13 Tips Menghentikan Overthinking agar Hidup Lebih Tenang dan Bahagia

Nabila MecadinisaDiterbitkan 25 Februari 2026, 23:44 WIB

ringkasan

  • Overthinking adalah kondisi pikiran berlebihan yang dapat memicu stres dan kecemasan, serta mengganggu aktivitas sehari-hari dan kesehatan mental.
  • Berbagai strategi efektif seperti mengenali pemicu, mengalihkan perhatian, menetapkan batas waktu berpikir, dan fokus pada solusi dapat membantu mengurangi kebiasaan overthinking.
  • Jika overthinking terus berlanjut dan mengganggu kualitas hidup secara signifikan, mencari bantuan profesional seperti psikolog sangat dianjurkan untuk penanganan lebih lanjut.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, apakah Anda sering merasa pikiran terus berputar, memikirkan hal yang sama berulang kali tanpa henti? Kondisi ini dikenal sebagai overthinking, sebuah kebiasaan yang dapat menguras energi mental dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kebiasaan ini tidak hanya membuat pikiran lelah, tetapi juga seringkali memicu stres dan kecemasan berlebihan.

Overthinking adalah keadaan di mana seseorang cenderung terlalu memikirkan suatu situasi atau masalah secara berlebihan. Ini dapat membuat seseorang terjebak dalam siklus pemikiran yang berulang, seringkali tanpa solusi yang jelas, sehingga mengganggu kesehatan mental dan emosionalnya.

Meskipun berpikir adalah bagian penting dari kehidupan, berpikir berlebihan justru bisa berdampak negatif pada kesejahteraan Anda. Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai definisi, penyebab, dampak, serta 13 tips praktis untuk menghentikan overthinking agar hidup Anda lebih tenang dan bahagia.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Memahami Overthinking: Definisi dan Pemicunya

ilustrasi bermain ponsel dan terpapar informasi/copyright freepik.com/freepik

Overthinking, atau pemikiran berlebihan, adalah kondisi di mana seseorang memikirkan atau mempertimbangkan sesuatu secara berlebihan atau berulang-ulang, yang dapat membuat pikiran lelah dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Seseorang yang mengalami overthinking suka menganalisis berlebihan, merefleksikan sesuatu secara berlebihan, atau khawatir akan sesuatu secara berlebihan. Mereka terus terjebak dalam lingkaran pikiran yang sulit dihentikan, sehingga mengganggu kesehatan mental dan emosionalnya.

Beberapa faktor dapat memicu kebiasaan overthinking ini. Pengalaman traumatis di masa lalu sering meninggalkan luka emosional yang membuat seseorang mudah cemas. Stres berkepanjangan, baik dari pekerjaan, keluarga, atau lingkungan sosial, juga menjadi pemicu umum.

Selain itu, sifat perfeksionis yang membuat seseorang takut gagal, ketidakpercayaan diri, dan kekhawatiran berlebihan tentang penilaian orang lain juga berkontribusi. Ketidakpastian akan masa depan, tekanan akademik, pengaruh media sosial yang menampilkan kehidupan sempurna, serta kurangnya kemampuan mengelola emosi turut memperparah kondisi ini. Bahkan, memiliki gangguan kecemasan atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD) bisa menjadi penyebab mendasar overthinking.

3 dari 4 halaman

Dampak Negatif Overthinking dan Langkah Awal Mengatasinya

Jika dibiarkan, overthinking dapat memiliki dampak negatif yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan Anda. Salah satu dampak paling umum adalah meningkatnya stres dan kecemasan, yang dapat memicu depresi. Kondisi ini juga sering menyebabkan kesulitan tidur, karena pikiran yang terus aktif membuat Anda sulit merelaksasi diri.

Selain itu, overthinking dapat mengganggu konsentrasi dan fokus pada tugas sehari-hari, bahkan membuat sulit mengambil keputusan, baik untuk hal-hal besar maupun kecil. Pada akhirnya, kebiasaan ini menguras waktu dan energi, serta meningkatkan risiko gangguan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, PTSD, dan gangguan kecemasan sosial.

Langkah pertama untuk mengatasi overthinking adalah dengan menyadarinya. Sadari kapan Anda mulai terjebak dalam pola pikir berlebihan dan akui bahwa hal itu memengaruhi kehidupan sehari-hari Anda. Setelah itu, cari tahu pemicunya. Overthinking sering muncul saat seseorang menghadapi masalah, dan dengan mengetahui pemicunya, Anda bisa mulai mencari solusi.

Mengalihkan perhatian juga merupakan strategi yang efektif. Jika pikiran mulai mengganggu aktivitas, cobalah untuk mengalihkan fokus dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan dan positif, seperti memasak, berolahraga, menekuni hobi, atau menjadi sukarelawan.

4 dari 4 halaman

Strategi Efektif dan Kapan Perlu Bantuan Profesional untuk Menghentikan Overthinking

Untuk menghentikan siklus overthinking, ada beberapa strategi yang bisa Sahabat Fimela terapkan secara konsisten. Salah satunya adalah menetapkan batas waktu untuk berpikir. Beri diri Anda waktu khusus, misalnya 10 menit setiap malam, untuk memikirkan masalah. Setelah waktu tersebut habis, berhentilah. Ini membantu pikiran merasa lebih bebas dan tidak terus tertekan.

Jangan takut untuk menghadapi ketakutan Anda. Jika overthinking disebabkan oleh masalah tertentu, diskusikan dengan orang yang tepat daripada memendamnya sendiri. Terus menghindari rasa takut hanya akan membuat Anda semakin memikirkannya. Penting juga untuk berhenti berasumsi dan fokus pada apa yang bisa berjalan dengan baik, bukan hanya pada hal-hal negatif yang mungkin terjadi.

Latihan pernapasan dalam dan meditasi dapat membantu menenangkan pikiran, mengurangi gejala fisik overthinking, dan melatih otak untuk fokus pada saat ini (mindfulness). Fokus pada solusi dan tindakan, bukan hanya pada masalah. Ganti pertanyaan “kenapa” dengan “bagaimana” untuk membuat pikiran lebih solutif. Menerima masa lalu dan diri sendiri juga krusial; belajarlah untuk mengikhlaskan dan berbelas kasih pada diri sendiri.

Berbagi dengan orang lain atau mencari dukungan dari orang terpercaya dapat membantu mengurangi beban pikiran. Olahraga rutin juga sangat bermanfaat, karena dapat meningkatkan mood dan mengurangi hormon stres. Terakhir, melatih diri untuk selalu bersyukur dapat membantu mengalihkan fokus dari pikiran negatif dan menjadikan pikiran lebih positif.

Jika berbagai cara menghilangkan overthinking telah Anda coba dan tidak membuahkan hasil, mungkin saatnya untuk mendapatkan bantuan profesional. Overthinking mungkin merupakan gejala dari masalah kesehatan mental yang lebih serius, seperti depresi atau gangguan kecemasan. Psikolog atau profesional kesehatan mental dapat membantu menggali lebih dalam penyebab overthinking dan memberikan strategi yang tepat untuk menguranginya, serta memberikan dukungan yang Anda butuhkan.