Ide Permainan Sensori yang Seru untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 10 Juni 2026, 10:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, sebagai orang tua tentu kamu menginginkan anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, aktif, dan penuh rasa ingin tahu. Dalam proses tumbuh kembangnya, anak tidak hanya belajar dari buku atau kata-kata orang tua, tetapi juga dari pengalaman yang mereka rasakan melalui pancaindra.

Dilansir dari Healthline, aktivitas yang melibatkan sentuhan, penglihatan, suara, hingga gerakan tubuh dapat membantu anak memahami berbagai hal baru secara alami. Aktivitas seperti ini tidak hanya menyenangkan bagi si kecil, tetapi juga berperan penting dalam mendukung perkembangan otak serta keterampilan mereka secara menyeluruh.

Mengenal Permainan Sensori pada Anak

Sensory play atau permainan sensori merupakan jenis permainan yang dirancang untuk merangsang indra anak, terutama indra sentuhan, penglihatan, dan pendengaran. Pada masa bayi hingga balita, anak memang belajar memahami lingkungan melalui lima indra utama, yaitu melihat, mendengar, menyentuh, mencium, dan merasakan.

Seiring bertambahnya usia, proses belajar ini juga melibatkan kemampuan tubuh untuk bergerak dan menjaga keseimbangan. Karena itu, permainan sensori sering kali dikemas dalam aktivitas fisik sederhana yang memungkinkan anak bereksplorasi secara bebas.

Melalui pengalaman bermain tersebut, anak tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga belajar memproses berbagai informasi baru yang mereka temui di lingkungan sekitar.

 

 

2 dari 3 halaman

Manfaat Permainan Sensori bagi Tumbuh Kembang Anak

Permainan sensori membantu mendukung proses tersebut dengan cara yang menyenangkan. [Dok/freepik.com]

Tiga tahun pertama kehidupan anak dikenal sebagai periode perkembangan yang sangat pesat. Pada fase ini, otak anak membentuk berbagai koneksi penting yang menjadi dasar kemampuan berpikir, berbicara, hingga bergerak.

Permainan sensori membantu mendukung proses tersebut dengan cara yang menyenangkan. Aktivitas ini dapat merangsang perkembangan bahasa, meningkatkan kemampuan kognitif, serta melatih keterampilan motorik halus maupun motorik kasar.

Tidak hanya itu, sensory play juga membantu anak belajar berinteraksi dengan orang lain sekaligus mengembangkan rasa ingin tahu mereka. Bahkan, aktivitas sensori sering kali membantu anak menjadi lebih tenang ketika merasa cemas atau frustrasi, karena permainan ini mengajak mereka fokus pada pengalaman yang sedang dirasakan.

Melatih Sensori Anak dengan Mainan dan Aktivitas Sederhana

Kabar baiknya, melatih sensori anak tidak selalu membutuhkan mainan mahal atau peralatan khusus. Banyak aktivitas sederhana yang bisa dilakukan di rumah dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan.

Salah satunya adalah membuat sensory bin, yaitu wadah yang diisi dengan berbagai benda bertekstur berbeda seperti pasir, daun kering, kerikil, beras, atau pasta kering. Anak dapat menyentuh, memindahkan, atau mencari benda tertentu di dalamnya.

Permainan menggunakan play dough juga menjadi aktivitas sensori yang sangat populer. Teksturnya yang lembut membuat anak senang meremas, menggulung, atau membentuk berbagai bentuk sesuai imajinasi mereka. 

 

 

3 dari 3 halaman

Aktivitas Sensori yang Mengajak Anak Bergerak

Sensory play tidak hanya melibatkan tangan, tetapi juga dapat mengajak anak bergerak aktif. [Dok/freepik.com/bearfotos]

Sensory play tidak hanya melibatkan tangan, tetapi juga dapat mengajak anak bergerak aktif. Aktivitas sederhana seperti berjalan mengikuti garis yang dibuat dari selotip di lantai dapat membantu melatih keseimbangan anak.

Permainan seperti ayunan, melompat di trampolin kecil, atau membuat rintangan sederhana dari bantal juga dapat membantu anak mengenal gerakan tubuhnya. Aktivitas ini merangsang sistem vestibular yang berkaitan dengan keseimbangan dan koordinasi tubuh.

Selain itu, bermain air atau pasir juga memberikan pengalaman sensori yang kaya bagi anak. Mereka dapat menuang air, membentuk pasir, atau sekadar merasakan perbedaan suhu dan tekstur yang ada.

Bermain Sambil Belajar dari Alam

Melatih sensori anak juga bisa dilakukan melalui aktivitas yang dekat dengan alam. Misalnya dengan berkebun bersama, menanam biji tanaman, atau menyiram bunga di halaman rumah. Kegiatan ini melibatkan banyak indra sekaligus, mulai dari menyentuh tanah, mencium aroma tanaman, hingga melihat perubahan yang terjadi ketika tanaman tumbuh.

Kegiatan memasak bersama orang tua juga bisa menjadi pengalaman sensori yang menyenangkan. Anak dapat membantu mengaduk adonan, mencium aroma bahan makanan, hingga merasakan berbagai tekstur yang berbeda.