Melawan Jerawat dari Akarnya dengan Teknologi Laser yang Jadi Babak Baru Perawatan Kulit

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 04 Juni 2026, 10:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Jerawat masih menjadi salah satu masalah kulit yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia, tanpa mengenal usia. Mulai dari remaja yang tengah mengalami perubahan hormon hingga orang dewasa dengan gaya hidup serba cepat, kemunculan jerawat sering kali menjadi persoalan yang tak hanya memengaruhi kesehatan kulit, tetapi juga kepercayaan diri.

Tak heran jika berbagai metode perawatan jerawat terus menjadi pilihan. Mulai dari penggunaan skincare harian, obat oles, facial khusus jerawat, hingga konsumsi antibiotik dan obat oral. Namun, meski ragam solusi tersedia, banyak orang menghadapi tantangan yang sama: jerawat yang terus kambuh setelah pengobatan dihentikan.

Mengapa Jerawat Sulit Tuntas?

Jerawat sebenarnya bukan sekadar masalah pada permukaan kulit. Kondisi ini muncul akibat kombinasi beberapa faktor, mulai dari produksi minyak berlebih, pori-pori yang tersumbat, pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, hingga peradangan pada kulit.

Karena penyebabnya kompleks, penanganan jerawat sering kali membutuhkan waktu yang panjang. Banyak orang harus menjalani rutinitas skincare berlapis, penggunaan obat topikal secara rutin, hingga terapi antibiotik yang memerlukan pengawasan dokter.

Menurut dr. Deasy Lius, Sp.D.V.E Founder sekaligus Head Doctor BMDERMA, seringkali masalah jerawat itu kambuh, hilang dan timbul kembali. “Tidak mungkin sebagai dokter kami meresepkan Isotretinoin (Accutane), karena Isotretinoin (Accutane) merupakan obat keras dengan berbagai risiko efek samping, apalagi belum ada izin edarnya.”

Situasi ini mendorong berkembangnya berbagai inovasi dermatologi yang berupaya menghadirkan solusi lebih efektif sekaligus minim risiko jangka panjang.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Menangani Jerawat Hingga Lapisan TerdalamP

Intip perawatan kulit terbaru untuk melawan jerawat (BMDERMA)

Perkembangan teknologi estetika dan dermatologi kini mengarah pada pendekatan yang lebih presisi. Jika sebelumnya banyak perawatan berfokus pada mengatasi gejala di permukaan kulit, kini teknologi terbaru dirancang untuk menargetkan sumber utama munculnya jerawat.

Salah satu inovasi yang mulai menarik perhatian dunia dermatologi adalah teknologi laser khusus jerawat yang bekerja langsung pada kelenjar minyak atau sebaceous glands, yaitu salah satu faktor utama pemicu timbulnya jerawat.

Menjawab kebutuhan tersebut, BMDERMA menghadirkan AVICLEAR, teknologi laser 1726 nanometer pertama di dunia yang secara khusus dirancang untuk menangani jerawat aktif hingga ke sumber penyebabnya. Berbeda dengan teknologi laser konvensional yang umumnya berfokus pada bakteri atau lapisan permukaan kulit, AVICLEAR bekerja dengan menargetkan kelenjar minyak secara selektif untuk membantu mengurangi aktivitas produksi sebum berlebih. Dengan demikian, potensi terbentuknya jerawat baru dapat ditekan langsung dari akarnya.

Teknologi ini juga telah memperoleh FDA Clearance dan menjadi satu-satunya perangkat laser yang disetujui untuk menangani seluruh tingkat keparahan acne vulgaris, mulai dari jerawat ringan hingga berat. Berbagai studi klinis internasional menunjukkan hasil yang menjanjikan dari penggunaan teknologi ini. Data yang tersedia menunjukkan bahwa 78 persen pasien mengalami perbaikan minimal 50 persen dalam tiga bulan pertama.

“Kami menghadirkan AVICLEAR sebagai solusi terbaik saat ini untuk penanganan jerawat, terutama pada pasien dengan acne sedang sampai berat, pasien dengan kulit sensitif, pasien usia remaja, pasien yang khawatir terhadap efek samping Isotretinoin (Accutane), hingga pasien dalam masa reproduksi aktif,” kata dr. Deasy.

 

3 dari 3 halaman

Hasil yang Didukung Data Klinis

Ilustrasi Masalah Kulit Wajah Credit: pexels.com/Youra

Angka tersebut terus meningkat seiring waktu, dengan 87 persen pasien menunjukkan hasil positif setelah enam bulan dan 92 persen pasien mengalami perbaikan signifikan setelah 12 bulan. Pada kasus jerawat sedang hingga berat, penurunan jumlah nodul jerawat bahkan dilaporkan mencapai hingga 97 persen setelah rangkaian perawatan selesai.

Selain efektivitasnya, faktor kenyamanan juga menjadi pertimbangan penting dalam memilih perawatan kulit. AVICLEAR dilengkapi teknologi pendingin AviCool™ yang membantu menjaga kenyamanan selama prosedur berlangsung. Satu sesi perawatan memerlukan waktu sekitar 30 menit, dengan downtime yang minimal. Teknologi ini juga dirancang untuk berbagai jenis kulit, termasuk kulit sensitif maupun warna kulit yang lebih gelap yang selama ini sering membutuhkan pertimbangan khusus dalam prosedur berbasis laser.

Sebagai klinik yang menghadirkan AVICLEAR secara eksklusif di Indonesia, BMDERMA memperkenalkan opsi baru bagi masyarakat yang mencari solusi jerawat jangka panjang tanpa harus bergantung pada konsumsi obat oral dalam waktu lama.

Di tengah meningkatnya kesadaran akan kesehatan kulit dan pentingnya keamanan dalam perawatan estetika, inovasi seperti AVICLEAR menjadi gambaran bagaimana teknologi medis terus berkembang untuk membantu masyarakat mendapatkan kulit yang lebih sehat, bersih, dan nyaman dalam jangka panjang.