Sukses

Health

7 Penyebab Sakit Tenggorokan tanpa Demam yang Perlu Kamu Tahu

ringkasan

  • Sakit tenggorokan tanpa demam dapat disebabkan oleh infeksi virus ringan seperti pilek atau faringitis virus, yang seringkali merupakan bagian dari tahap awal penyakit.
  • Alergi musiman melalui <i>post-nasal drip</i> dan refluks asam lambung, termasuk <i>silent reflux</i> (LPR), adalah penyebab non-infeksius umum yang mengiritasi tenggorokan tanpa demam.
  • Faktor lingkungan seperti udara kering, dehidrasi, ketegangan pita suara, dan paparan iritan seperti asap atau polusi juga dapat memicu sakit tenggorokan tanpa demam

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, merasakan sakit tenggorokan tentu sangat tidak nyaman. Apalagi jika keluhan ini datang tanpa disertai demam, seringkali membuat kita bertanya-tanya apa penyebabnya. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat kita merasa kurang bugar.

Sakit tenggorokan yang terjadi tanpa demam adalah keluhan umum yang bisa dialami siapa saja, kapan saja. Banyak orang mengira sakit tenggorokan selalu identik dengan infeksi yang disertai demam, namun faktanya tidak selalu demikian. Ada berbagai faktor yang dapat memicu iritasi pada tenggorokan tanpa meningkatkan suhu tubuh.

Memahami penyebab di balik sakit tenggorokan tanpa demam sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat. Dengan mengetahui pemicunya, Sahabat Fimela bisa lebih cermat dalam menjaga kesehatan dan segera mencari solusi yang sesuai.

Infeksi Ringan: Pemicu Awal Sakit Tenggorokan Tanpa Demam

Meskipun demam sering menjadi tanda infeksi, beberapa infeksi virus ringan dapat menyebabkan sakit tenggorokan tanpa disertai peningkatan suhu tubuh. Ini adalah salah satu penyebab paling umum yang sering kita alami. Misalnya, beberapa kasus pilek ringan seringkali dimulai dengan rasa tidak nyaman di tenggorokan sebelum gejala lain seperti hidung tersumbat atau batuk muncul. [4]

Faringitis virus, yaitu peradangan pada tenggorokan yang disebabkan oleh virus dan bukan bakteri, juga dapat menimbulkan iritasi tanpa demam. [4] Pada tahap awal, beberapa infeksi virus seperti COVID-19 dan flu juga bisa menunjukkan sakit tenggorokan sebagai gejala utama tanpa demam. [4, 15] Selain itu, penyakit virus lain seperti mononukleosis, campak, dan cacar air juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Laringitis, peradangan pada kotak suara dan pita suara, yang sering disebabkan oleh infeksi virus atau penggunaan suara berlebihan, juga termasuk dalam kategori ini dengan gejala seperti suara serak dan tenggorokan kering. [4]

Penting untuk diingat bahwa tidak semua infeksi virus akan selalu memicu demam. Tubuh mungkin sedang melawan infeksi ringan yang hanya menimbulkan gejala lokal pada tenggorokan. Jika sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari dengan istirahat dan perawatan rumahan. [5]

Alergi dan Refluks Asam: Biang Kerok Iritasi Tenggorokan Kronis

Penyebab non-infeksius seringkali berkaitan dengan iritasi atau kondisi kronis yang tidak melibatkan bakteri atau virus. Salah satu pemicu utama adalah alergi. Alergi musiman, atau rinitis alergi, dapat menyebabkan sakit tenggorokan karena lendir yang menetes ke belakang tenggorokan, dikenal sebagai post-nasal drip. [2, 9, 18]

Ketika Sahabat Fimela terpapar alergen seperti serbuk sari, debu, atau bulu hewan peliharaan, sistem kekebalan tubuh bereaksi dengan menghasilkan lendir berlebihan yang kemudian menetes ke tenggorokan, menyebabkan iritasi dan rasa gatal. [9, 18] Gejala lain dari post-nasal drip bisa termasuk hidung tersumbat atau berair, batuk, dan kebutuhan untuk sering berdehem. [18] Rinitis alergi juga dapat menyebabkan selaput lendir di hidung, mata, dan tenggorokan meradang serta gatal. [14]

Selain alergi, refluks asam juga merupakan penyebab umum sakit tenggorokan tanpa demam. Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan iritasi tenggorokan, sensasi terbakar, dan suara serak. [1, 4] Beberapa orang mungkin mengalami refluks asam tanpa gejala mulas yang khas, kondisi ini dikenal sebagai "silent reflux" atau refluks laringofaringeal (LPR). [1, 8, 13] LPR terjadi ketika asam lambung mencapai bagian belakang tenggorokan atau bahkan saluran hidung, menyebabkan gejala seperti suara serak, sakit tenggorokan kronis, lendir berlebihan di tenggorokan, batuk persisten, dan sensasi ada benjolan di tenggorokan. [1, 8, 10, 17] Sakit tenggorokan akibat refluks asam seringkali persisten dan mungkin tidak merespons pengobatan umum. [1]

Lingkungan dan Gaya Hidup: Faktor Tak Terduga Sakit Tenggorokan

Lingkungan sekitar dan kebiasaan gaya hidup kita juga dapat menjadi penyebab sakit tenggorokan tanpa demam. Udara kering, terutama di dalam ruangan selama musim dingin atau di lingkungan dengan kelembaban rendah, dapat mengeringkan tenggorokan dan menyebabkan rasa sakit atau gatal. Bernapas melalui mulut, terutama saat tidur atau karena hidung tersumbat, juga dapat menyebabkan tenggorokan kering dan sakit. Dehidrasi secara umum juga dapat menyebabkan tenggorokan kering dan gatal. [12, 18]

Penggunaan suara berlebihan atau ketegangan pita suara juga bisa menjadi pemicu. Berteriak, berbicara keras, atau bernyanyi dalam waktu lama tanpa istirahat dapat menyebabkan ketegangan otot di tenggorokan dan mengakibatkan sakit tenggorokan. Laringitis juga dapat disebabkan oleh ketegangan atau penggunaan suara berlebihan. [4]

Paparan iritan lingkungan seperti asap tembakau (termasuk asap rokok pasif), polusi udara, bahan kimia, debu, serbuk sari, dan jamur dapat menyebabkan sakit tenggorokan yang berkelanjutan. [11, 16] Mengunyah tembakau, minum alkohol, dan mengonsumsi makanan pedas juga dapat mengiritasi tenggorokan. Bahkan, paparan terhadap produk pembersih atau wewangian yang kuat juga bisa mengiritasi tenggorokan. [12]

Kapan Harus Waspada? Mengenali Gejala Sakit Tenggorokan Serius

Meskipun banyak kasus sakit tenggorokan tanpa demam dapat diatasi dengan perawatan di rumah, penting bagi Sahabat Fimela untuk mengetahui kapan harus mencari bantuan medis. Jika sakit tenggorokan tidak membaik setelah beberapa hari, memburuk, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter. [3, 5, 7]

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain kesulitan bernapas atau menelan, pembengkakan kelenjar getah bening, bercak putih di amandel, atau ruam. [3, 7, 16] Dalam kasus yang lebih jarang, sakit tenggorokan kronis juga bisa menjadi indikasi kondisi yang lebih serius seperti infeksi HIV atau bahkan tumor pada tenggorokan, lidah, atau kotak suara. [11] Gejala tumor lainnya mungkin termasuk suara serak, kesulitan menelan, napas berisik, benjolan di leher, dan lendir berdarah.

Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter jika Sahabat Fimela merasa khawatir atau jika sakit tenggorokan yang dialami terasa tidak biasa. Penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi dan memastikan diagnosis yang tepat untuk mendapatkan perawatan yang efektif. [3, 7]

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading