Bukan Sekadar Relaksasi, Ini 8 Cara Mengelola Stres yang Terbukti Ampuh

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 29 Januari 2026, 09:51 WIB

ringkasan

  • Aktivitas fisik seperti olahraga teratur, yoga, dan tai chi efektif meningkatkan endorfin serta mengurangi intensitas emosional stres.
  • Teknik relaksasi dan mindfulness, termasuk meditasi, pernapasan dalam, dan visualisasi, membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan kesejahteraan mental.
  • Gaya hidup sehat yang meliputi tidur cukup, pola makan bergizi, dan menghindari kebiasaan buruk sangat penting untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran dalam menghadapi stres.

Fimela.com, Jakarta - Stres adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern yang seringkali datang tanpa diundang. Namun, Sahabat Fimela tidak perlu khawatir berlebihan menghadapi tekanan ini. Ada beragam cara mengelola stres agar tidak mengganggu kualitas hidup Anda secara keseluruhan.

Mengidentifikasi pemicu stres dan menerapkan strategi yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan mental. Pengelolaan stres yang efektif dapat membantu memperbaiki mental yang rusak serta mencegah kondisi memburuk. Ini juga mendukung proses pemulihan diri secara holistik.

Artikel ini akan membahas delapan strategi komprehensif yang terbukti ampuh dalam mengelola stres. Mulai dari aktivitas fisik hingga dukungan profesional, setiap langkah dirancang untuk membantu Anda menemukan kedamaian dan keseimbangan. Mari kita selami lebih dalam berbagai metode ini.

What's On Fimela
2 dari 9 halaman

I. Aktivitas Fisik sebagai Pereda Stres

Hampir semua bentuk aktivitas fisik dapat berfungsi sebagai pereda stres yang efektif. Bahkan jika Anda bukan seorang atlet, olahraga tetap bisa menjadi cara mengelola stres yang baik. Aktivitas fisik dapat memompa endorfin yang membuat perasaan senang dan bahan kimia saraf alami lainnya, sehingga meningkatkan rasa sejahtera Anda.

Olahraga tidak akan menghilangkan stres sepenuhnya, namun dapat mengurangi intensitas emosional yang dirasakan. Ini juga membantu menjernihkan pikiran dan memungkinkan Anda menangani masalah dengan lebih tenang. Studi menunjukkan bahwa olahraga sangat efektif dalam mengurangi kelelahan, meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi, serta meningkatkan fungsi kognitif secara keseluruhan.

Aktivitas fisik juga membantu tubuh berlatih bekerja sama saat menghadapi stres. Hal ini memiliki efek positif pada sistem tubuh seperti jantung, pembuluh darah, pencernaan, dan sistem kekebalan tubuh, melindungi dari hasil stres yang berbahaya.

  • Yoga dan Tai Chi: Yoga, dengan serangkaian postur dan latihan pernapasan, adalah pereda stres yang populer. Praktik ini menyatukan disiplin fisik dan mental yang dapat membantu mencapai kedamaian tubuh dan pikiran. Tai chi juga termasuk teknik relaksasi yang efektif.
3 dari 9 halaman

II. Teknik Relaksasi dan Perhatian Penuh (Mindfulness)

Teknik relaksasi dapat secara signifikan menurunkan gejala stres dan membantu Sahabat Fimela menikmati kualitas hidup yang lebih baik. Mempraktikkan mindfulness dan meditasi adalah cara mengelola stres yang sangat direkomendasikan.

  • Meditasi dan Mindfulness: Selama meditasi, Anda memusatkan perhatian dan menenangkan aliran pikiran kacau yang mungkin menyebabkan stres. Mindfulness melibatkan perhatian pada apa yang terjadi di dalam dan di luar diri kita, dari waktu ke waktu. Penelitian menunjukkan bahwa meditasi mindfulness mengubah otak dan biologi kita secara positif, meningkatkan kesehatan mental dan fisik.
  • Pernapasan Dalam: Teknik pernapasan dalam dapat dilakukan di mana saja untuk mencapai relaksasi. Fokus pada pernapasan Anda, biarkan perut naik saat menarik napas dan turun saat menghembuskan napas selama sekitar dua menit hingga merasa rileks.
  • Relaksasi Otot Progresif: Metode ini telah terbukti mengurangi kecemasan dan stres. Teknik ini melibatkan penegangan dan pelepasan kelompok otot yang berbeda secara berurutan.
  • Visualisasi: Visualisasikan lingkungan yang menenangkan, baik dari ingatan atau imajinasi, dengan melibatkan kelima indra Anda. Ini adalah cara mengelola stres yang kreatif.
  • Pijat: Pijat adalah praktik manajemen nyeri dan stres holistik yang berasal dari India dan Tiongkok. Pijat dapat mengurangi ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi, dan meredakan kecemasan.
4 dari 9 halaman

III. Gaya Hidup Sehat untuk Mengurangi Stres

Menjaga gaya hidup sehat adalah fondasi penting dalam cara mengelola stres. Kebiasaan sehari-hari memiliki dampak besar pada kemampuan tubuh dan pikiran untuk menghadapi tekanan.

