Sukses

Health

Kenali Bagian Daging Sapi yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Berlebihan Demi Kesehatan

Fimela.com, Jakarta Siapa yang bisa menolak kelezatan olahan daging sapi? Dari semur, rendang, hingga steak, daging sapi telah menjadi bahan makanan favorit yang menggugah selera banyak orang. Kaya akan protein dan zat besi, daging ini sering dianggap sebagai sumber nutrisi yang penting untuk tubuh. Namun, di balik kenikmatan dan nilai gizinya, tidak semua bagian daging sapi memberikan manfaat yang sama bagi kesehatan. Beberapa bagian justru mengandung kadar lemak jenuh atau kolesterol yang cukup tinggi, yang jika dikonsumsi secara berlebihan bisa berdampak kurang baik bagi tubuh.

Kebiasaan menikmati daging dalam porsi besar, terutama saat perayaan atau acara khusus, sering kali membuat kita lupa akan pentingnya mengontrol jenis dan jumlah konsumsi. Padahal, mengenali bagian-bagian tertentu dari daging sapi yang sebaiknya dibatasi bisa menjadi langkah bijak dalam menjaga keseimbangan nutrisi dan mencegah berbagai gangguan kesehatan di kemudian hari. Tanpa harus menghindarinya sepenuhnya, Sahabat Fimela tetap bisa menikmati sajian daging sapi dengan lebih cermat dan sehat. Lantas, bagian mana saja yang perlu diwaspadai? Yuk, kita telusuri lebih jauh demi kebaikan tubuh kita sendiri. Melansir mayoclinic.org, berikut adalah bagian-bagian dari daging sapi yang sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.

1. Jeroan (Organ Dalam)

Jeroan seperti hati, ginjal, dan limpa merupakan sumber nutrisi yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Namun, bagian ini juga mengandung kadar lemak dan kolesterol yang tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti asupan vitamin A yang berlebihan selama kehamilan awal dan peningkatan kadar purin yang dapat memicu asam urat. Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi konsumsi jeroan dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika memiliki kondisi medis tertentu. 

2. Potongan Daging Berlemak Tinggi

Potongan daging sapi dengan kandungan lemak tinggi, seperti ribeye dan brisket, memiliki rasa yang lezat, tetapi juga mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol "jahat") dalam darah. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Disarankan untuk memilih potongan daging yang lebih ramping dan membatasi porsi konsumsi.

3. Daging Olahan

Daging sapi yang telah diolah, seperti sosis dan daging asap, sering mengandung tambahan garam dan pengawet yang dapat berdampak negatif pada kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Tingginya kadar natrium dalam daging olahan dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung. Disarankan untuk membatasi konsumsi daging olahan dan memilih sumber protein yang lebih sehat.

4. Porsi Daging yang Terlalu Besar

Meskipun daging sapi merupakan sumber protein yang baik, konsumsi dalam porsi besar secara rutin dapat menyebabkan asupan kalori dan lemak yang berlebihan. Pedoman diet merekomendasikan agar orang dewasa tidak mengonsumsi lebih dari 26 ons (sekitar 737 gram) daging, unggas, dan telur per minggu. Menganggap daging sebagai pelengkap dalam hidangan, bukan sebagai komponen utama, dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi. 

Tips Mengonsumsi Daging Sapi Secara Sehat

1. Pilih Potongan Daging Rendah Lemak

Sahabat Fimela bisa memilih bagian daging sapi yang lebih ramping seperti sirloin, tenderloin, atau round cuts. Potongan ini memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan bagian seperti ribeye atau brisket.

2. Gunakan Metode Memasak yang Sehat

Cara memasak juga memengaruhi seberapa sehat sajian daging sapi. Memanggang, merebus, atau mengukus lebih disarankan ketimbang menggoreng atau memasak dengan banyak minyak. Hindari juga penggunaan saus tinggi lemak atau garam berlebih.

3. Perhatikan Porsi

Alih-alih menjadikan daging sebagai bahan utama dalam piring, jadikan daging sebagai pelengkap. Lengkapi dengan sayuran tinggi serat dan karbohidrat kompleks seperti kentang rebus atau nasi merah untuk menciptakan hidangan seimbang.

4. Konsumsi Secara Berkala, Bukan Setiap Hari

Meskipun mengandung protein, konsumsi daging sapi sebaiknya tidak dilakukan setiap hari. Variasikan asupan protein dari sumber lain seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, atau kacang-kacangan.

Nikmati dengan Bijak demi Kesehatan

Daging sapi memang lezat dan penuh gizi, tapi bukan berarti harus dikonsumsi tanpa batas. Mengenali bagian-bagian yang tinggi lemak atau kolesterol dan membatasi konsumsinya adalah langkah cerdas untuk menjaga tubuh tetap sehat. Sahabat Fimela tak perlu menghindarinya sepenuhnya, cukup mengatur porsi, frekuensi, serta memilih cara memasak yang lebih sehat. Dengan begitu, kenikmatan daging sapi tetap bisa dirasakan tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.    

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading