Sukses

Lifestyle

Jaga Ayam Tetap Sehat dan Produktif dengan 7 Desain Kandang Anti Becek saat Hujan

Fimela.com, Jakarta - Musim hujan sering kali menjadi tantangan bagi peternak ayam. Kandang yang basah dan lembap tidak hanya membuat ayam merasa tidak nyaman, tetapi juga berisiko menjadi tempat berkembang biaknya penyakit yang bisa mengganggu kesehatan serta produktivitas unggas tersebut.

Kelembapan yang berlebihan dapat mendorong pertumbuhan bakteri dan jamur, serta meningkatkan kadar amonia yang berbahaya bagi sistem pernapasan ayam. Oleh karena itu, penting untuk memiliki desain kandang yang tepat agar dapat menciptakan lingkungan yang kering dan sehat untuk ayam.

Dalam artikel ini, kami akan membahas tujuh desain dan tips penting untuk membuat kandang ayam yang mampu bertahan menghadapi cuaca hujan, sehingga tetap kering, bersih, dan mendukung pertumbuhan ayam secara optimal.

1. Desain Kandang Panggung atau di Lahan Miring

Salah satu cara yang paling ampuh untuk menghindari kondisi becek pada kandang ayam adalah dengan merancangnya dalam bentuk panggung atau menempatkannya di area yang sedikit miring. Dengan desain panggung, lantai kandang akan terangkat dari tanah, sementara lokasi yang miring akan membantu air hujan mengalir dengan sendirinya.

Penempatan kandang di atas tanah yang kering dan tidak cekung sangatlah penting untuk menjaga kebersihan. Area yang cekung atau basah dapat mempercepat munculnya bau tidak sedap akibat kotoran ayam yang bercampur dengan air. Tanah yang kering akan membuat alas kandang tetap gembur dan tidak lembap, terutama jika menggunakan metode deep litter.

Metode deep litter, yang bergantung pada penumpukan alas kandang untuk proses fermentasi, akan berfungsi dengan baik hanya dalam kondisi yang kering. Sebagai contoh, kandang yang dirancang dalam bentuk panggung dapat dibuat dengan lantai yang ditinggikan antara 50 hingga 70 cm dari permukaan tanah menggunakan bahan seperti bambu tua yang kuat dan terjangkau. Celah-celah pada lantai bambu memungkinkan kotoran dan air jatuh ke bawah, sehingga permukaan kandang tetap kering.

2. Atap Kandang yang Kokoh dan Lebar

Atap kandang memainkan peran yang sangat penting dalam memberikan perlindungan kepada ayam dari hujan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa atap tidak memiliki kebocoran yang dapat menyebabkan air menetes ke dalam kandang. Jika ada kerusakan yang terdeteksi pada atap, perbaikan harus segera dilakukan. Selain itu, atap kandang tidak hanya harus kuat, tetapi juga memiliki lebar yang cukup atau teritisan (overhang) yang memadai.

Lebar atap yang tidak memadai dapat menyebabkan air hujan mengalir masuk ke dalam kandang, meskipun atap tersebut tidak bocor. Dengan memiliki overhang yang cukup lebar, air hujan dapat diarahkan agar jatuh jauh dari dinding kandang, sehingga bagian dalam tetap kering. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan penggunaan material atap yang tahan lama dan mampu menahan beban dari angin serta hujan yang lebat.

3. Sistem Ventilasi yang Baik

Pentingnya ventilasi yang baik tidak bisa diabaikan karena berperan krusial dalam menjaga peredaran udara serta menekan kelembapan di dalam kandang. Kelembapan yang berlebihan dapat mengakibatkan alas kandang (litter) menjadi menggumpal, licin, dan tidak efektif dalam menyerap air.

Selain itu, kondisi lembap ini dapat meningkatkan kadar gas amonia di area kandang, yang berpotensi membahayakan kesehatan pernapasan ayam dan juga menarik perhatian lalat. Oleh karena itu, peternak harus secara rutin memeriksa dan memantau sistem ventilasi untuk memastikan bahwa udara dapat bersirkulasi dengan baik.

Dalam situasi hujan deras, penting untuk tetap menyediakan celah ventilasi, seperti di bagian dinding atas dengan lebar sekitar 20 cm. Selain itu, peternak perlu mengatur sistem buka tutup tirai pada kandang dengan cepat dan tepat, memastikan bahwa sisi tirai yang menghadap ke arah hujan diatur sedemikian rupa agar air tidak masuk namun tetap menjaga sedikit celah untuk sirkulasi udara.

