Menu Sarapan Sehat dan Mengenyangkan, Berikut Cara Membuat Roti Sourdough yang Renyah

hilya KamilaDiterbitkan 05 Juni 2026, 16:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kalau mulai bosan dengan menu sarapan yang itu-itu saja, ini saatnya mencoba pilihan yang lebih variatif. Salah satu cara agar tetap semangat makan di pagi hari adalah dengan mengganti menu, misalnya dengan roti sourdough yang sehat dan mengenyangkan. Roti ini bisa jadi alternatif menarik bagi Sahabat Fimela yang ingin sarapan tanpa nasi sebagai menu utama.

Dilansir dari fareisle.com, roti sourdough dikenal dengan teksturnya yang unik, yaitu renyah di bagian luar, tetapi tetap lembut di dalam. Terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung terigu dan tepung rye, roti ini memiliki ciri khas pada kulitnya yang garing dan berwarna keemasan sehingga membuat setiap gigitan terasa begitu nikmat.

Menariknya lagi, bagi Sahabat Fimela yang gemar bereksperimen di dapur, sourdough juga bisa diolah menjadi berbagai camilan lezat. Dengan memahami proses fermentasi, teknik mengolah adonan, hingga cara membentuk roti, kamu bisa menghasilkan sourdough buatan sendiri yang tak kalah enak dari bakery favorit. Lalu, bagaimana cara membuat roti sourdough untuk menu sarapan? Yuk, simak panduan lengkapnya berikut ini.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Cara Membuat Roti Sourdough yang Nikmat

Roti sourdough dikenal dengan teksturnya yang unik, yaitu renyah di bagian luar, tetapi tetap lembut di dalam. (Foto/dok: Freepik)

Bahan-bahan:

Untuk pengembang alami (leaven)

  • 50 g sourdough starter aktif
  • 20 g tepung roti (bread flour)
  • 5 g tepung rye
  • 25 g air

Untuk adonan utama

  • 900 g tepung roti
  • 100 g tepung rye
  • 800 g air (dibagi dua tahap)
  • 22 g garam

Langkah-langkah:

1. Langkah pertama adalah menyiapkan pengembang alami. Mula-mula, campurkan sourdough starter dengan tepung dan air, lalu diamkan beberapa jam hingga mengembang dan berbuih. Di tahap ini, Sahabat Fimela sebenarnya sedang “menghidupkan” ragi alami agar siap bekerja mengembangkan adonan. Kalau sudah terlihat penuh gelembung dan sedikit asam aromanya, tandanya leaven siap digunakan.

2. Selanjutnya, campurkan tepung dengan air hingga tidak ada bagian yang kering, lalu diamkan. Meski terlihat sederhana, tahap ini sangat penting karena membantu pembentukan gluten secara alami. Hasilnya? Adonan akan lebih elastis tanpa perlu banyak diuleni.

3. Setelah leaven siap, masukkan ke dalam adonan tepung tadi. Aduk hingga tercampur rata. Di sinilah proses fermentasi mulai berjalan. Diamkan sejenak agar adonan mulai “hidup” dan berkembang perlahan. Selanjutnya, larutkan garam dengan sedikit air, lalu campurkan ke adonan. Aduk hingga rata dan diamkan sebentar. Garam ini berfungsi memperkuat struktur adonan sekaligus memperkaya rasa.

4. Kemudian, adonan sourdough cukup dilipat secara berkala. Lakukan lipatan setiap 15 menit selama sekitar 1 jam. Teknik ini membantu membentuk gluten dan membuat adonan lebih kuat tanpa harus susah payah menguleni.

5. Setelah dilipat, diamkan adonan selama beberapa jam hingga mengembang dan penuh gelembung. Setelah mengembang, bagi adonan lalu bentuk bulat. Diamkan sebentar, kemudian bentuk ulang agar lebih kencang. Proses ini penting untuk menciptakan bentuk roti yang cantik dan tekstur dalam yang rapi.

6. Simpan adonan di kulkas selama beberapa jam atau semalaman. Cold proof ini bukan hanya soal waktu, tapi juga soal rasa. Proses Panaskan oven dengan suhu tinggi, lalu panggang adonan dalam wadah tertutup. Untuk awalnya, roti dipanggang dengan cara yang ditutup agar bisa mengembang maksimal, lalu dibuka di akhir agar kulitnya jadi renyah dan berwarna keemasan.

3 dari 3 halaman

Tips Membuat Roti Sourdough yang Renyah

Sedikit minyak zaitun bisa membuat tekstur roti jadi lebih empuk dan moist. (Foto/dok: Freepik)

1. Coba versi gandum utuh

Untuk rasa yang lebih alami dan kaya nutrisi, kamu bisa mengganti sebagian tepung terigu dengan tepung gandum utuh. Hasilnya memang sedikit lebih padat, tapi justru memberikan karakter rasa yang lebih memuaskan.

2. Tambahkan air untuk tekstur lebih berongga

Jika kamu menyukai bagian dalam roti yang berongga besar dan ringan, tambahkan sedikit air ke adonan. Adonan memang akan terasa lebih lengket, tapi hasil akhirnya akan lebih airy dan cantik saat dipotong.

3. Buat ukuran mini yang lebih praktis

Daripada membuat dua roti besar, kamu bisa membaginya menjadi beberapa roti kecil. Selain lebih mudah disajikan, waktu memanggangnya juga jadi lebih singkat.

4. Tambahkan minyak zaitun untuk tekstur lebih lembut

Sedikit minyak zaitun bisa membuat tekstur roti jadi lebih empuk dan moist. Cocok untuk kamu yang suka sourdough dengan rasa yang tidak terlalu kering.

5. Panggang di hari yang sama

Kalau tidak punya banyak waktu, kamu bisa langsung memanggang setelah adonan mengembang tanpa harus didiamkan semalaman di kulkas. Rasanya tetap enak, meski tidak sekompleks versi fermentasi lama.

Sahabat Fimela, roti sourdough bisa menjadi alternatif sarapan yang sehat, mengenyangkan, dan tidak membosankan dengan tekstur khas yang renyah di luar serta lembut di dalam. Meski proses pembuatannya membutuhkan kesabaran, mulai dari fermentasi hingga pemanggangan, hasilnya sebanding dengan rasa dan kualitas yang didapat. Dengan bahan sederhana dan berbagai tips yang bisa disesuaikan, sourdough juga memberi ruang untuk berkreasi di dapur sekaligus menghadirkan menu sarapan yang lebih variatif dan memuaskan.