Sukses

Lifestyle

Susu Segar Jadi Pilihan Terbaik untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Fimela.com, Jakarta Ibu hamil dan menyusui sangat membutuhkan nutrisi terutama kalsium untuk tumbuh kembang janinnya. Susu menjadi salah satu pilihan asupan nutrisi yang baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui.

Ibu hamil dan menyusui disarankan untuk mengonsumsi antara dua hingga tiga gelas sehari. Dengan mengonsumsi susu, bisa mendorong kualitas produksi ASI dari ibu menyusui tanpa harus khawatir berat badan yang naik.

Beberapa merek mengeluarkan produk susu yang spesifik ditujukan untuk ibu hamil dan menyusui. Namun, apakah susu ibu hamil dan ibu menyusui menjadi pilihan yang tepat?

Menjawab pertanyaan tersebut, Emilia Achmadi, MS., RDN menjelaskan bahwa susu segar menjadi makanan paling bergizi bagi ibu hamil maupun ibu menyusui. Susu rendah lemak dan skimmed milk merupakan produk susu segar yang dikurangi kadar lemaknya. Sehingga bisa menjadi pilihan susu agar tetap mendapat asupan gizi terutama kalsium, tanpa membuat berat badan naik.

Banyak yang lebih memilih suplementasi

Terkadang, ibu hamil dan menyusui memilih mengonsumsi suplementasi sebagai bagian dari pemenuhan nutrisi, seperti asam folat dan kalsium. Namun Emilia tetap menganjurkan bahwa mengonsumsi susu segar menjadi pilihan terbaik.

"Jangan kemudian pakai short cut dengan pakai supplementasi, kalau misal memang tak ada masalah kenapa harus pakai yang alternatif tidak langsung dari sumbernya," jelas Emilia.

"Saya tidak melihat kenapa harus mengonsumsi susu buatan pada saat susu natural ada, berkualitas, dan banyak opsi rasa. Rasanya lebih enak," tambah Emilia.

 

Berkurangnya nutrisi pada susu olahan

Kebanyakan susu spesifik seperti ibu hamil dan menyusui akan melewati proses yang lebih panjang. Artinya, nutrisi yang terkandung dalam susu akan semakin berkurang. Untuk mengisi nutrisi yang hilang, kebanyakan perusahaan melakukan fortisikasi dengan memasukkan kandungan tambahan. Namun jika memang tidak ada susu segar, susu ibu hamil dan menyusui ini bisa jadi alternatif.

Jika tidak suka susu, pemenuhan asam folat dan nutrisi lainnya didapat dari jenis makanan lain. Meskipun sebenarnya mengonsumsi asam folat harus dimulai sebelum masa kehamilan.

Simak video berikut ini

#GrowFearless with Fimela

Loading
Artikel Selanjutnya
FIMELA FEST 2019: Manfaat Susu dan Air Mineral untuk Menjaga Kesehatan Anak
Artikel Selanjutnya
Kekurangan Protein Hewani Dapat Membuat Anak Stunting, Ini Alasanya