Sukses

Health

Rutinitas Pagi Anti Asam Urat: 6 Langkah, dari Hidrasi hingga Sarapan

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) memerlukan perhatian serius karena berpotensi menimbulkan komplikasi. Kondisi ini berkaitan dengan gout (radang sendi yang sangat nyeri) dan pembentukan batu ginjal yang dapat mengganggu fungsi organ vital.

Di sisi lain, dampaknya juga dikaitkan dengan kerusakan ginjal kronis, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit hati berlemak, dan sindrom metabolik. Karena itu, mengelola kadar asam urat sejak pagi hari menjadi langkah yang krusial dan mudah dilakukan.

Pondasinya sederhana: hidrasi yang cukup, pilihan sarapan rendah purin, serta aktivitas fisik ringan yang mendukung metabolisme. Enam langkah berikut bisa kamu praktikkan sebagai rutinitas pagi untuk membantu menjaga keseimbangan kadar asam urat.

Hidrasi Cerdas dan Pilihan Minuman di Pagi Hari

Asupan cairan memegang peranan sangat vital dalam membantu ginjal menyaring dan membuang asam urat melalui urine. Mulailah dari air putih, lalu pertimbangkan opsi minuman hangat yang mendukung. Sementara itu, konsumsi kafein saat perut kosong sebaiknya dihindari dan bisa diganti dengan minuman herbal yang lebih ramah tubuh.

  • Awali hari dengan air putih

    Minum air putih saat perut kosong membantu mengencerkan asam urat sehingga lebih mudah dikeluarkan oleh ginjal. Hidrasi yang cukup juga membantu mencegah terbentuknya kristal asam urat pada persendian. Disarankan mengonsumsi minimal delapan gelas air putih atau cairan non-alkohol setiap hari. Saat mengalami serangan gout, kebutuhan cairan dapat meningkat hingga sekitar 16 gelas per hari sesuai anjuran tenaga medis.

  • Minum air lemon hangat

    Setelah kebutuhan cairan dasar terpenuhi, kamu dapat menikmati segelas air hangat dengan perasan lemon. Minuman ini membantu melancarkan pencernaan dan mendukung pembuangan asam urat. Meski rasanya asam, lemon memberikan efek alkalinisasi setelah dimetabolisme. Kandungan kalium, magnesium, dan kalsium di dalamnya membantu meningkatkan pH urine sehingga asam urat lebih mudah dikeluarkan. Selain itu, vitamin C pada lemon juga berperan meningkatkan ekskresi asam urat melalui urine.

  • Hindari kopi atau teh saat perut kosong

    Memulai hari dengan minuman berkafein saat perut kosong berisiko memicu dehidrasi karena kafein bersifat diuretik ringan. Sebuah studi tahun 2021 berjudul "Effect of caffeinated and decaffeinated coffee on serum uric acid and uric acid clearance" menemukan bahwa kopi berkafein dapat sedikit meningkatkan kadar asam urat serum pada orang tanpa hiperurisemia, meskipun tidak mengubah kemampuan ginjal dalam membersihkan asam urat. Sementara itu, kopi tanpa kafein justru menunjukkan efek penurunan kadar asam urat serum. Lebih baik penuhi hidrasi dan sarapan terlebih dahulu, baru kemudian konsumsi minuman berkafein agar tidak mengganggu proses hidrasi dan fungsi ginjal di pagi hari.

  • Pilih minuman herbal sebagai alternatif

    Bila ingin tetap menikmati minuman hangat, teh herbal seperti jahe atau kunyit bisa menjadi pilihan. Keduanya dikenal memiliki sifat antiinflamasi yang membantu mengurangi peradangan. Mengutamakan hidrasi lebih dulu, kemudian memilih minuman herbal dibandingkan berkafein, dapat membantu menjaga fungsi ginjal, keseimbangan metabolisme, serta kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sarapan Rendah Purin dan Aktivitas yang Aman

Sesi sarapan merupakan momen penting untuk memilih makanan yang tidak memicu lonjakan asam urat. Padukan dengan aktivitas fisik ringan agar sirkulasi darah lebih lancar dan berat badan tetap terkelola dengan baik, mengingat obesitas termasuk faktor risiko hiperurisemia.

  • Pilih sarapan rendah purin

    Hindari makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, ikan teri, sarden, kerang, lobster, dan udang. Pilih menu rendah purin seperti oatmeal; buah-buahan—terutama ceri, beri, dan jeruk; yogurt rendah lemak; serta biji-bijian utuh. Makanan-makanan ini kaya serat dan mendukung kesehatan pencernaan. Produk susu rendah lemak juga diketahui dapat membantu menurunkan kadar asam urat sekaligus mengurangi risiko serangan gout apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.

  • Lakukan olahraga ringan

    Aktivitas fisik ringan di pagi hari, seperti berjalan kaki, bersepeda santai, atau berenang, membantu melancarkan sirkulasi darah dan mendukung fungsi ginjal dalam membuang asam urat. Olahraga teratur juga membantu menjaga berat badan tetap ideal. Hindari latihan dengan intensitas terlalu tinggi karena dapat meningkatkan kadar asam urat sementara akibat dehidrasi dan peningkatan produksi asam laktat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading