Sukses

Lifestyle

Peringati Hari Perempuan Internasional, Inilah Inovasi 3 Perempuan Hebat di Bidang Teknologi

Fimela.com, Jakarta Pada Hari Perempuan Internasional 2019, kita bisa melihat kilas balik peran perempuan hebat di Indonesia. Khususnya di era digital dan industri saat ini, peran perempuan sangat potensial dalam mengembangkan industri ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa dan matematika (Science, Technology, Engineering, and Mathematics/STEM).

Menurut laporan studi dari UNESCO dan Korean Women’s Development Institute tahun 2015, sejumlah ilmu terkait bidang STEM di perguruan tinggi Indonesia sebenarnya telah diminati oleh banyak perempuan.

Jumlah mahasiswa perempuan Indonesia yang lulus dari bidang sains sudah mencapai angka 52%, namun hanya 30% perempuan yang akhirnya berkiprah di bidang tersebut.

Untuk lebih mendorong peran perempuan di bidang teknologi, Tokopedia memberikan kesempatan yang sama dalam berinovasi bagi seluruh karyawan, tidak terkecuali karyawan perempuan.

Saat ini, 41,3% karyawan di Tokopedia adalah perempuan. Dari beragam divisi yang ada, berikut perempuan-perempuan hebat yang dipercaya untuk memegang tanggung jawab dalam pengembangan teknologi, fitur, produk hingga analisis data di Tokopedia.

Gabriella Kawilarang, Product Owner Tokopedia

Berawal dari ketertarikannya di industri teknologi, Gabriella Kawilarang (25) telah mempersiapkan dirinya untuk memasuki industri tersebut sejak duduk di bangku kuliah. Menurutnya, tiga bidang yang perlu ditekuni untuk bisa terjun di industri teknologi adalah bisnis, teknologi dan desain produk. Gabriella akhirnya mengambil double degree pada jurusan IT Management dan Business di Babson College, Amerika Serikat.

Setelah lulus kuliah, Gabriella tertarik untuk bergabung di Tokopedia Product Owner, bertanggung jawab untuk fitur Top Up and Tagihan di Tokopedia. Produk-produk yang Gabriella dan tim kembangkan antara lain Pulsa, Pajak, pembayaran TV Kabel, hingga Donasi. Dalam setiap pengembangan produk, Gabriella dan tim selalu berfokus untuk berinovasi demi memudahkan kehidupan masyarakat.

Salah satu produk yang pernah Gabriella kembangkan adalah Gala Dana Palu (tokopedia.com/galadanapalu). Dalam waktu dua hari, Gabriella dan tim membangun sebuah layanan penggalangan donasi untuk masyarakat Palu dan Donggala yang tertimpa bencana gempa bumi dan tsunami. Berkat layanan ini, Tokopedia berhasil mengumpulkan Rp 6 miliar rupiah dari 53.000 pendonor untuk para korban bencana.

Gabriella meyakini bahwa satu-satunya kunci untuk para perempuan yang ingin mendalami bidang teknologi adalah usaha dan kemauan yang kuat. “Saya sudah memperkirakan bahwa mayoritas mahasiswa di jurusan kuliah saya adalah laki-laki, tapi saya kaget rasionya bisa sampai 2:40. Culture shock pasti ada, dan saran saya cuma satu, kalau tertarik untuk belajar IT, jangan pikirkan hal lainnya. Mungkin butuh penyesuaian sekitar 1-2 minggu, tapi setelahnya kamu akan mengingat kolegamu berdasarkan karya, bukan gender.”

Enjelyna Pardede, Database Administrator Tokopedia

Enjelyna Pardede, Database Administrator Tokopedia Enjelyna Pardede (24) adalah seorang Database Administrator di Tokopedia. Datang dengan background sebagai seorang developer lulusan Institut Teknologi Del, Medan, tidak membatasi Enjelyna untuk memperluas bidang keilmuannya dengan bekerja di dunia database system dan website server.

