Fimela.com, Jakarta - Perayaan Imlek tidak hanya identik dengan lampion merah dan angpao, tetapi juga dengan beragam hidangan khas yang sarat makna. Setiap makanan yang disajikan saat Tahun Baru Imlek dipercaya membawa doa, harapan, dan simbol keberuntungan bagi keluarga yang merayakannya. Karena itu, pemilihan makanan saat Imlek bukan sekadar
Tradisi menyajikan makanan tertentu saat Imlek telah diwariskan secara turun-temurun. Bentuk, warna, hingga cara penyajiannya memiliki arti tersendiri, seperti harapan akan rezeki melimpah, umur panjang, kesehatan, dan keharmonisan keluarga. Makanan-makanan ini menjadi simbol rasa syukur atas tahun yang telah berlalu dan doa untuk masa depan yang lebih baik.
Memahami makna di balik makanan Imlek membuat perayaan terasa lebih bermakna. Selain menikmati hidangan lezat, keluarga juga dapat mengenalkan nilai budaya dan filosofi kehidupan kepada generasi muda melalui tradisi makan bersama. Berikut beberapa makanan yang wajib ada saat Imlek beserta makna filosofinya.
1. Ikan: Simbol Rezeki dan Kelimpahan
Ikan merupakan hidangan wajib saat Imlek karena melambangkan kelimpahan dan rezeki. Dalam bahasa Mandarin, kata “ikan” (yu) memiliki pelafalan yang sama dengan kata “berlebih” atau “berlimpah”. Karena itu, ikan biasanya disajikan utuh sebagai simbol keutuhan dan keberuntungan yang berkesinambungan.
Tradisi juga menganjurkan agar ikan tidak dihabiskan, melainkan disisakan sedikit sebagai simbol rezeki yang terus berlanjut hingga tahun berikutnya. Penyajian ikan utuh dipercaya membawa harapan akan kehidupan yang makmur dan penuh berkah.
2. Mie Panjang Umur: Harapan Umur Panjang dan Kesehatan
Mie panjang umur melambangkan harapan hidup yang panjang, sehat, dan penuh keberkahan. Panjangnya mie menjadi simbol usia yang panjang, sehingga saat menyantapnya dianjurkan untuk tidak memotong mie.
Makanan ini biasanya disajikan sederhana namun penuh makna, sering kali dengan tambahan sayuran dan daging sebagai pelengkap. Mie panjang umur juga menjadi simbol ketahanan dan semangat untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran dan ketekunan.
3. Kue Keranjang: Simbol Keharmonisan dan Keberuntungan
Kue keranjang atau nian gao adalah makanan khas Imlek yang melambangkan keharmonisan keluarga dan peningkatan rezeki. Teksturnya yang lengket melambangkan keakraban dan hubungan keluarga yang erat.
Selain itu, kata “nian gao” memiliki arti “tahun yang lebih tinggi” atau “lebih baik dari tahun sebelumnya”. Filosofi ini mencerminkan harapan agar kehidupan di tahun baru menjadi lebih baik, lebih sejahtera, dan penuh keberuntungan.
Makanan khas Imlek bukan sekadar hidangan, tetapi sarat makna dan filosofi kehidupan. Melalui simbol kelimpahan, umur panjang, dan keharmonisan, makanan-makanan ini menjadi doa dan harapan bagi keluarga di tahun yang baru. Memahami maknanya membuat perayaan Imlek terasa lebih hangat, bermakna, dan penuh rasa syukur.