Sukses

Info

Trik Pemakaian AC yang Hemat Listrik: 6 Langkah Praktis untuk Ringankan Tagihan

ringkasan

  • Atur suhu AC optimal 24-26°C, manfaatkan fitur timer dan mode hemat energi untuk efisiensi maksimal.
  • Rutin bersihkan filter dan servis AC setiap 1-2 bulan atau 6 bulan untuk menjaga performa dan hemat listrik.
  • Pilih AC inverter sesuai PK ruangan, pastikan ruangan tertutup rapat, dan gunakan AC secara bijak.

Fimela.com, Jakarta - Menghadapi cuaca panas dan lembap, banyak rumah tangga mengandalkan pendingin udara sepanjang hari. Tantangannya, penggunaan yang kurang bijak mudah mengerek biaya bulanan. Cara pakai AC hemat listrik menjadi kunci: nyaman tetap terjaga, konsumsi energi lebih terkendali, dan dampak lingkungan ikut ditekan.

Mengacu kompilasi informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Kamis (4/6), berikut langkah-langkah yang dapat diterapkan di rumah.

1. Atur Suhu di Titik Optimal

Memasang suhu pada rentang 24°C hingga 26°C adalah cara paling sederhana sekaligus efektif untuk menekan pemakaian listrik. Pengaturan ini menjaga kenyamanan tanpa memaksa kompresor bekerja berlebihan. Perlu diingat, menurunkan setel suhu ke 16°C atau 18°C tidak membuat ruangan lebih cepat dingin; justru kompresor akan bekerja lebih lama dan memakai lebih banyak daya.

Sejumlah rujukan menunjukkan setiap kenaikan 1 derajat Celsius pada setelan suhu dapat menghemat sekitar 6% listrik. Saat udara luar sudah cukup sejuk, naikkan sedikit suhu AC. Pada 26°C, ruangan tetap terasa nyaman asalkan kapasitas AC sesuai ukuran ruangan dan pintu serta jendela tertutup rapat.

2. Manfaatkan Timer dan Mode Hemat Energi

Banyak AC modern dilengkapi fitur untuk efisiensi. Timer, misalnya, memungkinkan perangkat menyala dan mati otomatis sesuai jadwal. Fitur ini efektif dipakai pada malam hari: atur AC berhenti setelah 2–3 jam tidur ketika suhu udara biasanya lebih rendah.

Aktifkan pula mode hemat energi atau eco mode. Fitur ini menyesuaikan suhu dan beban kerja secara otomatis untuk memaksimalkan efisiensi. Pada beberapa AC inverter, eco mode juga membatasi watt sehingga perangkat elektronik lain dapat digunakan bersamaan tanpa khawatir listrik turun.

3. Rawat Berkala: Filter Bersih, Servis Terjadwal

Perawatan rutin menjaga performa dan efisiensi. Filter yang kotor menghambat aliran udara, memaksa AC bekerja lebih keras, dan mengerek konsumsi listrik. Bersihkan atau ganti filter setiap 1–2 bulan untuk aliran udara lancar sekaligus kualitas udara yang lebih baik.

Selain itu, lakukan servis rutin minimal setiap 6 bulan. Pemeriksaan berkala membantu menjaga kinerja kompresor, mencegah kerusakan yang membuat konsumsi daya membengkak, serta memperpanjang usia pakai perangkat.

4. Rapikan Entri Udara Panas

Efisiensi AC sangat ditentukan kondisi ruangan. Saat AC menyala, pastikan semua pintu, jendela, dan ventilasi tertutup rapat agar udara panas dari luar tidak masuk dan udara dingin tidak keluar. Gunakan gorden atau tirai untuk menahan panas matahari langsung, sehingga suhu ruang lebih stabil dan beban kerja AC berkurang.

5. Pilih AC yang Tepat: Inverter, Low Watt, dan PK Sesuai

Keputusan memilih tipe AC memengaruhi biaya listrik jangka panjang. AC berteknologi inverter lebih efisien dibandingkan tipe konvensional karena kompresornya menyesuaikan kecepatan sesuai kebutuhan pendinginan. Potensi penghematan listrik mencapai 50%–70%. Opsi AC low watt juga patut dipertimbangkan karena dirancang mengonsumsi daya lebih rendah, dengan penghematan sekitar 25%–40% dibanding tipe konvensional.

Pastikan kapasitas PK sesuai luas dan karakter ruangan. Sebagai panduan kasar, ruangan 10 m² cocok dengan 0,5 PK; 14 m² dengan 1 PK; dan 18 m² dengan 1,5 PK. Pertimbangkan pula jumlah penghuni, jumlah perangkat elektronik, serta ketinggian plafon. Meski harga AC inverter umumnya lebih tinggi di awal, akumulasi penghematan listrik dalam jangka panjang bisa mencapai jutaan rupiah.

6. Bangun Kebiasaan Pakai yang Lebih Bijak

Kebiasaan harian menentukan besar kecilnya tagihan. Hindari sering menyalakan dan mematikan AC karena kompresor bekerja ekstra setiap start, yang justru boros listrik. Jika perlu mematikan sejenak, beri jeda sekitar satu menit sebelum menyalakan kembali agar kompresor lebih awet.

Saat tidak digunakan, matikan sakelar daya utama AC. Mematikan hanya lewat remote membuat perangkat tetap dalam mode standby dan tetap mengonsumsi listrik, sekitar 5%–10% dari total konsumsi rumah tangga. Untuk membuat udara lebih merata tanpa harus menurunkan suhu terlalu rendah, gunakan kipas angin bersamaan dengan AC.

Dinginkan hanya ruang yang dipakai. Mendinginkan ruangan kosong sama seperti menyalakan lampu yang tidak dilihat siapa pun: menambah biaya tanpa manfaat. Jika tersedia, manfaatkan smart control atau aplikasi SmartHome untuk menjadwalkan nyala-mati AC sesuai aktivitas harian, termasuk menyalakan AC 15–30 menit sebelum tiba di rumah.

Menerapkan cara pakai AC hemat listrik seperti di atas membantu menjaga kenyamanan sepanjang hari, sekaligus menekan pemborosan energi. Mulai dari pengaturan suhu, perawatan, hingga pemilihan perangkat, setiap langkah kecil berkontribusi pada tagihan yang lebih ringan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading