Fimela.com, Jakarta - Sepatu baru memang mampu meningkatkan rasa percaya diri, tetapi tidak sedikit orang yang justru harus berhadapan dengan rasa perih akibat kaki lecet pada pemakaian pertama. Mengetahui cara membuat sepatu baru tidak membuat kaki lecet menjadi langkah penting agar sepatu tetap nyaman digunakan tanpa mengorbankan kesehatan kaki.
Rasa lecet biasanya muncul karena bahan sepatu masih kaku, ukuran belum benar-benar pas, atau adanya gesekan berulang pada bagian tumit dan jari kaki. Jika dibiarkan, lecet dapat berkembang menjadi lepuh yang mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi orang yang banyak berjalan atau berdiri dalam waktu lama.
Beruntungnya, ada beberapa cara membuat sepatu baru tidak membuat kaki lecet yang Sahabat Fimela bisa coba di rumah. Tips-tips tersebut dapat membantu kamu supaya sepatu barumu tetap nyaman digunakan seharian. Ayo simak penjelasan lengkapnya di bawah ini yang telah dirangkum Fimela.com dari berbagai sumber, Selasa (4/8/2026).
Advertisement
Advertisement
1. Gunakan Sepatu di Dalam Rumah Terlebih Dahulu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315203/original/035546900_1785830428-5758.jpg)
Mengenakan sepatu baru langsung untuk aktivitas seharian bukan pilihan yang tepat, apalagi jika harus banyak berjalan atau berdiri lama. Bahan sepatu yang masih kaku belum mengenali lekuk kaki sepenuhnya, sehingga tekanan yang timbul cenderung terpusat pada titik tertentu. Proses adaptasi sebaiknya dilakukan bertahap.
Kenakan sepatu baru selama 30 hingga 60 menit di dalam rumah selama beberapa hari berturut-turut. Durasi singkat ini memberi kesempatan bagi bahan sepatu untuk melunak secara alami mengikuti bentuk kaki penggunanya. Aktivitas ringan seperti berjalan di sekitar ruangan sudah cukup membantu proses penyesuaian tanpa risiko lecet yang parah.
Cara ini juga memudahkan pengguna mengenali area kaki yang berpotensi lecet sebelum sepatu dipakai keluar rumah. Dengan mengetahui titik gesekan sejak awal, langkah pencegahan lain seperti penggunaan plester atau bantalan dapat disiapkan lebih dini. Kebiasaan ini terbukti efektif mengurangi keluhan lecet pada sepatu baru.
2. Pakai Kaus Kaki yang Sedikit Lebih Tebal
Pemilihan kaus kaki ternyata turut memengaruhi tingkat kenyamanan saat mengenakan sepatu baru. Kaus kaki yang sedikit lebih tebal dari biasanya dapat berfungsi sebagai lapisan bantalan tambahan antara kulit dan bagian dalam sepatu. Lapisan ini membantu meredam gesekan langsung yang biasanya menjadi penyebab utama munculnya lecet.
Selain melindungi permukaan kulit, ketebalan kaus kaki juga berperan meregangkan ruang di dalam sepatu secara perlahan. Proses ini membuat sepatu terasa lebih longgar seiring waktu tanpa perlu alat bantu tambahan. Cara ini cocok diterapkan bersamaan dengan kebiasaan memakai sepatu secara bertahap di dalam rumah.
Pilih kaus kaki berbahan lembut dan mampu menyerap keringat agar kaki tetap kering selama beraktivitas. Bahan yang menyerap keringat dengan baik turut mengurangi kelembapan berlebih yang dapat memperparah risiko lecet. Kombinasi bahan yang tepat membuat kaki tetap nyaman meski sepatu masih dalam tahap penyesuaian.
Advertisement
3. Tempelkan Plester pada Area yang Rawan Lecet
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315204/original/021713400_1785830429-Menempelkan_Plester_di_Tumit.jpg)
Setiap orang biasanya memiliki area kaki tertentu yang lebih sering mengalami lecet dibanding bagian lain, seperti tumit, sisi jari kelingking, atau punggung jari kaki. Mengetahui titik rawan ini menjadi modal penting sebelum mengenakan sepatu baru. Penempelan plester pada bagian tersebut dapat dilakukan sebagai langkah antisipasi awal.
Plester berfungsi sebagai lapisan pelindung yang mengurangi gesekan langsung antara kulit dan bagian dalam sepatu. Lapisan tipis ini cukup efektif meredam tekanan berulang, terutama pada tahap awal pemakaian sepatu baru. Penggunaannya pun sederhana dan bisa dilakukan tanpa persiapan khusus sebelum bepergian.
Cara ini sangat membantu terutama saat sepatu belum benar-benar mengikuti bentuk kaki penggunanya. Plester dapat digunakan bersamaan dengan kaus kaki tebal untuk hasil perlindungan yang lebih maksimal. Kombinasi keduanya sering menjadi solusi cepat bagi mereka yang harus langsung beraktivitas dengan sepatu baru.
4. Gunakan Gel atau Bantalan Tumit
Area tumit menjadi salah satu bagian kaki yang paling rentan mengalami lecet akibat gesekan berulang dengan bagian belakang sepatu. Pemasangan bantalan tumit berbahan gel atau silikon dapat membantu mengurangi tekanan yang terjadi di area tersebut. Aksesori ini biasanya berukuran kecil dan mudah dipasang tanpa mengubah tampilan sepatu.
Bantalan gel bekerja dengan meredam benturan sekaligus membuat posisi kaki menjadi lebih stabil saat berjalan. Stabilitas ini penting karena pergerakan kaki yang tidak seimbang justru dapat memperbesar gesekan pada bagian tumit. Penggunaan bantalan ini juga membantu mengurangi rasa pegal setelah berjalan dalam waktu lama.
Selain mencegah lecet, aksesori tersebut dapat membuat sepatu yang sedikit longgar terasa lebih pas saat digunakan. Fungsi ganda ini menjadikan bantalan gel pilihan praktis bagi pemilik sepatu baru dengan ukuran yang kurang pas di bagian tumit. Harga bantalan ini pun relatif terjangkau dan mudah ditemukan di toko perlengkapan sepatu.
Advertisement
5. Oleskan Anti-Blister Balm
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315205/original/025270900_1785830429-8975ddb0-b70f-4a15-b165-838d947bcd86.jpg)
Anti-blister balm merupakan produk perawatan kaki yang dirancang khusus untuk mengurangi gesekan pada permukaan kulit. Produk ini biasanya berbentuk stik atau krim yang praktis dibawa dan diaplikasikan sebelum mengenakan sepatu. Fungsinya cukup spesifik, yakni membentuk lapisan pelindung tipis di area kaki yang rentan lecet.
Cara penggunaannya cukup mudah, yaitu dioleskan secukupnya pada bagian kaki yang sering bergesekan dengan sepatu, seperti tumit dan sisi jari. Lapisan licin yang terbentuk dari balm ini membantu kulit bergerak lebih mulus tanpa tersangkut pada permukaan dalam sepatu. Efeknya dapat dirasakan sejak pemakaian pertama tanpa perlu waktu adaptasi tambahan.
Penggunaan anti-blister balm secara rutin dapat menekan risiko munculnya iritasi dan lepuh, khususnya saat sepatu baru masih dalam masa penyesuaian. Produk ini banyak digunakan oleh pelari maupun pejalan kaki jarak jauh karena efektivitasnya dalam mencegah lecet berulang. Balm jenis ini cocok dipakai bersamaan dengan kaus kaki atau plester untuk perlindungan berlapis.
6. Lenturkan Sepatu Secara Perlahan
Sepatu baru umumnya masih terasa kaku karena bahan yang digunakan belum mengikuti bentuk kaki secara alami. Kekakuan ini sering menjadi penyebab tekanan berlebih pada area tertentu, terutama di bagian depan dan sisi sepatu. Melenturkan bagian tersebut secara manual dapat membantu mempercepat proses adaptasi bahan.
Gunakan tangan untuk melenturkan bagian depan atau sisi sepatu secara perlahan tanpa menekuknya terlalu keras. Gerakan ini sebaiknya dilakukan berulang dalam durasi singkat agar bahan sepatu tidak mengalami kerusakan struktur. Fokuskan pelenturan pada titik yang terasa paling kaku saat sepatu dikenakan.
Langkah ini membantu mengurangi kekakuan bahan sehingga sepatu terasa lebih fleksibel saat digunakan berjalan. Sepatu yang lebih lentur cenderung mengikuti gerakan kaki dengan lebih baik, sehingga gesekan yang timbul pun berkurang. Kebiasaan ini bisa dilakukan bersamaan dengan pemakaian sepatu secara bertahap di dalam rumah.
Advertisement
7. Gunakan Shoe Stretcher
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315206/original/038526000_1785830429-be92612a-7c3f-4118-aca1-1511371dc15d.jpg)
Beberapa sepatu baru terasa terlalu sempit pada bagian tertentu meski ukurannya sudah sesuai dengan panjang kaki. Kondisi ini biasanya terjadi karena bentuk kaki yang tidak sepenuhnya simetris dengan cetakan standar sepatu. Shoe stretcher menjadi alat yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah kesempitan semacam ini.
Alat ini bekerja dengan memberikan tekanan yang merata pada bagian dalam sepatu sehingga bentuknya berubah secara bertahap. Proses peregangan yang dilakukan secara perlahan membuat material sepatu tidak mengalami kerusakan meski diregangkan berulang kali. Penggunaannya biasanya memerlukan waktu beberapa jam hingga semalam penuh untuk hasil maksimal.
Shoe stretcher sangat berguna untuk mengurangi rasa sesak yang kerap menjadi penyebab utama kaki lecet ketika memakai sepatu baru. Alat ini cocok digunakan pada sepatu berbahan kulit yang memang membutuhkan proses peregangan lebih lama dibanding bahan kain. Setelah proses ini selesai, sepatu umumnya terasa lebih pas dan nyaman dikenakan sehari-hari.
Pertanyaan Seputar Cara Membuat Sepatu Baru Tidak Membuat Kaki Lecet
1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar sepatu baru tidak lecet lagi? Waktu adaptasi bervariasi tergantung bahan sepatu, namun umumnya membutuhkan beberapa hari hingga dua minggu pemakaian bertahap di dalam rumah sebelum benar-benar nyaman digunakan seharian.
2. Apakah anti-blister balm aman digunakan setiap hari? Anti-blister balm umumnya aman digunakan setiap hari karena berfungsi sebagai pelindung permukaan kulit, namun sebaiknya dihentikan sementara jika muncul iritasi atau reaksi tidak nyaman pada kulit.
3. Bagian kaki mana yang paling sering mengalami lecet akibat sepatu baru? Tumit, sisi jari kelingking, dan punggung jari kaki menjadi area yang paling sering mengalami lecet karena bagian tersebut paling banyak bergesekan dengan bagian dalam sepatu.
4. Apakah shoe stretcher bisa digunakan untuk semua jenis sepatu? Shoe stretcher lebih efektif digunakan pada sepatu berbahan kulit, sementara sepatu berbahan kain atau sintetis biasanya lebih cepat melunak tanpa memerlukan alat peregang tambahan.
5. Apakah memakai kaus kaki tebal bisa mengurangi risiko lecet secara signifikan? Kaus kaki tebal dapat mengurangi risiko lecet secara signifikan karena berfungsi sebagai bantalan tambahan, terutama jika dikombinasikan dengan cara lain seperti plester atau bantalan gel.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315202/original/025129000_1785830428-60477.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887736/original/089033000_1720582537-sliced-white-cheese-bowl-with-green-olives.jpg)
![Cara membuat peyek teri yang tidak cepat melempem. [AI Generation]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/18DOnDQt653FHnV536cS5pcXSnY=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314971/original/041966100_1785819099-Untitled5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182109/original/045183200_1744025227-woman-pointing-phone-while-reading-messages-infidel-husband-while-having-disagreement-heated-angry-frustrated-offended-irritated-accusing-her-man-cheating_482257-9293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314908/original/062151200_1785814036-3cb6f171-23fc-48ac-9cc8-04b22cb39e1b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314957/original/036840800_1785818510-edabe9e3-5cc5-4feb-b890-397a764230d2.jpeg)
![Aktivitas seni mengasah kreativitas anak Anda. [Dok/Pexels.com/RDNE Stock project].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/sYRo04pdq3jyVEYK1TRLHwhCotw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6211232/original/000151300_1779089269-pexels-rdne-7605918.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260534/original/047578000_1781600279-pexels-silverkblack-23224898.jpg)
![Penting bagi orangtua untuk menciptakan pengalaman liburan sekolah yang lebih interaktif agar anak tetap antusias selama perjalanan.[Dok/freepik.com/bearfotos]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/GSPzTjjXeOt4Hp6uEmaK-AJcRQI=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5694836/original/038786000_1778572235-5189.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7756548/original/097066400_1780565583-pexels-pixabay-39691_2.jpg)
![Staycation yang dikemas secara kreatif akan memperkuat ikatan emosional bersama anak. [Dok/Pexels.com/Micah Eleazar].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/jfrAvSsGA_Vx6yc0_1deRA3GU5Y=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7737925/original/016472200_1780544463-pexels-micahways-10498601.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256412/original/010386300_1750236587-sensual-photo-cute-little-girl-people-walks-outside-woman-brown-coat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5934075/original/055087900_1778831527-pexels-maksgelatin-4775196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293366/original/017821600_1783695315-DSC09836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562566/original/083037000_1776832876-2148454494.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9168686/original/052028100_1783089795-SnapInsta.to_731390804_18633683221028089_4612980540689131065_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111127/original/006590700_1783059947-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_13.21.44__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537481/original/061504900_1774424944-pexels-polina-tankilevitch-3735155.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2972913/original/082767900_1574245378-josh-applegate-p_KJvKVsH14-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2944946/original/016947600_1571646509-thiago-cerqueira-Wr3HGvx_RSM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4038631/original/060126900_1653984049-humphrey-muleba-xy3iffqI4L0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5384323/original/033026900_1760768424-IMG-20251018-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521169/original/060978200_1772682613-young-woman-looking-concerned-class.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542533/original/032149900_1774946379-smiley-family-high-five.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302848/original/085647000_1784609552-ab3b2fbd-8e35-4c1f-a920-756d2ae111d9.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315037/original/028257300_1785824747-Siswa_SMPN_4_Randudongkal_Pemalang_Meninggal_Diduga_Dibullying.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4202508/original/042900100_1666665580-Sahroni_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315081/original/023398800_1785827882-1001524093.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315039/original/036751000_1785824895-IMG-20260804-WA0024.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300065/original/090177500_1784286909-168864.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193796/original/060441800_1745245798-side-view-man-drinking-matcha-tea_23-2150163529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314582/original/063050200_1785751679-IMG_2347.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314781/original/013877700_1785777169-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_00.09.39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314462/original/065045700_1785747750-MOP_Beauty_Unbothered_Demi_Matte_Cushion__2_.jpg)