapa tempat agar mudah dijangkau. (foto/dok: freepik)

Kebiasaan menggigit kuku dapat memindahkan bakteri dari mulut ke jari, memicu infeksi pada kuku dan kulit sekitarnya. Solusinya, simpan gunting kuku atau kikir di beberapa tempat agar mudah dijangkau.

9. Menggunakan Sepatu Olahraga yang Sudah Usang

Sepatu lama kehilangan daya redam dan dapat meningkatkan risiko cedera. Idealnya, sepatu olahraga diganti setiap 6–9 bulan atau setelah menempuh jarak tertentu.

10. Terlalu Sering Makan Fast Food

Makanan cepat saji umumnya rendah serat dan tinggi lemak, garam, serta gula. Akibatnya, tubuh cepat lapar dan berat badan mudah naik. Siapkan camilan sehat sebagai alternatif praktis.

11. Jarang Berkomunikasi dengan Teman

Hubungan sosial yang baik terbukti berpengaruh positif terhadap kesehatan mental dan jantung. Sekadar mengirim pesan singkat atau menanyakan kabar dapat menjaga koneksi emosional tetap terjalin.

12. Melewatkan Pemanasan dan Pendinginan Saat Olahraga

Tanpa pendinginan, tubuh bisa mengalami pusing dan nyeri otot. Luangkan beberapa menit untuk memperlambat ritme latihan dan melakukan peregangan ringan.

13. Tidak Memakai Sabuk Pengaman

Sabuk pengaman adalah perlindungan utama saat berkendara. Meski jarak dekat, risiko kecelakaan tetap ada. Membiasakan diri mengenakan sabuk pengaman bisa menyelamatkan nyawa.

14. Mengandalkan Energy Bar sebagai Pengganti Makan

Energy bar memang praktis, tetapi seringkali rendah serat dan menyebabkan lonjakan gula darah. Sebaiknya tetap konsumsi makanan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat, dan lemak sehat.

Sahabat Fimela, kebiasaan kecil yang terlihat sepele ternyata memiliki dampak besar bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus. Mengubah sedikit rutinitas harian menjadi lebih sehat tidak selalu membutuhkan waktu lama, tetapi dapat memberikan manfaat besar bagi kualitas hidup. Mulailah dari langkah sederhana hari ini agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari risiko penyakit di masa depan. Jangan lupa untuk diterapkan ya!

Penulis: Siti Nur Arisha