Sukses

Lifestyle

BERANI BERUBAH: Laris Manis Sambal Buatan Fashion Stylist Yoland Handoko

ringkasan

  • Dari gemerlap brand fashion luxury, Fashion Stylist Yoland Handoko terjun ke dapur 10 jam sehari
  • Dalam tiga bulan terakhir, Sambal Mas Yoland terjual lebih dari 1000 botol dan terus bertambah

Fimela.com, Jakarta Pandemi memunculkan banyak kisah inspiratif perjuangan orang-orang untuk tetap bertahan dalam kondisi penuh ketidakpastian. Pandemi juga menyadarkan dan membuka jalan akan potensi besar dalam diri yang menjadi peluang menambah pundi-pundi materi.

Menyeriusi skill atau hobi menjadi opsi jamak saat aktivitas lebih banyak di rumah saja. Seperti fashion stylist Yoland Handoko yang semenjak pandemi punya banyak waktu di rumah namun lama-lama mulai bosan juga.

 

Dalam ceritanya yang dibagikan pada Fimela.com untuk program 'Berani Berubah', Yoland memang mengaku suka dan bisa masak. Ia pun mengarsipkan berbagai resep masakan kreasinya di highlight stories Instagram dan selalu mendapat respons dari 19K follower-nya.

Sampai akhirnya pria lulusan Design & Visual Communication Universitas Trisakti ini memutuskan untuk membuat salah satu resep andalan Sambal Cakalang Asap. Sebelum mengkomersilkan masakan yang diberi nama 'Sambal Mas Yoland', ia lebih dulu mematenkan resep sambil meminta feedback orang-orang untuk mencicipinya sampai benar-benar mendapatkan rasa terbaik.

"Kira-kira trial-error resep dua minggu, sambil mikirin teknik masaknya karena aku pengin sambal ini bisa disimpan meski tanpa MSG dan pengawet. Karena ini sambal jenis kering, bisa jadi condiment, lauk, enak dimakan dan punya daya jual," ujar Yoland mengawali ceritanya.

Tak Memanfaatkan Privilege

Sejak beroperasi tiga bulan lalu, Yoland sudah sudah menjual lebih dari 1.000 botol sambal dalam tiga varian. Tak ingin memanfaatkan privilege dari lingkungan pekerjaan dan pertemanan yang dikelilingi selebritas, ia menjalani semua secara organik.

"Jujur marketingnya agak kurang dan aku juga bukan tipe yang kasih orang gratis dan minta teman-teman seleb buat mempromosikan. Aku mau yang beli memang ingin makan masakanku dan kalau aku mau kasih ke seleb, memang enggak pernah pakai embel-embel minta posting di Instagram mereka," lanjutnya. 

Meski mengaku tidak mempromosikan secara maksimal, Yoland masih terkaget-kaget dengan antusiasme orang-orang, termasuk para follower karena ia menjualnya lewat Instagram. Saat buka PO pertama terjual 50 botol, berikutnya 100, 200, 300 dan selalu sold out sampai akhirnya membatasi satu orang maksimal pesan empat botol. 

Kini 'proyek cinta' yang disebut Yoland makin punya banyak pelanggan. Bukan hanya di kalangan follower saja, sebab biasanya satu follower bisa mengirimkan ke empat orang teman yang berbeda.

"Karena demand-nya ada, aku ingin mengembangkan kualitas dan kuantitas produknya. Apalagi kalau ingin pemasukan yang signifikan dan kalau-kalau job aku sudah kembali normal, aku inginnya, sih, rekrut pegawai karena sekarang aku hanya dibantu ART dan benar-benar masak sendiri," sambung Yoland.

Menutupi Anggaran Rumah Tangga

Dari awal bercerita tentang bisnis kulinernya, Yoland mengatakan jika niat awal berjualan untuk mengisi waktu luang dan menyalurkan hobi. Sebab sebagai freelancer ia membiasakan menabung untuk berjaga-jaga jika terjadi krisis seperti kondisi saat ini.

Selama pandemi ini ia juga masih mendapat pemasukan dari menangani klien brand internasional. Meski job-nya tidak banyak tapi nilai yang didapatkan cukup besar. 

"Alhamdulillah aku punya tabungan dari dua tipe pemasukan, seleb dan iklan. Penghasilan dari job iklan aku masukkin ke tabungan dan dari seleb untuk anggaran rumah tangga, jadi meski dari seleb sepi karena pandemi, aku masih punya simpanan," lanjut Yoland.

Dengan keberaniannya mengambil peluang, kini anggaran rumah tangga bisa ter-cover dengan keuntungan dari usaha sambalnya. Yoland pun tidak menghitung letihnya memasak yang bisa 10 jam sehari atau sampai jam tiga pagi, karena apresiasi dari orang-orang yang sudah membeli membuatnya semangat lagi. 

"Kalau dulu cuma teman-teman yang bisa nikmatin sekarang bisa menjangkau banyak orang lagi. Masaknya memang capek tapi melakukannya senang, apalagi saat mereka bilang suka, ada kepuasan batin," tambahnya.

Selain menyalurkan hobi masak, Yoland juga bisa kembali mempraktikkan background pendidikannya yaitu desain grafis. Selain memilih ingredient berkualitas, ia pun detail dan prefeksionis mendesain logo, feed Instagram sampai botol dan kemasan dalam tiga varian, Cakalang Asap, Cakalang Asap Ekstra Pedas, dan sambal untuk vegan Sambal Tempe Kecombrang.

Simak video berikut ini

#ChangeMaker 

;
Loading

Live Streaming

Powered by