4. Penggunaan Alas Kandang (Litter) yang Tepat

Pemilihan jenis alas kandang atau litter yang sesuai sangat penting untuk memastikan kandang tetap kering. Alas kandang perlu memiliki kemampuan serap yang tinggi agar dapat menyerap kelembapan serta kotoran ayam dengan efektif.

Material seperti serbuk gergaji dan jerami merupakan pilihan yang ideal karena keduanya mampu menyerap kelembapan secara optimal. Dengan menggunakan alas kandang yang tepat, kita dapat menjaga kebersihan kandang dan mencegah munculnya bau yang tidak sedap.

Selain itu, penting untuk memastikan ketebalan litter mencukupi dan melakukan penggantian atau penambahan secara rutin, terutama saat musim hujan. Litter yang basah atau lembap dapat menjadi tempat berkembang biaknya mikroorganisme berbahaya, sehingga menjaga agar litter tetap kering adalah hal yang sangat penting.

5. Pembersihan Kandang dan Feses Secara Rutin

Kebersihan kandang merupakan aspek yang sangat penting untuk menjaga kesehatan ayam dan mencegah terjadinya kondisi becek. Oleh karena itu, kotoran serta sisa makanan harus dibersihkan secara rutin dari dalam kandang.

Pembersihan yang dilakukan secara teratur ini berfungsi untuk mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan ayam secara menyeluruh. Lingkungan yang terjaga kebersihannya akan membantu mengurangi risiko penumpukan kelembapan serta bau yang tidak sedap.

Disarankan untuk melakukan pengangkatan feses ayam yang berada di dasar kandang minimal setiap tiga hari. Frekuensi pembersihan ini dapat disesuaikan dengan jumlah ayam yang ada serta kondisi cuaca yang berlaku, agar kandang tetap dalam keadaan yang optimal.

6. Memaksimalkan Paparan Sinar Matahari

Sinar matahari berfungsi secara alami sebagai agen desinfektan dan pengering. Meskipun aksesnya terbatas di musim hujan, penting untuk memastikan bahwa kandang mendapatkan sinar matahari sebanyak mungkin.

Manfaatkan setiap kesempatan ketika matahari bersinar untuk membantu mengeringkan area di dalam kandang. Sinar matahari di pagi hari sangat dianjurkan karena efektif dan tidak terlalu menyengat.

Desain kandang sebaiknya dirancang sedemikian rupa agar sinar matahari pagi dapat masuk, sambil tetap menyediakan area teduh untuk melindungi ayam dari panas yang berlebihan saat siang hari. Keseimbangan antara paparan sinar matahari dan area teduh ini sangat penting untuk menjaga kenyamanan serta kesehatan ayam.

7. Kontrol Suhu dan Kelembapan Kandang

Melakukan pengendalian suhu dan kelembapan di dalam kandang secara berkala sangatlah krusial, karena hal ini dapat berdampak pada banyak hal, termasuk kesehatan ayam dan jumlah air minum yang mereka konsumsi. Ketika suhu terlalu tinggi, ayam cenderung akan mengonsumsi lebih banyak air, yang dapat mengakibatkan kelembapan alas kandang meningkat dan menjadi basah.

Untuk menjaga kelembapan kandang, sangat dianjurkan untuk merancang atap dengan teritisan lebar, sehingga air hujan tidak langsung masuk ke dalam area kandang. Selain itu, dinding kandang sebaiknya dirancang dengan setengah terbuka menggunakan bahan seperti anyaman bambu atau kawat ram. Desain ini tidak hanya berperan dalam menjaga sirkulasi udara yang baik, tetapi juga mempercepat proses pengeringan kandang setelah hujan.

Pastikan juga bahwa arah kandang tidak langsung menghadap ke arah datangnya angin dan hujan. Orientasi yang benar dapat membantu mengurangi kelembapan dan menjaga suhu kandang tetap stabil. Bagi peternak yang memiliki keterbatasan dana, penggunaan kandang dengan lantai tanah masih bisa dilakukan, dengan catatan harus ada modifikasi. Modifikasi tersebut bisa dilakukan dengan cara memadatkan tanah, meninggikannya, serta menyiapkan saluran drainase di sekeliling kandang.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading