Fimela.com, Jakarta - Dalam interaksi sehari-hari, kita tentu senang menerima pujian. Namun, ada kalanya sebuah pujian justru meninggalkan perasaan tidak enak, bahkan membuat kita bertanya-tanya. Fenomena inilah yang dikenal sebagai backhanded compliment, sebuah frasa dalam bahasa Inggris yang menggambarkan pernyataan yang sekilas terdengar positif, namun sebenarnya mengandung kritik, sindiran, atau bahkan penghinaan yang terselubung. Istilah ini juga sering disebut sebagai "pujian palsu" atau "pujian yang dibalut sindiran".
Backhanded compliment adalah "kalimat pujian yang dilontarkan oleh seseorang, tapi pujian tersebut memiliki makna palsu". Sementara itu, BetterUp mendefinisikannya sebagai "praise that could also be taken as an insult," yang pada intinya adalah kritik yang disamarkan sebagai pernyataan menyenangkan.
Lebih Dekat dengan Backhanded Compliment: Bagaimana Mengenalinya?
Mengenali backhanded compliment bisa jadi tantangan, sebab seringkali disampaikan dengan nada yang mungkin tampak tulus, tetapi justru membuat penerimanya merasa tidak nyaman atau bingung. Beauty Journal menjelaskan bahwa ucapan ini diselipkan kritik, perbandingan, atau sindiran halus yang bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman, minder, atau overthinking.
Beberapa karakteristik utama yang bisa membantu kamu mengidentifikasinya antara lain:
- Pujian dengan 'Twist' atau Kualifikasi Negatif: Komentar ini awalnya terdengar positif, namun segera diikuti oleh pernyataan kritis atau perbandingan yang merendahkan. Contohnya, "Kamu terlihat hebat... untuk usiamu" atau "Presentasimu bagus... untuk seseorang yang tidak biasanya terlihat percaya diri".
- Menyebabkan Kebingungan atau Ketidaknyamanan: Jika sebuah "pujian" membuatmu merasa tidak nyaman, minder, atau mempertanyakan diri sendiri, kemungkinan besar itu adalah backhanded compliment. Calm Blog menyebutkan bahwa kamu mungkin akan meninggalkan percakapan dengan perasaan sedikit bingung atau bahkan terluka.
- Implikasi Negatif Tersembunyi: Alih-alih benar-benar menghargai, kalimat tersebut menegaskan bahwa ada sesuatu yang dianggap "kurang" dari dirimu sebelum kemudian memuji. Misalnya, "Kamu terlihat cantik hari ini, aku sampai tidak mengenalimu" menyiratkan bahwa biasanya kamu tidak secantik itu.
Contoh Nyata Backhanded Compliment dalam Keseharian
Pernyataan-pernyataan ini sering kita dengar dan mungkin pernah kita alami. Beberapa contoh umum backhanded compliment meliputi:
- "Wah, kamu sudah lulus, ya. Gak nyangka kamu bisa lulus tepat waktu." (Menyiratkan keraguan terhadap kemampuan Anda untuk lulus).
- "Kamu terlihat cantik deh, kurusan ya sekarang." (Menyiratkan bahwa sebelumnya Anda tidak cantik karena gemuk).
- "Kamu keren banget! Aku nggak nyangka kamu bisa kaya gitu." (Menyiratkan bahwa kemampuan Anda di luar ekspektasi rendah mereka).
- "Untuk ukuran seorang perempuan, kamu jago olahraga ya." (Menyiratkan bahwa perempuan umumnya tidak jago olahraga).
- "Rambutmu bagus sekali, membuat hidungmu terlihat lebih kecil." (Menyiratkan bahwa hidung Anda besar).
- "Kamu sangat berani memakai pakaian itu." (Menyiratkan bahwa pakaian tersebut tidak pantas atau tidak menarik).
- "Kamu terlihat sangat profesional dengan rambut lurusmu." (Menyiratkan bahwa Anda tidak terlihat profesional jika rambut tidak lurus).
Mengapa Seseorang Memberikan Backhanded Compliment?
Motivasi di balik pemberian backhanded compliment bisa sangat bervariasi. Terkadang, pemberi mungkin tidak menyadari bahwa kata-kata mereka dapat diartikan sebagai sindiran atau menyakitkan. Namun, ada juga niat yang lebih kompleks di baliknya.
Peneliti Ovul Sezer, dalam makalahnya "Backhanded Compliments: How Negative Comparisons Undermine Flattery," berteori bahwa "pujian" ini diberikan untuk membuat seseorang menyukaimu sambil menyampaikan status superior. Hal ini sering didorong oleh kekhawatiran berlebihan terhadap citra diri. Selain itu, perasaan cemburu atau kompetitif yang pasif-agresif juga bisa menjadi pemicunya. Beautynesia menambahkan bahwa orang yang memberikan backhanded compliment kemungkinan merasa insecure sehingga mereka perlu menjatuhkan orang lain untuk merasa lebih baik. Dalam beberapa kasus ekstrem, backhanded compliment bahkan bisa menjadi bentuk perundungan terselubung, terutama di lingkungan kerja.
Dampak Backhanded Compliment pada Diri dan Hubungan
Meskipun mungkin tidak selalu disengaja, backhanded compliment dapat memiliki dampak negatif yang signifikan pada penerimanya. BetterUp menjelaskan bahwa pujian jenis ini dapat secara halus merusak atau mengurangi harga diri seseorang, menghambat pertumbuhan pribadi, dan merusak hubungan.
Penelitian juga menunjukkan bahwa backhanded compliment mengurangi emosi positif, dan penerima merasa terhina meskipun mereka tahu pemberi tidak bermaksud menghina dan bermaksud memberikan pujian yang tulus. Komentar ini dapat memicu kebingungan, kecemasan, atau membuat penerima terlalu memikirkan makna di balik pujian tersebut.
Mengenali backhanded compliment adalah langkah penting untuk melindungi diri dari dampak negatifnya. Memberikan pujian yang tulus, tanpa celaan terselubung, adalah cara terbaik untuk menghargai orang lain dan membangun komunikasi yang positif.