Fimela.com, Jakarta - Setiap anak terlahir dengan keunikan tersendiri, termasuk dalam cara mereka merespons dunia di sekitarnya. Perbedaan ini bukan sekadar sifat biasa, melainkan sesuatu yang lebih mendalam dan sudah ada sejak lahir, yang dikenal sebagai temperamen. Memahami tipe temperamen anak menjadi sangat penting bagi setiap orang tua untuk mendukung perkembangan emosional dan sosial anak secara optimal.
Temperamen adalah gaya individu seorang anak dalam mendekati dan bereaksi terhadap lingkungan, orang lain, serta beradaptasi terhadap perubahan. Ini adalah pola perilaku dan emosional unik yang memengaruhi interaksi anak sehari-hari. Temperamen bukanlah pilihan anak atau ciptaan orang tua; tidak ada temperamen yang 'benar' atau 'salah', 'lebih baik' atau 'lebih buruk'.
Meskipun temperamen bersifat bawaan, pengalaman dan interaksi dengan pengasuh serta lingkungan dapat memengaruhinya. Oleh karena itu, mengenali dan merespons temperamen anak dengan tepat akan membantu Sahabat Fimela menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang si kecil. Mari kita selami lebih dalam mengenai dan cara terbaik untuk mendampingi mereka.
Mengenal Lebih Dekat: Apa Itu Temperamen Balita?
Temperamen merupakan fitur penting dari kesehatan sosial dan emosional anak, yang merujuk pada cara kita mendekati dan bereaksi terhadap dunia. Ini adalah 'gaya' pribadi kita yang sudah ada sejak lahir. Setiap anak datang ke dunia dengan cara unik dalam berinteraksi, merespons, dan terlibat. Gaya individu ini, yang dikenal sebagai temperamen, bukanlah sesuatu yang dipilih anak, juga tidak sepenuhnya dibentuk oleh lingkungan.
Penting untuk diingat bahwa temperamen tidak dapat diubah, namun dapat dipahami dan dikelola. Tujuan utama adalah memahami temperamen anak dengan cukup baik agar dapat membantu mereka berkembang. Dengan pemahaman ini, orang tua dapat menghindari menyalahkan diri sendiri atau anak atas reaksi atau perilaku yang khas berdasarkan temperamen anak.
Memahami temperamen balita juga membantu orangtua untuk tidak membandingkan anak mereka dengan anak lain. Setiap anak memiliki keunikan yang harus dirayakan dan didukung sesuai dengan kebutuhannya. Ini adalah langkah awal untuk membangun hubungan yang kuat dan penuh pengertian dengan si kecil.
3 Kategori Utama How To Toddler’s Temperament yang Perlu Diketahui
Para peneliti umumnya mengkategorikan temperamen anak menjadi tiga jenis utama, meskipun tidak semua anak cocok secara sempurna ke dalam salah satu kategori ini. Mengenali kategori ini dapat menjadi panduan awal bagi Sahabat Fimela dalam memahami si kecil.
- Anak yang Mudah (Easy or Flexible): Sekitar 40% anak termasuk dalam kategori ini. Mereka cenderung bahagia, memiliki pola tidur dan makan yang teratur, mudah beradaptasi, tenang, dan tidak mudah marah. Anak-anak ini merespons dunia secara positif dan memiliki intensitas emosi yang ringan hingga sedang. Mereka juga mudah beradaptasi dengan sekolah dan orang baru, serta menghadapi situasi frustrasi dengan sedikit kecemasan.
- Anak yang Aktif atau Sulit (Active or Feisty/Difficult): Sekitar 10% anak dapat dikategorikan sebagai aktif atau bersemangat. Mereka mungkin rewel, memiliki pola makan dan tidur yang tidak teratur, takut pada orang dan situasi baru, mudah terganggu oleh kebisingan dan stimulasi, serta memiliki reaksi yang intens. Anak-anak ini mungkin sulit ditenangkan atau cenderung mengalami tantrum.
