Fimela.com, Jakarta - Istilah “Super Flu” belakangan ini sering digunakan untuk menggambarkan infeksi influenza yang menimbulkan gejala lebih berat dari flu biasa. Salah satu penyebab yang sering dikaitkan dengan kondisi ini adalah virus Influenza A subtipe H3N2, yaitu varian influenza yang dikenal mudah bermutasi dan berpotensi menimbulkan wabah musiman dengan tingkat keparahan lebih tinggi. Memahami karakteristik dan gejalanya sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
Apa Itu Influenza A H3N2?
Influenza A H3N2 adalah salah satu subtipe virus influenza A yang telah lama beredar di masyarakat. Virus ini menyerang saluran pernapasan dan dapat menginfeksi semua kelompok usia. Namun, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah memiliki risiko mengalami komplikasi yang lebih serius.
Virus H3N2 dikenal:
Mudah mengalami perubahan genetik (mutasi)
Cepat menyebar melalui droplet saat batuk, bersin, atau berbicara
Sering menyebabkan gejala lebih berat dibandingkan beberapa subtipe influenza lainnya
Karena karakteristik inilah, infeksi H3N2 kerap disebut sebagai “Super Flu” oleh masyarakat.
Gejala Super Flu akibat Influenza A H3N2
Gejala Super Flu umumnya muncul secara tiba-tiba dan terasa lebih berat dibandingkan flu biasa. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
1. Demam Tinggi
Penderita dapat mengalami demam tinggi di atas 38°C yang berlangsung beberapa hari dan sulit turun tanpa pengobatan.
2. Batuk dan Sakit Tenggorokan
Batuk kering atau berdahak disertai nyeri tenggorokan sering menjadi keluhan utama, serta dapat bertahan cukup lama.
3. Nyeri Otot dan Sendi
Rasa pegal dan nyeri pada otot serta sendi terasa lebih intens, bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
4. Sakit Kepala Berat
Sakit kepala yang kuat dan terus-menerus sering menyertai infeksi Super Flu.
5. Kelelahan Ekstrem
Penderita biasanya merasa sangat lemas, lesu, dan membutuhkan waktu pemulihan lebih lama dibanding flu biasa.
6. Gejala Saluran Pernapasan
Hidung tersumbat atau pilek, sesak napas, serta rasa tidak nyaman di dada dapat muncul, terutama pada kasus yang lebih berat.
7. Gejala Tambahan
Pada beberapa orang, terutama anak-anak, dapat muncul mual, muntah, atau diare.
Perbedaan Super Flu dan Flu Biasa
Perbedaan utama Super Flu dengan flu biasa terletak pada tingkat keparahan gejala dan risiko komplikasi. Super Flu cenderung menyebabkan:
Demam lebih tinggi
Nyeri tubuh lebih berat
Risiko komplikasi seperti pneumonia, bronkitis, atau infeksi telinga
Siapa yang Berisiko Tinggi?
Kelompok yang perlu lebih waspada terhadap Influenza A H3N2 meliputi:
Lansia
Anak-anak
Ibu hamil
Penderita penyakit kronis (diabetes, jantung, paru)
Orang dengan sistem imun lemah
Pencegahan Super Flu
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan secara rutin
Menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian
Menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup dan gizi seimbang
Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit
Melakukan vaksinasi influenza secara berkala sesuai anjuran tenaga kesehatan
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami:
Demam tinggi lebih dari 3 hari
Sesak napas
Nyeri dada
Kondisi tubuh semakin lemah
Super Flu yang disebabkan oleh Influenza A H3N2 bukanlah flu biasa. Gejalanya cenderung lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi, terutama pada kelompok rentan. Dengan mengenali gejala sejak dini dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, risiko dampak serius dari Super Flu dapat diminimalkan.