Potret Ariel Tatum Pancarkan Pesona Bangsawan Jawa Era 1950-an, Padukan Kebaya Kutubaru dan Tas Warisan Sang Nenek

Hilda IrachDiterbitkan 05 Juni 2026, 20:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Pesona Ariel Tatum kembali mencuri perhatian saat menghadiri pernikahan kerajaan di Johor Bahru, Malaysia. Tampil anggun dalam balutan kebaya kutubaru cokelat dan kain batik lawas, Ariel menghadirkan interpretasi modern tentang kecantikan perempuan Indonesia yang berakar kuat pada tradisi.

Dalam potret yang dibagikan oleh desainer Didiet Maulana, Ariel Tatum tampak memancarkan keanggunan yang tenang sekaligus berkelas. Ia mengenakan kebaya kutubaru berwarna cokelat tua dengan detail payet dan bordir yang memperkaya teksturnya. Siluet kebaya yang pas di tubuh mempertegas kesan feminin, sementara permainan material transparan pada bagian lengan memberikan sentuhan elegan yang tidak berlebihan.

Kebaya tersebut dipadukan dengan kain batik Tirto Tejo tahun 1965 yang diwiru rapi. Motif klasik bernuansa cokelat dan hitam menciptakan harmoni warna yang hangat sekaligus mewah. Keseluruhan tampilan terasa begitu autentik, seolah membawa kembali romantisme gaya perempuan Indonesia pada era 1950-an.

 

2 dari 3 halaman

Padukan Kebaya dan Tas Warisan Neneknya

Tampil anggun dalam balutan kebaya kutubaru cokelat dan kain batik lawas, Ariel menghadirkan interpretasi modern tentang kecantikan perempuan Indonesia yang berakar kuat pada tradisi. [@didietmaulana].

Pada salah satu potret, Ariel berdiri di tengah hamparan hijau dengan ekspresi lembut dan tatapan menunduk yang khas. Rambutnya disanggul rapi dengan hiasan rambut bernuansa emas dari Subeng Klasik, melengkapi nuansa tradisional yang begitu kuat. Riasan wajah bernuansa natural dengan sentuhan lipstik cokelat kemerahan semakin mempertegas karakter anggun yang ditampilkannya.

Sementara dalam foto lainnya, Ariel terlihat membawa tas hitam vintage yang disebut sebagai koleksi milik sang nenek. Detail kecil ini memberi sentuhan personal yang membuat penampilannya terasa lebih bermakna. Bros klasik yang disematkan pada bagian dada turut menjadi aksen yang memperkaya keseluruhan gaya tanpa mengurangi kesan sederhana yang elegan.

Melalui keterangan unggahannya, Didiet Maulana mengungkapkan bahwa tampilan Ariel terinspirasi dari foto-foto perempuan Indonesia di era 1950-an yang mengenakan kebaya pendek kutubaru lengkap dengan kain, selendang kecil, bros, dan subeng.

“Kebaya cokelat berpotongan pendek, membawaku kembali kepada foto-foto lama itu… perempuan-perempuan di tahun 50-an memakai kebaya pendek kutubaru dengan kain dan selendang kecil menjuntai pada bahu dengan bersemat bros dan subeng,” tulis Didiet.

Menurutnya, Ariel mengenakan kebaya kutubaru koleksi pribadinya yang dipadukan dengan kain Tirto Tejo tahun 1965. Kehadiran cincin dan tas hitam milik nenek Ariel seolah menyatukan kenangan, sejarah, dan keindahan dalam satu tampilan yang utuh.

Penampilan tersebut dikenakan Ariel saat menghadiri pernikahan Yang Mulia Tunku Aishah Johara dan Muhammad Idris Ismail di Istana Tunku Abu Bakar, Johor Bahru. Diundang langsung oleh ibunda Tunku Aishah, Gusti Raden Ayu Retno Astrini, Ariel tampil membawa representasi budaya Jawi yang selama ini menjadi inspirasi dalam karya-karya Didiet Maulana.

“Ariel memberi pesona sukma pada kebaya dan tampilan ini, menyatu padu, memeluk… bak perempuan yang sedang di pelukan,” lanjut Didiet.

3 dari 3 halaman

Merayakan Kecantikan Perempuan Indonesia Lewat Kebaya

Tampil anggun dalam balutan kebaya kutubaru cokelat dan kain batik lawas, Ariel menghadirkan interpretasi modern tentang kecantikan perempuan Indonesia yang berakar kuat pada tradisi. [@didietmaulana].

Penampilan Ariel Tatum kali ini menjadi bukti bahwa kebaya tidak hanya sekadar busana tradisional, tetapi juga medium untuk bercerita tentang identitas, warisan budaya, dan kenangan lintas generasi. Dengan pilihan warna cokelat yang hangat, kain batik bersejarah, serta aksesori penuh makna, Ariel menghadirkan sosok perempuan Indonesia yang anggun, kuat, dan tetap relevan di tengah modernitas.

Tampil tanpa berlebihan, Ariel Tatum justru menunjukkan bahwa pesona sejati sering kali lahir dari kesederhanaan yang sarat makna. Sebuah interpretasi elegan tentang kecantikan perempuan Indonesia yang tak lekang oleh waktu.