Daftar Makanan Favorit yang Diam-diam Jadi Pemicu GERD

Hilda IrachDiterbitkan 28 Januari 2026, 17:12 WIB

ringkasan

  • Makanan berlemak dan gorengan memperlambat pencernaan dan meningkatkan asam lambung.
  • Buah-buahan sitrus dan produk tomat memiliki kandungan asam tinggi yang dapat mengiritasi esofagus.
  • Kafein dalam kopi dan minuman berkafein lainnya dapat mengendurkan sfingter esofagus dan memicu GERD.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi yang dapat mengganggu kenyamanan hidup. Ketika asam lambung naik ke kerongkongan, berbagai gejala seperti nyeri ulu hati dan mulas dapat muncul. Namun, tahukah kamu bahwa beberapa makanan favorit kita bisa menjadi pemicu GERD? Mari kita telusuri daftar makanan tersebut dan dampaknya bagi kesehatan.

GERD dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk makanan yang kita konsumsi. Beberapa makanan yang tampaknya lezat justru dapat memperburuk gejala refluks asam. Dalam artikel ini, kita akan membahas makanan-makanan tersebut dan penjelasan dari para ahli mengenai mengapa makanan ini berbahaya bagi penderita GERD.

Berikut adalah daftar makanan favorit yang diam-diam bisa memicu GERD:

What's On Fimela
2 dari 11 halaman

Makanan Berlemak dan Gorengan

Makanan berlemak dan gorengan adalah pemicu umum refluks asam. Menurut Dr. Leena Khaitan, ahli gastroenterologi, makanan ini memperlambat proses pencernaan dan meningkatkan produksi asam lambung. Beberapa contoh makanan ini meliputi:

  • Daging berlemak seperti bacon dan sosis
  • Produk susu tinggi lemak seperti susu murni dan keju
  • Makanan berminyak seperti pizza dan kentang goreng
3 dari 11 halaman

Buah-buahan Sitrus dan Produk Tomat

Buah-buahan sitrus seperti jeruk dan lemon serta produk tomat seperti saus dan pasta memiliki kandungan asam yang tinggi. Makanan ini dapat meningkatkan keasaman di perut dan mengiritasi lapisan esofagus. Sebaiknya, hindari konsumsi berlebihan dari makanan ini jika kamu rentan terhadap refluks asam.

4 dari 11 halaman

Kopi dan Minuman Berkafein

Kopi dan minuman berkafein lainnya dapat memicu refluks asam. Kafein dapat mengendurkan katup di ujung esofagus, memungkinkan asam lambung naik kembali. Selain itu, kafein juga dapat menyebabkan iritasi pada lambung dan meningkatkan produksi asam lambung.

5 dari 11 halaman

Cokelat

Cokelat adalah makanan yang sangat disukai banyak orang, namun juga dikenal sebagai pemicu GERD. Kandungan kafein dan theobromine dalam cokelat dapat mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah, yang memungkinkan asam mengalir kembali ke esofagus.

6 dari 11 halaman

Makanan Pedas

Bumbu dan rempah-rempah pedas dapat mengiritasi lapisan esofagus dan lambung. Kandungan capsaicin dalam makanan pedas dapat memperlambat pengolahan makanan di lambung, sehingga meningkatkan risiko nyeri ulu hati.

7 dari 11 halaman

Alkohol

Alkohol memiliki efek ganda, yaitu mengendurkan sfingter esofagus dan merangsang produksi asam di perut. Minuman beralkohol seperti bir dan anggur dapat mengiritasi lambung dan meningkatkan risiko refluks asam.

8 dari 11 halaman

Minuman Berkarbonasi

Minuman berkarbonasi dapat menyebabkan tekanan di perut dan meningkatkan risiko refluks asam. Gelembung gas dalam minuman ini dapat menciptakan lebih banyak tekanan, yang berpotensi menyebabkan rasa sakit.

9 dari 11 halaman

Produk Susu Tinggi Lemak

Produk susu seperti susu dan keju yang kaya lemak dapat memperburuk gejala GERD. Kandungan lemak dalam produk ini dapat meningkatkan produksi asam lambung.

10 dari 11 halaman

Bawang Putih dan Bawang Merah

Bawang putih, terutama yang mentah, dapat menyebabkan mulas dan sakit perut. Sementara itu, bawang merah mentah dapat merangsang produksi asam, yang meningkatkan risiko mulas.

11 dari 11 halaman

Peppermint

Meskipun dikenal untuk menenangkan perut, peppermint sebenarnya adalah pemicu refluks asam. Ini dapat mengendurkan sfingter esofagus dan menyebabkan asam lambung naik.

Penting untuk diingat bahwa pemicu makanan dapat bervariasi pada setiap individu. Moderasi sangat penting ketika penghindaran tidak mungkin dilakukan. Makanan memainkan peran utama dalam mengendalikan gejala asam lambung, dan perubahan pola makan dapat menjadi terapi lini pertama untuk penderita GERD.