Penanganan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia Melalui Pilihan Terapi Pengobatan Inovatif

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 09 Maret 2026, 15:46 WIB

ringkasan

  • Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia dengan prevalensi tinggi, membutuhkan penanganan komprehensif untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.
  • Modifikasi gaya hidup seperti pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, dan pengelolaan berat badan menjadi fondasi utama penanganan DMT2, seringkali sebagai terapi lini pertama.
  • Terapi farmakologi, pemantauan rutin, edukasi pasien, serta penanganan komplikasi secara terintegrasi sangat penting untuk mencapai kontrol glikemik optimal dan mendukung kemandirian pasien.

Fimela.com, Jakarta - Ramadan bukan hanya menjadi waktu untuk melakukan refleksi spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memberi tubuh waktu melakukan “reset” melalui polamakan yang lebih sehat. Periode puasa dapat memberikan manfaat metabolisme bagi sebagian orang. Pola makan yang sehat dapat berkontribusi terhadap pencegahan penyakit Diabetes Melitus yang saat ini masih menjadi tantangan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Menurut International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas (2025), sekitar11,1% - atau 1 dari 9 – populasi dewasa (20-79 tahun) hidup dengan diabetes, dengan lebih dari 4 dari 10 - orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi tersebut. Lebih dari 90% kasus Diabetes Melitus.

Diabetes Melitus Tipe 2, yaitu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak mencukupi.K ondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor sosial ekonomi,demografis, lingkungan, serta genetik. Diabetes Melitus Tipe 2 memengaruhi caratubuh menggunakan gula (glukosa) sebagai sumber energi dan merupakanbentuk diabetes yang paling umum terjadi pada orang dewasa.

IDF Diabetes Atlas (2025) menunjukan sekitar 19,5 juta orang dewasa hidup dengan Diabetes Melitus Tipe 2.3 Hal ini menegaskan perlunya upaya peningkatan kesadaran, pencegahan, serta akses terhadap pengobatan baru untuk terapi Diabetes Melitus Tipe 2.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Penanganan Diabetes Melitus Tipe 2

Penanganan Diabetes Melitus Tipe 2. (Foto APL ]

Penanganan Diabetes Melitus Tipe 2 juga memerlukan perubahan perilaku yang menyeluruh, mulai daripenerapan pola makan sehat, aktivitas fisik secara teratur, pengelolaan stres, hinga menjaga kualitas tidur. Di samping upaya tersebut, rencana pengobatan yang disesuaikan secara individual di bawah pengawasan tenaga kesehatan juga dapat membantu penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 dalam mengelola kondisi mereka dengan lebih efektif.

”APL menghadirkan pilihan pengobatan baru ke Indonesia, sebagai contoh yaitu Tirzepatide yang merupakan obat dengan mekanisme kerja baru untuk Diabetes Melitus Tipe 2. Tirzepatide merupakan dual receptor antagonist yang menggabungkan GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide) dan GLP-1(glucagon-like peptide-1). APL juga akan memastikan terapi tersebut dapat diakses oleh pasien di seluruh Indonesia.," kata Christophe Piganiol, Presiden Direktur, PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL)