Apakah Normal Mata Panda pada Anak? Berikut Penjelasannya

Afiatul AfifahDiterbitkan 05 Maret 2026, 11:15 WIB

Fimela.com, Jakarta - Mom, pernah memperhatikan area bawah mata si kecil tampak lebih gelap dari biasanya? Sekilas mungkin mirip tanda kelelahan dan kurang tidur yang dialami orang dewasa. Padahal, anak sudah tidur cukup dan tetap aktif bermain. Kondisi ini bisa membuat orang tua bertanya-tanya, apakah wajar anak kecil memiliki lingkaran hitam di bawah mata?

Tenang, Mom. Dark circle atau lingkaran hitam di bawah mata bisa terjadi pada anak-anak. Kondisi ini tidak selalu menandakan permasalahan kesehatan yang serius. Faktor genetik dan kulit bawah mata yang cenderung tipis bisa membuat warna gelap terlihat lebih jelas. Meski begitu, ada beberapa kondisi kesehatan yang juga dapat memicu munculnya mata panda pada anak. Yuk, kenali penyebabnya agar bisa lebih waspada.

2 dari 6 halaman

1. Hidung Tersumbat

Ilustrasi hidung tersumbat pada anak./copyright freepik.com/freepik

Kondisi hidung tersumbat akibat pilek atau penumpukan lendir memengaruhi kondisi area mata. Saat saluran hidung tersumbat, tekanan pada pembuluh darah di sekitar mata meningkat. Kondisi ini mengakibatkan aliran darah tidak lancar dan warna kulit di bawah mata menggelap. Selain itu, kesulitan bernapas melalui hidung mengharuskan anak bernapas dengan mulut yang juga berdampak pada kelainan gigi dan struktur wajah.

3 dari 6 halaman

2. Alergi

Ilustrasi anak mengalami alergi yang mengganggu saluran pernapasan./copyright freepik.com/jcomp

Alergi terhadap debu, jamur, serbuk sari, hingga bulu hewan dapat menyebabkan peradangan saluran pernapasan. Gejalanya bisa berupa bersin, hidung tersumbat, dan pilek. Peradangan yang terjadi terus-menerus bisa berakibat pada terbentuknya lingkaran hitam di bawah mata. Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan rinitis, memiliki lingkaran hitam mata yang lebih gelap dan besar dibanding anak pada umumnya.

4 dari 6 halaman

3. Asma

Ilustrasi anak terkena asma./copyright freepik.com/8photo

Asma merupakan kondisi yang mengakibatkan saluran napas menyempit. Ketika pernapasan tidak bekerja optimal, kadar oksigen pada tubuh semakin berkurang. Hal ini dapat memengaruhi warna kulit di area bawah mata. Gejala ini ditandai dengan batuk berkepanjangan di malam hari, bersin, dan hidung tersumbat.

5 dari 6 halaman

4. Dehidrasi

Ilustrasi menjaga asupan cairan anak./copyright pexels.com/alex green

Kurangnya konsumsi cairan membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya. Saat asupan air tidak cukup, kulit akan semakin menipis, yang mengakibatkan dark circle semakin tampak jelas. Karena itu, memastikan kebutuhan cairan harian anak terpenuhi sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit dan tubuh mereka.

6 dari 6 halaman

5. Konsumsi Makanan Asin Berlebihan

Ilustrasi garam./copyright pexels.com/tara winstead

Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi garam bisa mengakibatkan retensi cairan di dalam tubuh. Penumpukan cairan yang terjadi di area mata akan membentuk kantung mata dan mengakibatkan perubahan warna yang semakin menggelap. Melalui pola makan yang seimbang dan membatasi konsumsi makanan asin, bisa membantu menjaga tumbuh kembang anak.

Mom, dark circle pada anak memang tidak selalu menjadi tanda bahaya. Dengan menjaga pola tidur teratur, asupan nutrisi seimbang, serta memastikan kebutuhan cairan tercukupi, kesehatan anak bisa lebih terjaga. Perhatian dan kepedulian orang tua menjadi kunci agar anak tumbuh sehat, aktif, dan ceria setiap hari.