  • Tidur Cukup: Mendapatkan tidur yang cukup sangat penting untuk tubuh dan pikiran. Tidur memperbaiki, merilekskan, dan meremajakan tubuh, serta dapat membantu membalikkan efek stres. Prioritaskan tidur yang berkualitas setiap hari.
  • Pola Makan Sehat: Makan makanan sehat adalah bagian penting dari merawat diri sendiri. Usahakan untuk makan banyak buah, sayuran, dan biji-bijian utuh. Diet seimbang dengan nutrisi yang tepat memiliki manfaat mengurangi stres yang kuat, meningkatkan fungsi otak, dan memperkuat kekebalan tubuh.
  • Menghindari Kebiasaan Tidak Sehat: Jangan mengandalkan alkohol, merokok, dan kafein sebagai cara mengatasi masalah. Meskipun memberikan kelegaan sementara, kebiasaan ini tidak akan menyelesaikan masalah dan justru dapat menciptakan masalah baru.
5 dari 9 halaman

IV. Manajemen Waktu dan Prioritas

Rasa kewalahan seringkali menjadi pemicu stres. Meningkatkan keterampilan manajemen waktu adalah cara mengelola stres yang praktis dan efektif.

  • Meningkatkan Keterampilan Manajemen Waktu: Mengelola waktu lebih efisien dapat mengurangi perasaan kewalahan dan meningkatkan produktivitas. Memiliki jadwal harian membantu menggunakan waktu secara efisien dan merasa lebih terkendali.
  • Belajar Mengatakan "Tidak": Merasa nyaman mengatakan "tidak" untuk proyek tambahan atau permintaan yang membebani adalah kunci. Ini membantu menetapkan batasan yang sehat.
  • Menetapkan Ekspektasi Realistis: Menentukan ekspektasi yang realistis terhadap diri sendiri dan situasi adalah penting untuk menghindari kekecewaan dan stres yang tidak perlu.
6 dari 9 halaman

V. Pentingnya Dukungan Sosial

Manusia adalah makhluk sosial, dan dukungan dari orang-orang terdekat merupakan cara mengelola stres yang tak ternilai harganya.

  • Terhubung dengan Orang Lain: Memiliki jaringan dukungan sosial yang kuat dari teman dan keluarga membantu meredakan stres. Tetap berhubungan dengan orang yang Anda percaya dan bagikan kekhawatiran Anda dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.
7 dari 9 halaman

VI. Keterlibatan dalam Hobi dan Aktivitas Positif

Meluangkan waktu untuk diri sendiri dan melakukan hal-hal yang disukai adalah cara mengelola stres yang sering terlewatkan namun sangat ampuh.

  • Melakukan Hal yang Disukai: Penting untuk meluangkan waktu untuk bersosialisasi, relaksasi, atau olahraga, serta melakukan sesuatu yang Anda nikmati.
  • Menantang Diri Sendiri: Menetapkan tujuan dan tantangan, seperti mempelajari bahasa atau olahraga baru, dapat membangun kepercayaan diri dan membantu mengatasi stres.
  • Membantu Orang Lain: Bukti menunjukkan bahwa orang yang membantu orang lain, misalnya melalui kegiatan sukarela, seringkali menjadi lebih tangguh dalam menghadapi stres.
8 dari 9 halaman

VII. Mengembangkan Pola Pikir Positif

Cara mengelola stres juga sangat bergantung pada bagaimana kita memandang dan menanggapi situasi. Pola pikir positif adalah alat yang sangat kuat.

  • Berpikir Positif: Cobalah untuk menjadi positif dan carilah hal-hal yang patut Anda syukuri dalam hidup.
  • Menerima Hal yang Tidak Bisa Diubah: Mengubah situasi yang sulit tidak selalu mungkin. Fokuslah pada hal-hal yang dapat Anda kendalikan dan terima apa yang tidak bisa diubah.
  • Bersyukur: Mempraktikkan rasa syukur setiap hari dapat meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional Anda, serta membantu mengurangi stres.
9 dari 9 halaman

VIII. Mencari Bantuan Profesional

Ilustrasi stres, depresi, anxiety, lelah bekerja. (Photo By Unsplash)

Terkadang, stres yang dialami terlalu berat untuk ditangani sendiri. Dalam situasi ini, mencari bantuan profesional adalah langkah yang bijak dan efektif dalam cara mengelola stres.

  • Konseling atau Terapi: Konseling mungkin sangat membantu di saat stres ekstrem. Jika stres membuat Anda sulit mengatasi atau tindakan perawatan diri tidak meredakan stres, pertimbangkan terapi atau konseling. Terapi perilaku kognitif (CBT) dan pendekatan berbasis mindfulness direkomendasikan untuk mengobati depresi yang tidak terlalu parah, yang seringkali berkaitan dengan stres.