“Selama ini, masyarakat cenderung memiliki mindset bahwa laki-laki bisa lebih fokus dan cepat dalam menguasai keilmuan di bidang teknologi dibandingkan perempuan, namun kenyataannya tidak begitu. Dulu di kampus saya, jurusan engineering justru diminati mayoritas oleh perempuan. Kita juga berkolaborasi dalam menciptakan ide-ide beragam inovasi teknologi,” ungkap Enjelyna.

Di Tokopedia, Enjelyna bertanggung jawab untuk migrasi database beragam promo dan produk di website Tokopedia. Pernah satu kali Enjelyna diberikan tanggung jawab untuk migrasi ribuan database hanya dalam kurun waktu kurang dari enam jam.

Salah satu project besar yang pernah Enjelyna pegang adalah promo terbesar Tokopedia di tahun 2018, yaitu Ramadan Ekstra. Enjelyna dan tim ditugaskan untuk menjaga server tetap kuat saat traffic pengguna sangat padat dan berpotensi untuk down dan Enjelyna beserta tim berhasil menjaga server saat promo Ramadan Ekstra berlangsung. Selama periode promo, yaitu Mei 2018, website Tokopedia dikunjungi oleh 332 juta pengguna. Transaksi pada puncak promo tersebut setara dengan transaksi kumulatif lima tahun pertama berdirinya Tokopedia.

Miranti Rahmani, Business Intelligence Tokopedia

Salah satu perempuan yang telah menekuni data dan coding sejak dini adalah Miranti Rahim (30), Business Intelligence di Tokopedia. Perempuan kelulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Sistem Informasi ini bertanggung jawab dalam menyediakan data untuk pengembangan beragam fitur dan produk di Tokopedia, bekerja sama dengan Data Analyst, Finance dan Business Development.

Miranti lalu berniat untuk mendalami keilmuan Business Information System dengan melanjutkan studi S2 di Eindhoven University of Technology, Belanda dan bergabung dengan Tokopedia sebagai Business Intelligence yang mendalami tentang data.

“Dulu saya nggak bisa coding, tapi pekerjaan saya di Tokopedia justru mengharuskan untuk belajar coding. Dari situlah saya sadar bahwa ternyata bisa menemukan cara belajar tersendiri ketika bekerja. Kita bisa menjadikan sesuatu yang tadinya tidak kita sukai menjadi challenge tersendiri. Yang membuat data menarik, hard skill dan soft skill juga diasah. Dari mulai pemahaman bisnis, kenapa user minta data tertentu, dan sebagainya,” ungkap Miranti.

Salah satu fitur yang menjadi tanggung jawab dari Miranti adalah fitur Tiket Pesawat di Tokopedia. Miranti membantu tim dalam menyediakan data in tools untuk rekonsiliasi produk. Khususnya per tahun 2018, Miranti bertanggung jawab pada data pengembangan fitur Tiket Pesawat di Tokopedia dari penerbangan domestik ke internasional.

Miranti menjelaskan bahwa masih banyak perempuan Indonesia yang memiliki passion dan skill yang dibutuhkan di industri teknologi, tetapi tidak percaya diri atau masih segan untuk terjun ke ranah teknologi. Padahal, menurutnya yang terpenting adalah kemauan yang kuat untuk berkontribusi.

“Kalau kita mau kaji lebih dalam, masih banyak kesempatan yang bisa digali. Jangan takut terintimidasi dengan bidang keilmuan yang didominasi oleh laki laki. Menjadi seorang perempuan itu sama sekali bukan hambatan untuk terjun ke industri teknologi. Kita tidak akan pernah tau kalau tidak mencoba. Mulai aja dulu,” tutup Miranti.

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
4 Teknologi Terbaru OPPO Dapat Dibuktikan Langsung, Ada Kacamata Super Canggih
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Perjalanan Tessa Wijaya Kembangkan Teknologi Finansial Hingga Jadi Unicorn