Waspada, Ini 7 Penyakit Saat Musim Hujan yang Sering Mengintai

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 23 Januari 2026, 16:29 WIB

ringkasan

  • Musim hujan menciptakan kondisi ideal bagi penyebaran berbagai patogen, meningkatkan risiko penyakit menular melalui udara, air, dan vektor nyamuk.
  • Penyakit seperti flu, diare, demam berdarah, dan leptospirosis umum terjadi di musim hujan akibat perubahan suhu, kelembaban tinggi, dan genangan air.
  • Pencegahan efektif meliputi menjaga kebersihan diri dan lingkungan, memastikan konsumsi makanan dan air bersih, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Fimela.com, Jakarta - Musim hujan membawa serta berbagai tantangan kesehatan yang perlu Sahabat Fimela waspadai. Kondisi lingkungan yang lembap, suhu lebih dingin, dan genangan air akibat curah hujan lebat menciptakan lahan subur bagi patogen untuk berkembang biak. Ini membuat tubuh lebih rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit.

Berbagai jenis penyakit dapat muncul, mulai dari infeksi saluran pernapasan yang ditularkan melalui udara, penyakit pencernaan akibat kontaminasi air, hingga infeksi kulit dan penyakit yang disebarkan oleh nyamuk. Memahami risiko ini adalah langkah pertama untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan kebiasaan hidup bersih menjadi sangat krusial. Dengan persiapan yang tepat, Sahabat Fimela dapat tetap aktif dan sehat meskipun cuaca tidak bersahabat. Mari kenali lebih dalam penyakit-penyakit yang sering mengintai di musim hujan dan bagaimana cara efektif mencegahnya.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Ancaman Penyakit Udara di Musim Hujan

Perubahan suhu dan kelembapan tinggi saat musim hujan sering kali memicu penyebaran penyakit yang ditularkan melalui udara. Virus dan bakteri penyebab infeksi pernapasan lebih mudah menyebar dalam kondisi ini. Penting untuk selalu menjaga kebersihan diri dan menghindari keramaian jika memungkinkan.

Beberapa penyakit pernapasan yang umum terjadi meliputi COVID-19, Influenza, Pneumonia, dan Pilek Biasa. Gejala yang sering muncul adalah demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan kelelahan. Pencegahan utamanya adalah memakai masker, menjaga jarak, serta istirahat dan hidrasi yang cukup. Vaksinasi flu tahunan juga sangat direkomendasikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Misalnya, Influenza atau flu, disebabkan oleh virus influenza A, B, atau C, ditularkan melalui tetesan pernapasan dari batuk atau bersin. Gejalanya mencakup demam tinggi mendadak, menggigil, nyeri otot, dan sakit kepala. Sementara itu, Pneumonia, infeksi pernapasan akut, dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur, dengan gejala mirip flu namun disertai batuk berdahak dan sesak napas.

3 dari 5 halaman

Bahaya Penyakit Air dan Makanan Saat Musim Hujan

Genangan air dan sanitasi yang buruk selama musim hujan meningkatkan risiko penularan penyakit melalui air dan makanan yang terkontaminasi. Bakteri, virus, dan parasit dapat dengan mudah mencemari sumber air minum atau makanan yang tidak diolah dengan baik.

Diare akut, Tifus, Kolera, dan Gastroenteritis adalah beberapa penyakit pencernaan yang sering terjadi. Gejalanya bervariasi mulai dari buang air besar encer, nyeri perut, mual, muntah, hingga demam. Hepatitis A dan E juga merupakan infeksi virus hati yang ditularkan melalui rute fekal-oral, menyebabkan gejala seperti menguningnya kulit dan mata.

Pencegahan utamanya adalah memastikan konsumsi air minum yang bersih, baik dengan merebus, menyaring, atau menggunakan air kemasan. Hindari makanan mentah atau kurang matang, serta selalu cuci buah dan sayuran dengan air bersih. Praktik kebersihan tangan yang baik dengan sabun dan air sebelum makan dan setelah menggunakan toilet juga sangat penting.

4 dari 5 halaman

Waspada Penyakit Kulit dan Mata di Musim Hujan

Ilustrasi hujan. (Photo by Ryoji Iwata on Unsplash)

Kelembapan tinggi dan kondisi basah saat musim hujan juga menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur dan penyebaran infeksi kulit. Kontak dengan air kotor atau lingkungan yang tidak higienis dapat memicu berbagai masalah kulit dan mata.

Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (HFMD) adalah infeksi virus menular yang sering menyerang anak-anak, ditularkan melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan benda terkontaminasi. Leptospirosis, infeksi bakteri zoonosis, ditularkan melalui kontak dengan urine hewan pembawa penyakit yang mencemari air banjir. Gejala Leptospirosis meliputi demam tinggi, nyeri otot, dan mata merah.

Infeksi jamur umum terjadi karena kondisi lembap, menyebabkan gatal, ruam, dan kulit bersisik. Konjungtivitis atau mata merah, peradangan pada selaput mata, dapat disebabkan oleh virus atau bakteri yang menyebar mudah di lingkungan lembap, bahkan dari cipratan air kotor. Menjaga kebersihan pribadi, mandi teratur, mengeringkan tubuh, dan menghindari berbagi barang pribadi adalah kunci pencegahan.

5 dari 5 halaman

Nyamuk Pembawa Penyakit Saat Musim Hujan yang Perlu Diwaspadai

Musim hujan identik dengan peningkatan populasi nyamuk karena banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biak. Nyamuk-nyamuk ini adalah vektor berbagai penyakit serius yang dapat mengancam jiwa.

Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Chikungunya, Demam Zika, dan Ensefalitis Jepang adalah beberapa penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Nyamuk Aedes aegypti, misalnya, bertanggung jawab atas penularan DBD, Chikungunya, dan Zika, sementara nyamuk Anopheles menyebarkan Malaria, dan Culex menularkan Ensefalitis Jepang.

Pencegahan terbaik adalah dengan memberantas sarang nyamuk, seperti menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air (3M Plus). Penggunaan kelambu, losion anti nyamuk, serta mengenakan pakaian pelindung juga sangat efektif untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk.