Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, seiring bertambahnya usia, anak-anak seringkali terlihat perubahan dalam sikapnya. Apalagi, jika anak pertama akan menjadi calon kakak bagi adiknya yang akan segera lahir. Tak jarang, anak pertama merasa cemburu dengan kehadiran adik kecilnya. Oleh sebab itu, peran orangtua sangat penting untuk mempersiapkan mental anak dan membantu anak beradaptasi dengan peran barunya dan tidak merasa cemburu dengan adiknya.
Dilansir dari unicef.org, menyambut anggota keluarga baru merupakan momen yang istimewa. Akan tetapi, hal itu bisa menjadi tantangan tersendiri bagi kakak yang khawatir terhadap keberadaan adik kecil. Perasaan cemburu tersebut disebabkan kehadiran adik kecil dianggap mengambil sebagian perhatian sang kakak. Dengan mempersiapkan mental anak dalam menyambut kehadiran adik barunya, hal itu juga menjadi salah satu cara untuk melatih menjadi lebih mandiri.
Lalu, bagaimana cara orangtua mengajarkan anak sulungnya untuk beradaptasi dan menerima adiknya? Terdapat berbagai tips dan cara untuk mengajarkan anak-anak agar mengendalikan perasaan cemburu mereka. Berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh para orangtua untuk mengajarkan si kecil.
Tips Mengatasi Anak yang Cemburu dengan Kehadiran Adik Baru
Dilansir dari childmild.org, kehadiran adik baru adalah momen bahagia bagi keluarga. Namun, bagi anak pertama, ini bisa menjadi perubahan besar dalam hidupnya. Mereka yang sebelumnya menjadi pusat perhatian, kini harus berbagi kasih sayang orangtua. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, anak bisa merasa cemburu, bingung, bahkan tersisih. Orangtua perlu membantu anak mempersiapkan diri secara emosional sejak awal agar hal tersebut tidak terjadi.
1. Mulai dengan komunikasi sejak dini
Saat kehamilan sudah cukup stabil, orangtua bisa mulai memberi tahu anak tentang kehadiran sang adik. Orangtua bisa menyampaikan dengan bahasa yang sederhana, sesuai usia mereka. Misalnya, jelaskan bahwa akan ada anggota keluarga baru yang akan tinggal bersama di rumah. Dengan diberi tahu lebih awal, anak sulung mempunyai waktu untuk memahami situasi dan tidak merasa kaget saat kehadiran adik kecilnya.
2. Berikan gambaran yang realistis
Banyak orangtua hanya menggambarkan hal-hal menyenangkan tentang bayi seperti lucu dan bisa diajak bermain. Namun, kenyataannya bayi juga sering menangis, butuh perhatian terus-menerus, dan belum bisa diajak bermain seperti yang dibayangkan anak. Oleh sebab itu, orangtua dapat memberikan gambaran yang jujur membantu anak tidak memiliki ekspektasi yang berlebihan. Dengan begitu, mereka tidak merasa kecewa atau kesal saat realitanya berbeda.
3. Tetap berikan perhatian khusus untuk anak
Salah satu penyebab utama kecemburuan adalah berkurangnya perhatian dari orangtua. Oleh karena itu, penting untuk tetap menyediakan waktu khusus hanya untuk si kakak. Meluangkan waktu untuk anak pertama tak perlu lama, tetapi sebaiknya dilakukan secara konsisten. Contohnya, menemani anak untuk membacakan cerita sebelum tidur, mengobrol santai, dan bermain bersama. Dengan tetap menemani sang anak, hal itu akan membuat mereka merasa tetap disayangi dan dihargai, meskipun ada kehadiran anggota keluarga baru di rumah.
4. Libatkan anak dalam persiapan
Orangtua dapat melibatkan anak agar mereka merasa memiliki peran yang penting. Ajak mereka terlibat dalam berbagai persiapan menyambut kelahiran sang adik kecil. Misalnya, kakak dapat membantu untuk menyiapkan pakaian atau perlengkapan bayi dan membantu hal kecil setelah bagi lahir. Keterlibatan ini membantu anak merasa bangga menjadi kakak, bukan merasa tersaingi dengan kehadiran si adik.
5. Pahami dan terima perubahan perilaku anak
Setelah adik lahir, anak mungkin menunjukkan perubahan perilaku. Mereka biasanya akan menjadi lebih manja, mudah marah, rewel, bahkan sensitif. Perilaku tersebut sebenarnya adalah cara anak mencari perhatian. Orangtua tidak perlu langsung memarahi, tetapi cukup memahami perasaan mereka dan tetap memberikan kasih sayang.
6. Sesuaikan pendekatan dengan usia anak
Setiap usia memiliki cara pemahaman yang berbeda sehingga pendekatannya juga perlu disesuaikan Apabila sang kakak masih dalam tahap balita, orangtua dapat menggunakan cerita sederhana atau buku bergambar tentang bayi untuk menjelaskan kehadiran adik kecilnya. Sementara itu, jika si kakak sudah termasuk anak usia yang lebih besar, orangtua bisa memberikan penjelasan melalui diskusi bersama. Dengan pendekatan yang tepat, anak akan lebih mudah menerima situasi baru.
Sahabat Fimela, mengatasi anak yang akan menjadi seorang kakak memanglah tak mudah. Namun, orangtua dapat membantu anak beradaptasi dengan beberapa cara, seperti mengajaknya berdiskusi, tetap memberikan perhatian khusus, dan pahami perubahan terhadap perilaku anak. Dengan melakukan berbagai tips tersebut, anak yang akan mendapatkan peran baru dapat menerima kehadiran adik kecilnya dengan mudah.