Bukan Sekadar Filler, Gen Z Kini Mengutamakan Personalized Treatment untuk Hasil Natural

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 04 Juli 2026, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Tren estetika saat ini mulai bergeser, dari tampilan yang dramatis menjadi tampilan wajah yang lebih natural dan alami, namun tetap cantik paripurna. Selain itu, tren perawatan estetika pun semakin berkembang di kalangan Gen Z yang mulai menjadikan perawatan kulit sebagai bagian dari gaya hidup, bukan lagi sekadar solusi saat muncul masalah.

Keinginan untuk tampil segar, sehat, dan natural beauty membuat semakin banyak orang tertarik mencoba berbagai treatment estetika. Seiring berkembangnya teknologi, pilihan treatment pun semakin beragam. Mulai dari skin booster, filler, collagen stimulator, hingga berbagai modalitas kombinasi yang menawarkan hasil dengan keunggulan masing-masing.

Namun, banyaknya pilihan ini justru sering membuat orang bingung: treatment mana yang paling tepat? Tidak ada manusia yang tidak menua. Semakin bertambah usia, secara alami kulit akan mulai kehilangan elastisitas dan kekenyalannya. Muncul tanda penuaan yang khas seperti kulit kendur dan keriput.

Kulit kendur disebabkan hilangnya kolagen, yaitu protein paling melimpah di kulit yang berfungsi sebagai "rangka" atau penopang alami kulit. Kolagen memberikan kekuatan, kekenyalan, dan kekencangan, sehingga kulit tampak halus, elastis, dan awet muda.

Sedangkan kulit yang keriput atau lipatan-lipatan atau garis wajah yang nampak semakin jelas disebabkan oleh hilangnya lemak di lapisan bawah kulit, menyebabkan ada ruang kosong yang tertinggal, misalnya di bawah mata dan di pipi.

dr. Elizabeth Lisa founder Beauty Sister Clinic menyarankan, perawatan estetika sebaiknya mulai dilakukan di usia awal 20-an sebagai langkah pencegahan sebelum gejala penuaan kulit makin kentara. “Mulai usia 20 tahun setiap tahun kolagen yang hilang 1% dan di usia 40 sudah hilang 20%, jadi lebih baik dilakukan perawatan untuk pencegahan, dari pada saat gejala penuaan semakin banyak membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” papar dr. Elizabeth Lisa founder Beauty Sister Clinic, dalam acara Press Conference “Unlock the Natural Combination Treatment PLLA-SCA & NASHA-OBT di Jakarta, 3 Juli 2026.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Perawatan apa yang sebaiknya dilakukan?

Ilustrasi sedang perawatan wajah. (unsplash.com/@karelysruiz)

dr. Elizabeth Lisa mengatakan tidak ada satu treatment yang cocok untuk semua orang. Kondisi kulit, usia, struktur wajah, hingga tujuan estetika setiap individu berbeda. Karena itu, pemilihan terapi sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing, melalui konsultasi dengan dokter yang kompeten, sehingga hasil yang didapat tidak hanya optimal, tetapi juga tetap natural, harmonis, dan aman.

Tren yang saat ini berkembang untuk mengatasi masalah kulit kendur, keriput sekaligus bisa mengisi volume wajah dan face contouring sekaligus adalah dengan terapi kombinasi yaitu collagen stimulator PLLA-SCA dan filler NASHA & OBT.

PLLA-SCA (Poly-L-Lactic Acid – Sterile Carboxymethylcellulose) adalah collagen stimulator generasi terbaru yang sudah digunakan secara klinis selama lebih dari 25 tahun di berbagai negara, dan baru masuk ke Indonesia. PLLA-SCA bekerja merangsang produksi kolagen alami tubuh, sehingga kulit menjadi lebih kencang, kenyal, dapat memberikan efek lifting serta kulit yang membaik secara bertahap.

Sedangkan NASHA dan OBT dua adalah teknologi filler dari Galderma, yang mengkombinasikan dua karakteristik filler untuk karakter jaringan yang berbeda. Setiap area wajah memiliki karakteristik jaringan yang berbeda. Area yang membutuhkan struktur memerlukan gel yang lebih kokoh (NASHA), sedangkan area yang banyak bergerak membutuhkan gel yang lebih fleksibel (OBT).

“Dengan dua teknologi ini, dokter dapat melakukan personalized treatment, sehingga hasilnya lebih natural, proporsional, dan sesuai kebutuhan masing-masing pasien. Ketika collagen stimulator dikombinasikan dengan filler, maka hasilnya sangat optimal. Filler memiliki efek instan dalam face contouring mengisi cekungan di bawah mata atau pipi,dagu serta bagian rahang sedangkan collagen stimulator itu efeknya muncul bertahap, dan semakin lama akan semakin terlihat hasilnya,” jelas dr. Lisa.

Collagen stimulator PLLA-SCA bisa bertahan sampai 25 bulan, dan bisa diaplikasikan bersamaan dengan filler NASHA & OBT. “Keduanya memiliki cara kerja berbeda dan aplikasi di area wajah yang berbeda sehingga bila dikombinasikan akan menghasilkan tampilan yang lebih optimal untuk mengatasi masalah aging,” jelas dr. Lisa.

“Karena hasilnya yang sangat bagus, kombinasi terapi ini mulai diminati Gen Z. Pasien di Beauty Sister kebanyakan di rentang usia 20 sampai akhir 40-an. Ini adalah usia produktif, dan sangat sesuai sebagai pencegahan sebelum gejala penuaan muncul.

3 dari 3 halaman

Tips Perawatan wajah untuk Gen Z

Perawatan wajah dan mata untuk tampil muda. (unsplash.com/@fleuraimeekaan)

Dr. Lisa memberikan tips bagi pemula (gen Z) yang akan mencoba perawatan estetika. Lakukan konsultasi dengan dokter yang kompeten, jangan hanya mengikuti tren di sosial media.

“Dokter akan menentukan prioritas perawatan setelah melihat kebutuhan masing-masing orang. Tapi tidak ada wajah yang sama, kita harus cek kondisi kulitnya, bentuk wajah, proporsi wajah, simetri wajah termasuk ekspresinya, karena masing-masing orang memiliki tipe berbeda, termasuk proses agingnya,” saran dr. Lisa.

dr. Lisa menyatakan di tengah luasnya pilihan perawatan wajah untuk menunjang estetika,dan di tengah banyaknya modalitas yang bisa digunakan, tidak ada yang sebaik perawatan estetika dalam bentuk suntikan. Lebih disarankan menggunakan perawatan kombinasi dibandingkan satu jenis perawatan saja.

“Makanya saat ini penting melakukan personalized treatment dengan berkonsultasi dengan dokter untuk hasil yang memuaskan dan amand Beauty sister clinic hanya menyediakan produk yang berkualitas termasuk PLLA-SCA & NASHA OBT dan di dukung dengan pengalaman dokter nya yang lebih dari 12 tahun sehingga bisa memberikan hasil yang maksimal untuk semua pasiennya,” katanya.