5 Trik Mudah Cara Atasi Kaki Bengkak Bagi Ibu Hamil Agar Tetap Nyaman!

Nabila MecadinisaDiterbitkan 19 Januari 2026, 15:50 WIB

ringkasan

  • Kaki bengkak pada ibu hamil disebabkan oleh peningkatan volume darah, perubahan hormon, dan tekanan rahim yang membesar pada pembuluh darah.
  • Mengangkat kaki, tidur miring ke kiri, mengurangi asupan garam, minum cukup air, serta olahraga ringan adalah cara efektif untuk mengurangi pembengkakan.
  • Segera konsultasikan dengan dokter jika pembengkakan parah, tiba-tiba, hanya pada satu kaki, atau disertai gejala serius seperti sakit kepala parah atau pandangan kabur.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, mengalami kaki bengkak atau edema adalah kondisi yang sangat umum terjadi selama masa kehamilan. Fenomena ini seringkali dirasakan oleh banyak ibu hamil, terutama saat memasuki trimester kedua hingga ketiga. Meskipun umumnya tidak berbahaya, pembengkakan ini kerap menimbulkan rasa tidak nyaman yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pembengkakan pada kaki ini disebabkan oleh berbagai perubahan fisiologis yang terjadi dalam tubuh ibu hamil. Peningkatan volume darah dan cairan tubuh menjadi salah satu pemicu utamanya. Selain itu, perubahan hormonal juga turut berperan dalam kondisi ini, membuat dinding pembuluh darah lebih lunak.

Rahim yang membesar seiring bertambahnya usia kehamilan juga memberikan tekanan pada pembuluh darah, menghambat aliran balik ke jantung. Mari kita simak tips lengkap cara atasi kaki bengkak bagi ibu hamil agar kehamilan tetap nyaman dan menyenangkan.

2 dari 4 halaman

Penyebab Umum Kaki Bengkak: Mengapa Ini Terjadi pada Ibu Hamil?

Kaki bengkak pada ibu hamil bukanlah tanpa sebab, Sahabat Fimela. Salah satu faktor utama adalah peningkatan volume darah dan cairan tubuh yang signifikan. Selama kehamilan, tubuh memproduksi sekitar 50% lebih banyak darah dan cairan untuk mendukung perkembangan janin. Peningkatan cairan ini juga berfungsi melembutkan tubuh sebagai persiapan persalinan yang akan datang.

Perubahan hormonal juga memainkan peran krusial dalam kondisi ini. Peningkatan pesat kadar hormon progesteron dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih lunak. Kondisi ini menyulitkan pembuluh darah untuk bekerja optimal, sehingga cairan cenderung menumpuk di area kaki.

Selain itu, rahim yang terus membesar seiring usia kehamilan dapat menekan pembuluh darah balik, seperti vena pelvis dan vena cava inferior. Tekanan ini menghambat aliran darah dari kaki kembali ke jantung, menyebabkan cairan menumpuk di area kaki.

Gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari juga berkontribusi pada pembengkakan. Duduk atau berdiri terlalu lama, cuaca panas, kurangnya aktivitas fisik, dan penggunaan sepatu sempit dapat memperburuk kondisi ini. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kebiasaan ini sebagai bagian dari cara atasi kaki bengkak bagi ibu hamil.

3 dari 4 halaman

Tips Praktis Cara Atasi Kaki Bengkak Bagi Ibu Hamil di Rumah

ilustrasi ibu hamil/copyright freepik.com/partystock

Untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat kaki bengkak, Sahabat Fimela dapat mencoba beberapa tips praktis di rumah. Mengatur posisi tubuh adalah langkah awal yang efektif. Saat beristirahat, ganjal kaki dengan bantal agar posisinya lebih tinggi dari jantung, ini membantu mengalirkan cairan yang menumpuk. Tidur miring ke kiri juga sangat dianjurkan karena dapat mengurangi tekanan pada vena cava inferior, sehingga melancarkan aliran darah dan mengurangi pembengkakan.

Pola makan juga memegang peranan penting dalam cara atasi kaki bengkak bagi ibu hamil. Kurangi asupan natrium atau garam karena dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Sebaliknya, tingkatkan asupan kalium dari pisang atau alpukat untuk menyeimbangkan kadar cairan. Jangan lupa untuk minum air putih yang cukup, sekitar 10 gelas per hari, untuk menjaga hidrasi dan membantu ginjal membuang racun.

Aktivitas fisik ringan sangat dianjurkan untuk melancarkan sirkulasi. Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki singkat, berenang, atau yoga prenatal secara rutin. Gerakan sederhana seperti memutar pergelangan kaki atau menggerakkan jari-jari kaki juga bisa sangat membantu. Selain itu, perhatikan pakaian dan alas kaki; pilih yang longgar dan nyaman, serta pertimbangkan kaus kaki kompresi untuk membantu aliran darah.

4 dari 4 halaman

Kapan Harus Waspada? Tanda Bahaya Kaki Bengkak pada Ibu Hamil

Meskipun kaki bengkak seringkali normal, Sahabat Fimela perlu mengetahui kapan harus mencari bantuan medis. Ada beberapa tanda bahaya yang mengindikasikan kondisi yang lebih serius. Segera hubungi dokter jika pembengkakan terjadi secara tiba-tiba dan parah, terutama pada tangan, wajah, atau sekitar mata.

Kewaspadaan juga diperlukan jika pembengkakan disertai gejala lain seperti sakit kepala parah, pusing, pandangan kabur, atau nyeri perut kanan atas. Gejala-gejala ini bisa menjadi indikasi preeklamsia, kondisi serius yang memerlukan penanganan medis segera.

Perhatikan juga jika pembengkakan hanya terjadi pada satu kaki, disertai nyeri, kemerahan, atau terasa hangat saat disentuh. Ini bisa menjadi tanda pembekuan darah atau deep venous thrombosis, yang memerlukan perhatian medis darurat. Jangan tunda untuk berkonsultasi jika pembengkakan tidak membaik setelah beristirahat atau justru terus bertambah parah. Mengidentifikasi tanda-tanda ini adalah bagian penting dari cara atasi kaki bengkak bagi ibu hamil dengan aman.