Sukses

Lifestyle

5 Macam Penyakit yang Muncul Akibat Patah Hati

Fimela.com, Jakarta Jika biasanya merasakan galau setelah patah hati karena putus cinta dianggap sebagai bucin atau reaksi yang berlebihan, maka kamu perlu melihat fakta bahwa patah hati bisa menyebabkan munculnya sejumlah penyakit serius pada tubuh. Hal ini pun telah banyak dibuktikan untuk mengetahui sejauh mana dampak yang bisa ditimbulkan dari seseorang yang patah hati.

Memang respon orang dalam melampiaskan momen patah hatinya itu berbeda-beda. Beberapa orang akan merasa sedih sesaat namun akan kembali normal secara cepat seperti tidak terjadi apa-apa. Sementara sebagian orang lainnya merasa sangat terpukul dengan patah hati yang mereka rasakan hingga mengalami depresi dan penyakit serius lainnya.

Hal yang mungkin bisa disepakati dari perbedaan tersebut ialah fakta bahwa tidak ada yang akan baik-baik saja setelah kita kehilangan seseorang yang dicintai. Menjalani rutinitas yang biasanya ditemani orang terkasih lalu tiba-tiba semuanya kita lakukan sendiri, pasti tidaklah mudah.

Walaupun perasaan sakitnya tidak bisa diwujudkan secara konkrit, namun dampaknya berpengaruh besar dalam hidup kita.

Untuk itu, buat kamu yang penasaran penyakit apa saja yang muncul akibat patah hati, bisa melihat informasinya berikut ini. Fimela.com akan berbagi informasi 5 macam penyakit yang muncul akibat patah hati. Simak informasi selengkapnya dibawah ini.

Mengalami Gejala yang Mirip Dengan Sakaw

Pertama, penyakit yang muncul akibat patah hati ialah mengalami gejala yang mirip dengan gejala sakaw. Hal ini pun telah diteliti dan diterbitkan hasilnya dalam Journal of Neurophysiology yang mengatakan bahwa seseorang yang patah hati atau kehilangan orang yang dicintainya akan membuat otak mengirimkan sinyal rasa sakit ke sekujur tubuh dan menimbulkan berbagai gejala withdrawal serius, layaknya orang sakaw.

Hal ini bisa terjadi karena pada saat patah hati, seseorang akan mengalami penurunan kadar dopamine dan oxytocin, senyawa kimiawi yang membuat bahagia, tergantikan oleh kadar kortisol (hormon stress) yang melejit. Persis dengan gejala fisik akibat putus obat yang dialami oleh pengguna kokain.

 Jadi, tidak heran ketika patah hati, seseorang bisa merasakan sedih yang berlebihan hingga mengalami gejala yang mirip seperti orang sedang sakaw.

Mengalami Respon Fight or Flight Pada Tubuh

Selanjutnya, penyakit atau reaksi yang muncul akibat patah hati ialah ketika tubuhmu mengalami respon fight or flight. Respon fight or flight merujuk pada reaksi fisiologis yang timbul akibat suatu pemicu stres, baik secara mental maupun fisik.

Sebagai respon stres, sistem saraf simpatetik dalam otak akan diaktifkan akibat pelepasan sejumlah hormon secara tiba-tiba. Sistem saraf akan menstimulasi kelenjar adrenalin yang memicu produksi catecholamine guna menyiagakan tubuh untuk mengambil tindakan.

Akan tetapi, produksi hormon di saat tubuh tidak membutuhkannya akan membawa sejumlah masalah lain, seperti sesak napas dan badan linu (akibat produksi kortisol berlebih), jantung berdebar kencang (akibat produksi kortisol dan adrenalin), dan penumpukan lemak dalam tubuh.

Efek yang ditimbulkan dari peningkatan produksi kortisol dalam tubuh contohnya adalah ketika kamu kehilangan napsu makan. Kortisol yang diproduksi saat stres akan menghambat aliran darah masuk ke dalam saluran pencernaan. Akibatnya, produksi asam lambung pun meningkat dan memberikan rasa tidak nyaman dalam perut.

Alhasil makanan yang masuk ke dalam tubuh pun terasa hambar dan tidak menggugah selera, sehingga kamu semakin malas untuk menyantapnya.

Menyebabkan Timbulnya Jerawat dan Perontokan Pada Rambut

Saat patah hati, secara otomatis tubuh akan lebih banyak memperoduksi hormon stres dan hal ini bisa menyebabkan timbulnya jerawat yang menginfeksi kulit wajah serta membuat rambutmu menjadi mudah rontok. Sebuah penelitian yang dimuat dalam The New York Post menyebutkan bahwa saat patah hati, kamu akan stres dan hal tersebutlah yang membuat jerawat bermunculan.

Tidak hanya itu, Daniel K. Hall-Flavin, M.D, seorang konsultan kesehatan di mayoclinic.org, juga menyatakan bahwa meningkatnya hormon stres akan melonggarkan folikel rambut secara bertahap. Hal ini lah yang menyebabkan rambut mudah rontok saat disisir dan dicuci.

Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Keempat, penyakit yang bisa muncul akibat patah hati ialah meningkatnya risiko tekanan darah tinggi. Menurut American Heart Association, tekanan darah dapat meningkat saat kamu sedang dilanda stres berat dan hal ini potensial terjadi jika kamu sebelumnya memiliki riwayat darah tinggi.

Jika sebelumnya kamu sudah memiliki riwayat penyakit darah tinggi maka kamu perlu waspada dan berhati-hati karena peningkatan saat stres bisa terjadi dalam waktu singkat. Kondisi ini akan mendorong terjadinya krisis hipertensif, yang menyebabkan gejala seperti sakit kepala, kesulitan bernapas, bahkan hingga mimisan.

Sindrom Patah Hati

Terakhir, penyakit yang bisa muncul akibat patah hati ialah sindrom patah hati yang ditandai dengan beragam gejala. American Heart Association menjelaskan bahwa ketika di bawah stres berat (seperti saat patah hati), terkadang sebagian jantung akan membesar sementara dan tidak dapat memompa darah dengan baik.

Sementara fungsi bagian jantung lainnya bekerja dengan sangat baik, bahkan bisa berkontraksi dengan sangat kuat. Kondisi ini bisa menyebabkan gagal otot jantung jangka pendek yang parah. Teknisnya, kondisi ini disebut sebagai kardiomiopati induksi stres, namun labih sering disebut sebagai “sindrom patah hati”.

Berita buruknya adalah sindrom patah hati ini apabila tidak segera diatasi akan memancing penyakit lainnya menyerang tubuh sehingga kemungkinan mengalami komplikasi penyakit menjadi besar.

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Update Virus Corona, 22 Juli 2020: Kasus Positif Bertambah 1.882 Orang
Artikel Selanjutnya
4 Zodiak Ini Paling Sabar Hadapi Pasangan yang Merepotkan