Sukses

Beauty

5 Makanan Ini Bisa Memengaruhi Aroma Tubuh Kamu

Fimela.com, Jakarta - Pernahkah Sahabat Fimela merasa sudah pakai deodorant, parfum, bahkan body lotion, tapi tetap merasa bau badan? Bisa jadi penyebabnya bukan hanya masalah kebiasaan mandi atau hormon, tapi dari jenis makanan apa yang masuk ke dalam tubuh. 

Selain mencerna makanan, tubuh kita juga akan “mengeluarkan jejaknya” melalui napas dan kulit. Beberapa senyawa dari makanan dapat keluar melalui pori-pori dan memengaruhi aroma tubuh. Fenomena ini normal dan ilmiah, namun seringkali terlewat untuk kita sadari.

Tentunya badan yang wangi dapat membuat Sahabat Fimela merasa lebih percaya diri sekaligus memberi kenyamanan bagi orang lain. Dalam artikel ini, kita akan membahas 4 jenis makanan yang dapat memengaruhi bau badanmu. Yuk, kita simak dan lihat apakah salah satunya ada di piringmu hari ini!

1. Bawang Merah dan Bawang Putih

Suka makanan yang berbumbu kuat? Sambal, tumisan, atau saus yang diberi bawang putih dan bawang merah memang membuat rasa makanan semakin mantap. Namun, dua bumbu dapur favorit sejuta umat ini mengandung senyawa sulfur. Ketika dicerna, senyawa ini akan masuk ke aliran darah, keluar melalui keringat, dan berhadapan dengan bakteri di permukaan kulit. Itulah sebabnya aroma tubuh Sahabat Fimela bisa terasa lebih tajam setelah makan hidangan berbumbu kuat.

2. Daging Merah

Daging sapi dan kambing butuh waktu lebih lama dicerna dibandingkan protein hewani lain. Proses pemecahan protein daging merah di sistem pencernaan dapat menghasilkan residu yang kemudian diolah bakteri kulit saat keluar bersama keringat. Interaksi inilah yang memicu aroma badan bisa tercium lebih menyengat.

3. Makanan Pedas

Cabai dan rempah-rempah pedas meningkatkan suhu tubuh dan memicu kelenjar keringat bekerja lebih keras dalam produksi keringat. Keringat berlebih akan dipecah oleh bakteri di permukaan kulit. Jadi, kalau Sahabat Fimela merasa aroma tubuh jadi lebih tercium setelah makan pedas, itu bukan sugesti, tapi memang terdapat proses biologis yang terjadi di baliknya.

4. Kopi

Kopi bisa merangsang kelenjar keringat dan membuat mulut terasa lebih kering. Kombinasi ini dapat memperkuat aroma yang keluar dari napas dan tubuh. Pada sebagian orang, efek stimulannya juga memicu “stress sweat,” jenis keringat yang cenderung berbau lebih tajam daripada keringat biasa.

Bau badan bukanlah musuh, melainkan sebuah respon biologis yang wajar dari apa yang telah masuk ke dalam tubuh. Alih-alih panik, kita bisa mulai lebih mengenali pola tubuh kita sendiri: apa yang kita makan dan bagaimana respons tubuh setelahnya. Kesadaran kecil ini sering kali lebih efektif untuk merawat diri, karena selain melakukannya dari luar, kita juga perlu memedulikan diri dari dalam. Semoga informasi ini bisa membantu Sahabat Fimela jadi lebih akrab dengan bahasa tubuh sendiri,  ya!

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading