CFD di 5 Kota, Film Suamiku Lukaku Ajak Penonton Lebih Peduli dengan Kesehatan Mental

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 26 Mei 2026, 14:36 WIB

Fimela.com, Jakarta - Dirilisnya Film Suamiku Lukaku cukup menyita perhatian publik di tengah drama keluarga yang sedang beredar. Mengangkat kisah kekerasan dalam rumah tangga membuat masyarakat diingatkan kembali akan kepedulian terhadap kesehatan mental.

Tidak ada sekadar menjadi cerita dalam sebuah film, dorongan untuk meningkatkan rasa peduli terhadap kesehatan mental juga diimplementasikan ke dalam beberapa rangkaian acara.

Usai melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan yakni Press Conference, Gala Premiere, Psychology Talkshow & Public Discussion, Goes to Campus, program “Nonton Duluan” di berbagai kota, hingga kampanye #memecahkankesunyian melalui kegiatan (Car Free Day) CFD batch pertama di sejumlah kota di Indonesia, film terbaru produksi SinemArt berjudul SUAMIKU LUKAKU kembali melanjutkan kampanye sosialnya lewat kegiatan Car Free Day (CFD) batch kedua bertajuk “For Mental Health and Healthy Living” yang telah digelar serentak pada 24 Mei 2026 di lima kotabesar, yakni Jakarta, Depok, Banjarmasin, Medan, dan Palembang. 

Pemeran utama dalam film SUAMIKU LUKAKU yakni Acha Septriasa dan Gusty Pratama juga ikut meramaikan kegiatan CFD di Kota Jakarta dan serta berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam rangkaian kampanye hidup sehat dan pentingnya menjaga kesehatan mental.

 

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Peduli pada Dampak Psikologi dari Kekerasan

Baim Wong mengaku sempat terkejut ketika mendapatkan tawaran di Suamiku Lukaku. [Dok/Annisa Kharisma Dewi]

Melalui kegiatan ini, SUAMIKU LUKAKU kembali mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental, khususnya dampak emosional dan psikologis yang dapat muncul akibat kekerasan dalam rumah tangga dan dalam relasi serta lingkunganyang tidak sehat. Rangkaian CFD ini menjadi bagian dari perjalanan kampanye SUAMIKU LUKAKU yang sejak awal tidak hanya hadir sebagai film drama, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang mengajak publik untuk lebih berani melihat, mendengar, dan tidak lagi berpaling dari isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan dalam relasi. Agar rumah benar-benar menjadi tempat yang aman dan nyaman.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, SUAMIKU LUKAKU berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa kesehatan mental dan kekerasan dalam rumah tangga adalah isu yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Karena sering kali, luka yang paling dalam adalah luka yang tidak terlihat. SUAMIKU LUKAKU mengajak publik untuk terus membangun ruang yang lebih aman, suportif, dan penuh empati bagi para korban kekerasan. Karena pada akhirnya, diam bukan lagi pilihan. 

Disutradarai oleh Ssharad Sharaan dan Viva Westi, serta ditulisoleh Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu, film ini tidak hanya membicarakan kekerasan fisik, tetapi juga luka emosional yang sering kali tidak terlihat namun meninggalkan dampak mendalam terhadap kesehatan mental korban dan keluarganya. Terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, SUAMIKU LUKAKU mengangkat kisah AMINA (Acha Septriasa), seorang ibu yang hidup dalam ketakutan bersama IRFAN (Baim Wong), sosok yang terlihat baik di mata publik namun menyimpan kekerasan di dalam rumah. Saat kondisi putri mereka, NADIA (Azkya Mahira), memburuk, Amina mulai menemukan keberanian untuk melawan dan keluar dari lingkaran kekerasan. Saksikan SUAMIKU LUKAKU di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026.