- Anak yang Lambat Beradaptasi atau Pemalu (Slow-to-Warm or Cautious/Shy): Sekitar 15% anak termasuk dalam kategori ini. Mereka mungkin kurang aktif atau cenderung rewel, dan mungkin menarik diri atau bereaksi negatif terhadap situasi baru pada awalnya. Namun, seiring waktu, mereka bisa menjadi lebih positif dengan paparan berulang terhadap orang, objek, atau situasi baru. Mereka cenderung memiliki suasana hati dengan intensitas ringan, seringkali negatif, dan beradaptasi perlahan terhadap lingkungan dan orang yang tidak dikenal.
9 Ciri Khas Pembentuk How To Toddler’s Temperament Anak
Selain kategori umum, para peneliti juga telah mengidentifikasi sembilan ciri umum yang digunakan untuk menggambarkan temperamen pada anak kecil. Memahami ciri-ciri ini membantu orangtua melihat gambaran yang lebih detail.
Ciri-ciri ini mencakup: Tingkat Aktivitas (tingkat gerakan fisik), Keteraturan (pola teratur fungsi fisik), Pendekatan/Penarikan Diri (respons terhadap stimulus baru), Adaptabilitas (kemudahan menyesuaikan diri), Intensitas (tingkat energi respons), Suasana Hati (positif atau negatif), Rentang Perhatian (kemampuan konsentrasi), Mudah Terganggu (seberapa mudah terdistraksi), dan Ambang Sensori (jumlah stimulasi yang diperlukan untuk merespons).
Setiap ciri ini berkontribusi pada bagaimana anak berinteraksi dengan dunia, membentuk gaya pribadi mereka. Misalnya, anak dengan tingkat aktivitas tinggi mungkin selalu ingin bergerak, sementara anak dengan ambang sensori rendah mungkin sangat peka terhadap suara atau cahaya. Mengamati ciri-ciri ini akan memberikan wawasan berharga bagi Sahabat Fimela.
Strategi Efektif Memahami dan Merespons Temperamen Anak
Memahami temperamen anak adalah langkah awal yang krusial. Tujuannya bukanlah untuk mengubah temperamen anak, melainkan untuk memahaminya dengan cukup baik agar dapat membantu mereka berkembang. Sahabat Fimela perlu mengamati respons anak terhadap lingkungan secara cermat, memperhatikan pola perilaku mereka dalam berbagai situasi, seperti saat transisi atau di tempat baru.
Konsep "Goodness of Fit" sangat relevan di sini, yaitu ketika harapan dan metode pengasuhan orang dewasa sesuai dengan gaya dan kemampuan pribadi anak. Ini tidak berarti temperamen orang dewasa dan anak harus cocok, melainkan pengasuh dapat menyesuaikan metode pengasuhan mereka untuk mendukung cara alami anak merespons dunia. Dengan menciptakan 'goodness of fit', orangtua dapat mengurangi konflik dan membangun hubungan yang lebih positif.
Berikut adalah beberapa strategi respons berdasarkan tipe temperamen:
- Untuk Anak yang Aktif/Sulit: Tetap tenang saat menghadapi emosi intens anak. Akui perasaan mereka, misalnya, "Kamu sangat marah. Kamu benar-benar menginginkan mainan itu." Bantu anak mengenali emosi mereka sendiri dengan menunjuk saat mereka tenang. Pisahkan perilaku dari perasaan; emosi boleh dirasakan, tetapi perilaku tertentu mungkin tidak dapat diterima. Arahkan perilaku ke cara yang dapat diterima, misalnya, "Kamu bisa memukul bantal ini."
- Untuk Anak yang Lambat Beradaptasi/Pemalu: Berikan persiapan dan dukungan tambahan untuk situasi atau orang baru. Berikan waktu ekstra untuk menyesuaikan diri dan jangan terburu-buru. Buat rutinitas dan ritual yang jelas, terutama saat transisi, untuk memberikan rasa kontrol dan mengurangi kecemasan. Gunakan gambar dan bahasa untuk mengingatkan anak tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Dukung eksplorasi dan kemandirian mereka dengan memberikan kehadiran yang menenangkan.
Peran Sahabat Fimela bukanlah untuk "memperbaiki" temperamen anak, melainkan untuk membimbing, mendukung, dan merayakan siapa mereka. Bantu anak mengembangkan strategi koping yang diperlukan dan berkembang dalam keunikan mereka. Perhatikan juga temperamen Anda sendiri dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi interaksi dengan anak, serta beradaptasi dan responsif terhadap kebutuhan unik setiap anak.