Sukses

Health

Waspada Efek Penurunan Berat Badan akibat Diet Ketat

Fimela.com, Jakarta Ada berbagai cara yang digunakan untuk mengurangi berat badan secara cepat, salah satunya adalah diet. Biasanya diet akan membatasi jumlah makanan yang dikonsumsi serta memperbanyak tipe makanan spesifik yang akan menunjang tubuh untuk mengurangi berat badan. Banyak sekali jenis diet yang dijalankan oleh masyarakat seperti diet keto hingga DEBM.

Khususnya para perempuan saat ini, mereka juga merujuk ke referensi diet-diet para artis maupun idola kesayangan. Bahayanya adalah belum tentu diet yang dijalankan ini akan cocok dengan tubuh karena kondisi tubuh setiap orang pastinya berbeda. Salah satu jenis diet yang sering menjadi ‘patokan’ untuk mengurangi berat badan secara cepat adalah diet ketat. Diet ketat akan mengakibatkan hasil yang serius dan bukan sebagai hal yang akan kamu sukai. 

Secara singkat, diet ketat memang dapat membantumu untuk menurunkan berat badan secara cepat.  Namun disisi lain, diet ekstrim ini juga akan menyebabkan rasa lemas, perubahan mood yang cepat, mual serta pusing. Hal ini nantinya juga akan mengganggu berbagai kesehatan tubuh dan dalam waktu yang panjang pula, ketika kamu melakukan diet kembali kamu akan kesulitan untuk menjaga berat badan. 

Biasanya diet yang  ketat ini akan membatasi kandungan nutrisi yang masuk ke tubuh. Padahal nutrisi-nutrisi tersebut diperlukan untuk diolah sebagai energi yang akan menunjang kinerja dan aktivitas sehari-hari. Dari keterbatasan nutrisi yang masuk inilah tubuh akan mengalami penurunan berat badan yang berlebih atau underweight. Dari penurunan berat badan ini juga akan memunculkan reaksi-reaksi tersendiri. Apa saja reaksi-reaksi berbahaya tersebut? Berikut adalah keempat efek samping penurunan berat badan akibat diet ketat yang harus kamu waspadai yang dilansir dari USNews. 

1. Tubuh akan dehidrasi

“Dengan diet ekstrim yang kamu lakukan, kamu ‘sukses’ membuat tubuh terkena efek samping. Program diet yang kamu jalani ini ialah ilusi belaka yang akan memperparah keadaan tubuh. Terlebih jumlah nutrisi yang hilang karena diet ekstrim salah satunya air yang memiliki pengaruh untuk mengolah karbohidrat yang masuk,” terang Dr. Louis J. Aronne, dokter sekaligus spesialisasi obesitas di Comprehensive Weight Control Center, Weill Cornell Medicine, Amerika Serikat. 

Dia menjelaskan ketika kamu tidak mencukupi kalori yang masuk, tubuh akan kesulitan untuk mengolahnya. Karbohidrat dan kalori termasuk pada sumber dari bahan bakar energi. Istilahnya disebut dengan glikogen. Glikogen merupakan bentuk dari karbohidrat yang tersimpan di hati dan otot manusia. Dan 3 gram air dapat menyatukan glikogen tersebut. Sehingga ketika kamu menghilangkan seluruh glikogen pada tubuh, otomatis air tidak dapat terserap dengan baik sehingga membuat seseorang kehilangan banyak air. Dan inilah yang menyebabkan tubuh menjadi dehidrasi, diikuti dengan sakit kepala, kelelahan, hingga vertigo. 

 2. Gula darah dapat meningkat tajam

Tergantung dengan diet yang dijalani, kamu tidak akan mendapatkan suplai karbohidrat, protein, lemak dan fiber harian untuk mempertahankan gula darah dan kadar insulin seimbang. Dan jika kamu mengikuti detoks atau cleanse diet, kandungan gula tinggi serta serat yang rendah dapat menyebabkan gula darah naik turun dengan cepat sehingga kamu akan cepat lapar hanya dalam beberapa jam saja. 

Dan karena diet ekstrim ini berkaitan dengan yo-yoing atau mengembalikan seluruh berat yang hilang pada saat diet, ada sebuah penelitian yang menunjukkan hasil dari berat badan yang fluktuatif ini akan menyebabkan resistensi insulin dan menimbulkan diabetes tipe dua. Namun, hingga sekarang belum ada data yang menunjukkan studi tersebut sehingga perlu dikaji ulang.

3. Otot akan melemah 

Karena berat badan yang terus hilang, sebagai contohnya kamu kehilangan 1% berat badan per minggunya (karena diet ekstrim ini). 75% pon berat badan yang hilang ini berasal dari lemak, 25% nya lagi dari air serta otot. Ambil kembali pendekatan lebih dengan membatasi kalori di bawah 1000 hingga 1200 berdasarkan kebutuhan, dan tubuh akan menguraikan protein menjadi energi. 

Hasil penelitian menunjukkan ketika seseorang kehilangan berat badannya secara cepat, maka otot yang hilang juga tiga kali lipat lebih banyak. Sehingga ketika kamu mengalami perubahan berat badan, ada kemungkinan fisikmu juga terlihat ‘tidak baik-baik’ saja. Dan karena kehilangan berat badan secara cepat juga ini akan mempengaruhi otot jantung. Efek sampingnya, otot jantung akan menyusut. Dengan otot jantung yang menyusut akan mengakibatkan kondisi yang parah hingga menyebabkan kematian. 

4. Metabolisme tubuh akan melemah

Karena kehilangan kinerja otot yang disebabkan karena berat badan yang kurang serta terhambat, tubuh hanya akan membakar sedikit kalori saja. Diet juga akan terhambat dan kamu akan kesulitan dengan metabolisme yang melemah ini. 

Dan hal ini juga akan menyebabkan otak mengirimkan sinyal untuk membuat badanmu mengkonsumsi sejumlah kalori untuk mencegah kelaparan berlebih. Kelaparan yang berlebih ini juga akan memberikan efek buruk hingga kematian. Maka dari itu saat melakukan diet sebaiknya berkonsultasi dengan ahli gizi untuk memastikan program diet yang dijalankan memiliki efek yang positif untuk tubuh. 

 

Penulis: Tisha Sekar Aji.

Hashtag: #Breaking Boundaries

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading