Peran Orang Tua sebagai Tempat Aman Emosional bagi Anak

Anisya FandiniDiterbitkan 24 Januari 2026, 08:15 WIB

Fimela.com, Jakarta - Bagi seorang anak, rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang pertama untuk belajar mengenal emosi dan perasaan. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk rasa aman emosional anak sejak dini. Ketika anak merasa diterima, dipahami, dan dicintai tanpa syarat, mereka akan tumbuh dengan kepercayaan diri yang lebih baik.

Sayangnya, tidak semua anak merasa aman untuk mengekspresikan perasaannya. Takut dimarahi, dihakimi, atau diabaikan sering membuat anak memilih memendam emosi. Jika hal ini berlangsung lama, anak bisa kesulitan mengenali dan mengelola perasaannya sendiri, bahkan berdampak pada hubungan sosial di kemudian hari.

Oleh karena itu, orang tua perlu menjadi tempat aman emosional bagi anak. Dengan sikap yang hangat, terbuka, dan penuh empati, orang tua dapat membantu anak merasa nyaman mengekspresikan perasaan sekaligus belajar mengelola emosi dengan sehat.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Menciptakan Rasa Aman melalui Kehadiran

Menjadi orang tua sering kali identik dengan kesabaran tanpa batas, namun pada praktiknya tidak selalu mudah. Di tengah tuntutan pekerjaan, urusan rumah tangga, dan tekanan sosial, banyak orang tua merasa kehilangan kendali emosi ketika menghadapi perilaku anak yang menantang. (foto/dok: freepik)

Kehadiran orang tua secara fisik dan emosional sangat penting bagi anak. Mendengarkan cerita anak dengan penuh perhatian, menatap mata saat berbicara, dan merespons dengan tulus membuat anak merasa dihargai. Kehadiran ini memberi pesan bahwa perasaan anak penting dan layak didengarkan.

Anak yang merasa didampingi cenderung lebih terbuka dan tidak takut mengungkapkan apa yang dirasakannya.

3 dari 5 halaman

Menerima Emosi Anak Tanpa Menghakimi

Menjadi orangtua bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga membangun kesehatan mental dan emosionalnya sejak dini. Cara orangtua merespons emosi anak, menghadapi kesalahan, hingga membentuk kebiasaan sehari-hari akan sangat memengaruhi kepribadian anak di masa depan. (foto/dok: freepik)
4 dari 5 halaman

Memberikan Ruang untuk Berpendapat

Peran ayah dalam membangun hubungan emosional dengan anak perempuan. (foto: jcomp/freepik)

Memberi kesempatan anak untuk menyampaikan pendapat dan perasaannya tanpa takut disalahkan akan memperkuat rasa aman emosional. Orang tua dapat mengajukan pertanyaan terbuka dan mendengarkan tanpa menyela. Hal ini membantu anak merasa dihargai dan percaya diri.

Ruang dialog yang sehat memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

5 dari 5 halaman

Konsisten Memberi Dukungan dan Kasih Sayang

Peran ayah untuk kecerdasan emosional anak (Foto: Freepik.com)

Dukungan emosional yang konsisten membuat anak merasa aman dalam jangka panjang. Pelukan, kata-kata penyemangat, dan perhatian kecil sehari-hari memiliki dampak besar bagi kesehatan emosional anak. Anak yang merasa dicintai tanpa syarat akan lebih berani menghadapi tantangan.

Kasih sayang yang konsisten menjadi fondasi kuat bagi perkembangan emosi anak.

Peran orang tua sebagai tempat aman emosional sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Dengan kehadiran, empati, dan dukungan yang tulus, orang tua membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mampu mengenali emosi, dan menjalin hubungan yang sehat di masa depan