Mengapa Kurma Dianjurkan Saat Berbuka Puasa? Ini Penjelasannya

Angela FernandaDiterbitkan 27 Februari 2026, 14:15 WIB

Fimela.com, Jakarta - Bulan suci Ramadan menjadi momen  istimewa bagi umat Muslim, terutama saat waktu berbuka puasa tiba. Banyak orang memilih mengawali berbuka dengan kurma. Hal ini dilakukan tidak hanya semata-mata karena tradisi melainkan ada alasan sehat di baliknya yang membuat kurma menjadi pilihan tepat setelah berjam-jam berpuasa tanpa makan atau minum.

Kurma adalah buah yang kaya nutrisi. Dalam setiap sajian, kurma mengandung serat, vitamin, mineral, dan gula alami yang mudah diserap tubuh. Kombinasi ini membantu tubuh pulih setelah berpuasa panjang, sekaligus memberi energi dengan cara yang lebih stabil dibanding camilan manis biasa. Selain itu, kurma juga ringan di perut dan mudah dicerna, sehingga cocok dikonsumsi saat berbuka sebelum menyantap makanan berat. Ini penting karena setelah berjam-jam tidak makan, sistem pencernaan perlu waktu untuk bangun secara perlahan tanpa langsung bekerja keras.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Sumber Energi Cepat dan Gula Alami

Kurma Sebagai Sumber Energi Cepat dan Gula Alami./copyright freepik/8photo

Setelah berpuasa sepanjang hari, tubuh membutuhkan energi secepatnya untuk memulihkan staf fisik dan mental. Kurma kaya akan gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa, yang cepat masuk ke aliran darah dan memberi dorongan energi instan tanpa menyebabkan lonjakan tajam seperti gula olahan. Ini membuat kurma menjadi pilihan yang ideal untuk berbuka karena membantu memulihkan tenaga dengan cepat, sehingga kamu tidak merasa lemas atau lesu saat hendak makan utama dan beraktivitas sesudahnya.

3 dari 5 halaman

Membantu Pencernaan dan Mencegah Sembelit

Kurma Membantu Pencernaan dan Mencegah Sembelit./copyright generated by AI/Gemini

Kurma juga kaya akan serat makanan yang penting untuk kesehatan sistem pencernaan. Serat membantu mengatur pergerakan usus dan mencegah sembelit, yang sering dialami saat pola makan berubah seperti saat berpuasa. Selain itu, serat dari kurma memperlambat proses pencernaan sehingga memberi rasa kenyang lebih lama, membantu menjaga kestabilan gula darah, dan mengurangi rasa lapar berlebihan setelah makan besar di waktu berbuka.

4 dari 5 halaman

Mudah Dicerna Lambung

Kurma Mudah Dicerna Lambung./copyright generated by AI/Gemini

Karena ciri buahnya yang lembut dan manis alami, kurma mudah dicerna oleh lambung yang baru mulai menerima makanan setelah seharian kosong. Pilihan makanan yang terlalu berat atau langsung masuk makanan besar bisa membuat perut kaget. Kurma membantu “menghangatkan” kembali sistem pencernaan sebelum lanjut menyantap hidangan lain.

5 dari 5 halaman

Mengembalikan Elektrolit dan Mineral

Kurma Membantu Mengembalikan Elektrolit dan Mineral./copyright generated by AI/Gemini

Selama berpuasa, tubuh kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat dan aktivitas sepanjang hari. Kurma mengandung mineral penting seperti potassium, magnesium, dan zat besi yang membantu mengembalikan keseimbangan elektrolit tubuh, mencegah lemas, kram otot, atau pusing akibat dehidrasi ringan. 

Kurma menjadi pilihan nutrisi yang cerdas untuk berbuka puasa. Dengan kombinasi gula alami, serat, dan mineral penting, kurma membantu tubuh kembali bertenaga, mendukung pencernaan, dan memulihkan keseimbangan tubuh secara alami. Jadi saat Ramadan tiba, jangan ragu menjadikan kurma sebagai langkah pertama dalam membuka puasa, karena manfaatnya tidak hanya terasa secara fisik, tetapi juga mendukung kesehatan secara keseluruhan.