Mengenal Situationship sebagai Momen saat Kamu Berada di Zona Abu-Abu

Afiatul AfifahDiterbitkan 16 Februari 2026, 12:15 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernahkah Anda mendengar istilah situationship? Atau yang sering disebut dengan zona abu-abu. Situationship yaitu hubungan tanpa kejelasan yang berada di ambang antara pacaran dan friendship. Situasi ini biasanya terjadi pada kalangan dewasa awal yang mengharapkan kedekatan namun belum siap untuk berkomitmen sepenuhnya. 

Dilansir dalam health.cleverandclinic, seorang ahli mengungkapkan bahwa, otak manusia cenderung menyukai sesuatu yang jernih atau jelas, seperti hitam dan putih. Sehingga, mereka kesulitan untuk memproses zona abu-abu dan bahkan dapat menciptakan kecemasan. Kecemasan ini lahir dari kurangnya kejelasan status, keterbukaan, komitmen, serta gambaran masa depan yang ambigu. Situationship biasanya menjadi pilihan bagi orang-orang yang memiliki trauma masa lalu atau ketakutan terhadap perceraian. Meskipun beberapa orang memaknai ini sebagai sebuah bentuk hubungan modern, lalu apakah dampak dari situationship tersebut? 

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

Kebebasan

Momen bebas./copyright fimela/adrian putra

Situationship mendukung hubungan dengan tingkat tanggung jawab yang lebih rendah. Hubungan ini terjalin dengan emosional serta keintiman yang tinggi, namun tanpa status yang jelas. Sehingga situasi ini mendukung seseorang untuk bebas mendapatkan dukungan emosional dari pasangan tanpa terikat aturan atau komitmen yang formal, sehingga memberi kebebasan tertentu dalam hubungan. 

3 dari 6 halaman

Mengenali Diri Sendiri

Untuk mengenali diri sendiri./copyright pexels/Photo by YI REN

Hubungan yang fleksibel ini juga memberi kesempatan untuk lebih mengenal diri sendiri. Individu dapat mengeksplorasi perasaan, memahami batasan pribadi, dan menyadari preferensi bahasa cintanya sebelum memutuskan untuk melangkah ke hubungan yang lebih serius atau berkomitmen.

4 dari 6 halaman

Merasa Tidak Aman

Ilustrasi perempuan./copyright freepik/cookie.studio

Setiap individu dalam hubungan pastinya memiliki harapannya masing-masing. Dalam situationship, individu dapat merasa stres, kecemasan, atau merasa insecure. Ketika individu mulai menaruh harapan untuk kemajuan dalam hubungannya, tidak adanya komitmen dan konsistensi membuat mereka merasa kurang dihargai atau kurang aman secara emosional. 

5 dari 6 halaman

Memengaruhi Kesehatan Mental

Situationship bisa memengaruhi kesejahteraan emosional. Saat salah satu pihak menginginkan lebih, mereka mungkin mulai mempertanyakan nilai diri mereka dan mengharapkan pengakuan dari pasangan. Kurangnya kedekatan dan keterbukaan hubungan dapat membuat individu membentuk gambaran ideal tersendiri terhadap pasangannya, sementara kenyataan hubungan seringkali tidak sesuai harapan. Ketertarikan yang kuat terhadap pasangan dalam situationship dapat memicu keinginan untuk mendapatkan cinta yang setara. Hal ini berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan serta rendahnya tingkat kepuasan dalam hubungan. 

6 dari 6 halaman

Kesulitan Menjalin Hubungan Baru

Ilustrasi memulai komitmen./copyright freepik/prostooleh

Pengalaman situationship terkadang membuat individu cenderung untuk menutup diri dan berhati-hati dalam memulai hubungan baru. Ketidakjelasan dan pengalaman emosional pada hubungan sebelumnya membuat mereka menjadi lebih selektif dan waspada. Hal ini merupakan upaya untuk melindungi diri atas rasa sakit atau ketidakpastian. 

Sahabat Fimela, situationship bisa menjadi jembatan untuk lebih mengenali hubungan dan diri sendiri. Namun, hubungan yang baik adalah hubungan yang memberikan rasa aman dan damai. Cinta yang sehat adalah cinta yang membuatmu merasa nyaman dan dihargai.