Sukses

Entertainment

Film 90-an, Si Doel Anak Sekolahan Pelopor Sinetron Betawi

Fimela.com, Jakarta Dunia sinetron di Indonesia sudah berkembang sangat pesat sejak era 90-an. Setiap bulannya, ada saja sinetron baru yang ditayangkan dan diakhiri. Namun, tak sedikit dari sinetron-sinetron tersebut yang dapat bertahan lama. Sebut saja sinetron Si Doel Anak Sekolahan yang telah menemani pemirsa setia layar kaca hingga 12 tahun.

Tema yang diangkat dari sinetron garapan Rano Karno ini terbilang sederhana. Yaitu tentang kehidupan seorang pemuda bernama Doel dan keluarganya yang keturunan Betawi. Di tengah arus perkotaan dan modernisasi, keluarga ini masih tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional.

Si Doel Anak Sekolahan. Foto: Twitter

Tayang selama tujuh musim, episode yang berhasil dicapai Si Doel Anak Sekolahan yaitu 162 episode. Ini merupakan rekor terlama dari sinetron yang tayang di televisi. Beberapa sinetron yang ada biasanya hanya mampu bertahan paling lama hingga lima tahun saja.

Budaya Betawi sendiri merupakan milik dari warga asli DKI Jakarta. Menjadi ibukota negara, seluk beluk kota metropolitan ini selalu menarik untuk disimak, termasuk kehidupan warga aslinya. Kesederhanaan dan gaya bicara yang ceplas-ceplos menjadi ciri khas dari budaya Betawi. Benyamin Sueb, Mandra, Pak Tile, Mpok Nori adalah contoh dari seniman-seniman Betawi yang berhasil eksis di industri hiburan Tanah Air.

Lambat laun, budaya Betawi seakan sudah mendarah daging pada sinetron-sinetron di Indonesia. Buktinya, setelah Si Doel Anak Sekolahan tamat, berbagai macam sinetron yang mengedapankan budaya Betawi bermunculan. Bahkan, beberapa di antaranya sanggup bertahan hingga bertahun-tahun juga.

 Rano Karno (Galih W. Satria/bintang.com)

Sinetron Si Doel Anak Sekolahan merupakan adaptasi dari novel Si Doel Anak Betawi karya Aman Datuk Majoindo dan film berjudul sama yang disutradarai Sjumandjaja pada tahun 1972. Pada versi filmnya, Rano Karno dan Benjamin Sueb yang menjadi pemain sinetron Si Doel Anak Sekolahan juga turut tampil.

Ceritanya tentang Doel (Rano Karno), anak sulung dari keluarga Sabeni yang berkesempatan menuntut ilmu hingga jenjang kuliah. Meski sudah menjadi mahasiswa, Doel tetap membantu keluarganya dengan menjadi supir oplet milik ayahnya (Benyamin Sueb). Nasib Doel ini sangat berbeda dengan adiknya, Atun (Suti Karno), yang hanya mengenyam pendidikan rendah.

Si Doel Anak Sekolahan. Foto: Twitter

Sementara itu, sang ibu, Mpok Lela (Aminah Cendrakasih), memilih untuk membantu keungan keluarga dengan membuka usaha warung kecil-kecilan. Karena memiliki tanah yang cukup luas, keluarga Sabeni memiliki rumah kontrakan yang dihuni oleh Karyo (Basuki) yang kemudian jatuh cinta pada sosok Atun.

Sosok Mandra yang merupakan paman dari Doel selalu hadir membawa tawa untuk sinetron yang tayang sejak tahun 1994 ini. Tak cuma tentang kesederhanaan keluarga, sinetron ini juga menampilkan kisah cinta segitia dari tokoh Doel yang terjebak antara dua wanita, Sarah (Cornelia Agatha) dan Zaenab (Maudy Koesnaedi). Mengusung tema yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, membuat Si Doel Anak Sekolahan berhasil mencuri perhatian banyak pemirsa dan begitu populer pada masanya.

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading