Anak Menangis saat Masuk Hari Pertama Sekolah? Kenali Separation Anxiety dan Cara Mengatasinya

Kayla BridgitteDiterbitkan 19 Juli 2026, 10:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, hari pertama masuk sekolah menjadi momen besar, bukan hanya bagi si kecil, tetapi juga bagi orangtua. Memulai jenjang prasekolah atau PAUD sering kali menghadirkan berbagai emosi, mulai dari antusias, penasaran, hingga rasa cemas karena harus berpisah untuk pertama kalinya.

Melansir dari Kido Schools, agar proses adaptasi berjalan lebih nyaman, orangtua dan pihak sekolah perlu bekerja sama mendampingi anak melewati masa transisi ini. Dengan dukungan yang tepat, anak akan lebih mudah merasa aman, diterima, dan membangun kedekatan dengan lingkungan sekolah barunya.

Tips agar Hari Pertama Sekolah Berjalan Lebih Lancar

Hari pertama sekolah akhirnya tiba. Setelah memilih sekolah yang dirasa paling sesuai, kini muncul berbagai pertanyaan di benak orangtua. Apakah anak akan baik-baik saja tanpa ditemani? Apakah ia akan menangis atau merasa takut berada di lingkungan baru?

Perasaan seperti ini sangat wajar. Faktanya, bukan hanya anak yang mengalami kecemasan saat berpisah, tetapi orangtua juga sering merasakan hal yang sama. Karena itu, keduanya sama-sama membutuhkan persiapan agar masa transisi menuju sekolah dapat berlangsung lebih mulus dan menyenangkan.

 

 

2 dari 4 halaman

Memahami Separation Anxiety pada Anak

Separation anxiety adalah bagian normal dari tumbuh kembang anak. [Dok/Pexels.com/Yan Krukau].

Sahabat Fimela, separation anxiety atau kecemasan saat berpisah dengan orangtua merupakan fase yang umum dialami anak, terutama pada usia 6 bulan hingga 3 tahun. Kondisi ini bukan tanda anak manja atau tidak mandiri, melainkan bagian alami dari proses perkembangan emosional mereka.

Salah satu manfaat terbesar prasekolah adalah mengenalkan anak pada lingkungan sosial yang baru. Di sekolah, mereka akan bertemu teman sebaya, mengenal guru, mencoba berbagai aktivitas, serta belajar berbagi, bekerja sama, dan berinteraksi dengan orang lain. Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk membangun rasa percaya diri dan kemandirian.

Seiring bertambahnya usia, anak mulai berani mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Saat memasuki sekolah, mereka secara bertahap akan membangun kedekatan dan rasa percaya kepada figur baru, seperti guru maupun teman bermain. Proses ini membutuhkan waktu dan tidak bisa terjadi secara instan.

Hindari Diam-Diam Meninggalkan Anak

Meski terlihat seperti cara agar anak tidak menangis, diam-diam pergi saat anak sedang lengah justru tidak disarankan. Cara ini dapat membuat anak merasa bingung dan kehilangan rasa aman karena orangtuanya menghilang tanpa berpamitan. Sebaiknya, ucapkan salam perpisahan dengan tenang dan yakinkan bahwa kamu akan kembali menjemputnya.

Sahabat Fimela, jangan langsung khawatir jika si kecil menangis atau tampak sedih saat ditinggal di sekolah. Reaksi tersebut merupakan respons yang normal ketika anak sedang beradaptasi dengan lingkungan baru. Dengan dukungan yang konsisten dari orangtua dan guru, sebagian besar anak akan mampu melewati fase separation anxiety dan mulai merasa nyaman menikmati aktivitas di sekolah.

 

 

3 dari 4 halaman

Tips Membantu Anak Beradaptasi dengan Sekolah Bersama Guru

Luangkan waktu untuk berdiskusi dengan guru mengenai cara mereka membantu anak yang mengalami separation anxiety. [Dok/Pexels.com/Ksenia Chernaya].

1. Cari Tahu Cara Sekolah Menangani Separation Anxiety

Banyak prasekolah memiliki program adaptasi atau settling-in period yang dirancang agar anak dapat menyesuaikan diri secara bertahap. Meski proses ini mungkin membutuhkan keterlibatan orangtua di minggu-minggu awal, kerja sama yang baik antara orangtua dan guru dapat membantu mengurangi kecemasan, baik pada anak maupun orangtua.

2. Kenalkan Anak pada Lingkungan Sekolah Sebelum Hari Pertama

erlihatkan ruang kelas, area bermain, pintu masuk, hingga kenalkan mereka kepada guru. Jika memungkinkan, ambil beberapa foto area sekolah untuk dilihat kembali di rumah. Cara sederhana ini dapat membuat anak lebih siap dan mengurangi rasa takut saat hari pertama tiba.

3. Ceritakan Rutinitas Sekolah Sejak Awal

Mintalah informasi kepada guru mengenai jadwal dan aktivitas yang akan dilakukan anak setiap hari. Setelah itu, ceritakan kembali kepada si kecil dengan bahasa yang mudah dipahami. 

4. Sampaikan Kebiasaan dan Hal Favorit Anak kepada Guru

Jangan ragu berbagi informasi mengenai kesukaan dan kebiasaan anak, seperti lagu favorit, buku cerita yang sering dibaca, karakter kesayangan, atau aktivitas yang mereka sukai. Informasi ini akan membantu guru membangun kedekatan dengan anak sehingga proses adaptasi menjadi lebih nyaman.

5. Beri Tahu Cara Terbaik Menenangkan Anak

Beri tahu guru bagaimana si kecil biasanya menunjukkan rasa lapar, lelah, atau sedih, serta cara yang paling efektif untuk menenangkannya. Ada anak yang senang dipeluk, ada yang lebih nyaman jika punggung atau rambutnya dielus, sementara yang lain cukup merasa tenang ketika orang dewasa berada di dekatnya.

 

4 dari 4 halaman

Tips agar Momen Antar Anak ke Sekolah Lebih Tenang

Konsistensi dalam rutinitas ini akan membantu anak membangun rasa aman, percaya, dan lebih siap menjalani hari-harinya di sekolah. [Dok/Pexels.com/Tiger Lily].

1. Bangun Rutinitas Pagi yang Konsisten

Sahabat Fimela, biasakan rutinitas pagi beberapa hari sebelum sekolah dimulai. Jadwal bangun, sarapan, mandi, hingga bersiap berangkat yang dilakukan secara konsisten akan membuat anak merasa lebih aman dan mengurangi kecemasan saat hari pertama tiba.

2. Pastikan Anak Sudah Siap Sebelum Berangkat

Sebelum berangkat, pastikan si kecil sudah sarapan, menggunakan toilet, dan berada dalam kondisi yang nyaman. Anak yang lapar, lelah, atau kurang sehat cenderung lebih sulit menghadapi momen perpisahan di sekolah.

3. Datang Lebih Awal ke Sekolah

Jika memungkinkan, datanglah lebih pagi, terutama pada hari pertama. Suasana yang masih tenang dapat membantu anak beradaptasi lebih nyaman. Sebaliknya, melihat banyak anak lain menangis terkadang dapat memicu rasa cemas pada anak yang awalnya tenang.

4. Lakukan Adaptasi Secara Bertahap

Beberapa sekolah menyediakan kelas pendampingan bagi orangtua di hari-hari pertama. Manfaatkan kesempatan ini agar anak mengenal lingkungan dan guru secara perlahan. Setelah itu, mulailah dengan durasi berpisah yang singkat, lalu tingkatkan secara bertahap agar anak memahami bahwa orangtua akan selalu kembali menjemputnya.

5. Ciptakan Rutinitas Perpisahan yang Positif

Biasakan anak menyapa guru saat tiba di sekolah dan tunjukkan hubungan yang hangat dengan para pendidik. Ketika berpamitan, tetaplah tenang meski anak menangis. Berikan pelukan atau ciuman singkat, ucapkan salam perpisahan, lalu pergi tanpa berlama-lama.